Lansia yang Dibacok Saat Jalan ke Masjid di Tasikmalaya Ternyata Veteran Perang
Korban pembacokan asal Kadipaten Tasikmalaya ternyata seorang veteran perang di zaman DI (Darurat Islam) tahun 1960.
Penulis: Jaenal Abidin | Editor: ferri amiril
Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Korban pembacokan asal Kadipaten Tasikmalaya ternyata seorang veteran perang di zaman DI (Darurat Islam) tahun 1960.
Korban diketahui bernama Karna (96) ditemukan tewas akibat dibacok seorang pria yang juga tetangganya Aan (70) di Kampung Cilongkeang, Desa Dirgahayu, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (31/7/2025).
Peristiwa ini mengejutkan warga sekitar, lantaran korban dikenal sebagai sosok yang masih aktif dan bugar di usia senjanya.
“Ditemukan sekitar pukul 04.00 WIB pagi oleh tukang ojek yang langsung memanggil warga. Saat ditemukan, korban sudah bersimbah darah dengan luka di bagian kepala belakang,” kata Endang, menantu korban, ketika ditemui wartawan TribunPriangan.com, di Kamar Mayat RSUD dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, Kamis (31/7/2025).
Karna adalah seorang veteran yang dikenal ramah dan masih aktif berjalan kaki ke masjid serta ke pangkalan ojek setiap harinya.
Baca juga: Sedang Berjalan Menuju Masjid Untuk Salat Subuh, Seorang Pria di Tasikmalaya Tewas Dibacok
“Kalau seumuran Bapak itu biasanya sudah nggak sanggup jalan jauh. Tapi beliau masih kuat, tiap hari jalan kaki, bahkan sebelum subuh suka jalan-jalan dulu sebelum ke masjid,” ucap Endang.
Endang menjelaskan, mertuanya tersebut memang sudah pikun tapi fisiknya masih sehat dan tidak pernah punya musuh.
“Sudah pikun, tapi sering cerita soal masa lalunya saat perang. Tapi fisiknya sehat dan tidak pernah punya musuh,” pungkasnya.
Pihak keluarga juga belum mengetahui motif pembacokan yang dilakukan tetangganya terhadap mertua.
“Rumah terduga pelaku berdempetan dengan rumah Bapak. Kelihatannya sehat, tapi memang kayak ada kelainan. Kami juga nggak nyangka,” ucapnya. (*)
| RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya Beberkan Biaya 4 Korban Penyiraman Air Keras Capai Rp30 Juta |
|
|---|
| Kolaborasi Pemkab Tasik dan YBM Brilian, Jembatan Gantung Penghubung Desa Diresmikan |
|
|---|
| Identitas Korban Meninggal dan Terluka Pikap Hantam Truk di Tol Cisumdawu Sumedang |
|
|---|
| Kronologi Kecelakaan Maut di Tol Cisumdawu Sumedang: Pikap Muatan Ciki Hantam Truk, Satu Meninggal |
|
|---|
| Breaking News! Kecelakaan Maut di Tol Cisumdawu Sumedang, Satu Orang Hilang Nyawa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Jenazah-Dibawa-ke-RSUD.jpg)