Minggu, 10 Mei 2026

Lansia yang Dibacok Saat Jalan ke Masjid di Tasikmalaya Ternyata Veteran Perang

Korban pembacokan asal Kadipaten Tasikmalaya ternyata seorang veteran perang di zaman DI (Darurat Islam) tahun 1960.

Tayang:
Penulis: Jaenal Abidin | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/Jaenal Abidin
DIBAWA KE RSUD - Petugas ambulans Kadipaten ketika membawa korban tewas ke RSUD dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya untuk dilakukan autopsi, Kamis (31/7/2025). 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 


TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Korban pembacokan asal Kadipaten Tasikmalaya ternyata seorang veteran perang di zaman DI (Darurat Islam) tahun 1960.

Korban diketahui bernama Karna (96) ditemukan tewas akibat dibacok seorang pria yang juga tetangganya Aan (70) di Kampung Cilongkeang, Desa Dirgahayu, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (31/7/2025).

Peristiwa ini mengejutkan warga sekitar, lantaran korban dikenal sebagai sosok yang masih aktif dan bugar di usia senjanya. 

“Ditemukan sekitar pukul 04.00 WIB pagi oleh tukang ojek yang langsung memanggil warga. Saat ditemukan, korban sudah bersimbah darah dengan luka di bagian kepala belakang,” kata Endang, menantu korban, ketika ditemui wartawan TribunPriangan.com, di Kamar Mayat RSUD dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, Kamis (31/7/2025).

Karna adalah seorang veteran yang dikenal ramah dan masih aktif berjalan kaki ke masjid serta ke pangkalan ojek setiap harinya.

Baca juga: Sedang Berjalan Menuju Masjid Untuk Salat Subuh, Seorang Pria di Tasikmalaya Tewas Dibacok

“Kalau seumuran Bapak itu biasanya sudah nggak sanggup jalan jauh. Tapi beliau masih kuat, tiap hari jalan kaki, bahkan sebelum subuh suka jalan-jalan dulu sebelum ke masjid,” ucap Endang.

Endang menjelaskan, mertuanya tersebut memang sudah pikun tapi fisiknya masih sehat dan tidak pernah punya musuh.

“Sudah pikun, tapi sering cerita soal masa lalunya saat perang. Tapi fisiknya sehat dan tidak pernah punya musuh,” pungkasnya.

Pihak keluarga juga belum mengetahui motif pembacokan yang dilakukan tetangganya terhadap mertua.

“Rumah terduga pelaku berdempetan dengan rumah Bapak. Kelihatannya sehat, tapi memang kayak ada kelainan. Kami juga nggak nyangka,” ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved