Senin, 20 April 2026

Tokoh Agama dan Pimpinan Pontren Dipanggil ke Pendopo Bupati Tasikmalaya, Ada Apa?

Sejumlah perwakilan Tokoh Agama hingga pimpinan Pondok Pesantren dan ormas Islam dipanggil Bupati Tasikmalaya ke Pendopo Baru

Penulis: Jaenal Abidin | Editor: Machmud Mubarok
TribunPriangan.com/Jaenal Abidin
DIPANGGIL BUPATI - Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya KH Atam Rustam ketika memberikan keterangan usai pertemuan dengan Bupati Tasikmalaya di Pendopo Baru, Jumat (25/7/2025). Dalam pertemuan membahas soal hibah hingga program Cecep-Asep lima tahun ke depan. 

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Sejumlah perwakilan Tokoh Agama hingga pimpinan Pondok Pesantren dan ormas Islam dipanggil Bupati Tasikmalaya ke Pendopo Baru, pada Jumat (25/7/2025). 

Pemanggilan ini dilakukan sebagai langkah kebijakan kepemimpinan Cecep-Asep untuk menyatukan visi misi programnya di lima tahun kedepan.

Salah satu pembahasannya terkait program pengentasan kemiskinan, infrastruktur jalan, pendidikan dan pemberian hibah ke pontren sampai tokoh agama.

"Jadi pak bupati ini mengajak kerjasama dengan kami ponpes dan ketua ormas Islam untuk berdiskusi bagaimana caranya meningkatkan dalam hal-hal program terutama pengentasan kemiskinan, infrastruktur jalan dan pendidikan," ungkap Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya KH Atam Rustam ketika ditemui wartawan TribunPriangan.com.

Baca juga: IPM Kabupaten Tasikmalaya Rendah, Warga Banyak Tak Lulus SMP, Cecep-Asep Punya Banyak PR

Atam mengatakan, dalam pertemuan tadi juga membicarakan soal proses hibah, dan memberitahukan bahwa proses hibah ini dijadikan evaluasi di masa kepemimpinan Cecep-Asep.

"Yang jelas soal hibah juga dibahas dan bakal di evaluasi, jangan sampai para kyai jadi objek," ucap Atam.


Oleh karena itu bupati mempunyai rencana yang sangat baik di antaranya insentif itu tidak diberikan ke organisasi tapi langsung perorangan yang menerimanya.


Hal ini agar lebih tepat sasaran dengan input data yang betul-betul valid serta memakai NIK jadi tidak ada yang nama ganda nanti.


"Kami dan tokoh-tokoh agama di Kabupaten Tasikmalaya sangat peduli hal tersebut. Walaupun kami memberikan masukan, jangan sampai menyalahkan orang lain juga," ucapnya


Evaluasi ini dilakukan oleh Bupati supaya ada tata kelola yang jelas dengan jumlah penerimanya nanti. 


Karena sekarang bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Tasikmalaya dan semua pihak perlu intropeksi diri.


"Refleksi hari jadi menginginkan ada intropeksi masing-masing tidak selalu menyalahkan orang lain, momen ini tergambar bahwa Tasik hari ini berbeda dengan yang kemarin dan tetap religius dan islami," kata Atam. (*)

 

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved