Rabu, 13 Mei 2026

Soroti Peran BUMD, Arief Maoshul Affandy Dorong Pemerintah Perkuat UMKM Daerah

Ia mencontohkan potensi besar yang dimiliki oleh pelaku UMKM asal Ciamis, seperti produk keripik dan hasil pertanian

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Dedy Herdiana
Tribunpriangan.com/Ai Sani Nuraini
RESES DEWAN - Reses di Kecamatan Cimaragas, Kabupaten Ciamis, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PPP, H. Arief Maoshul Affandy, S.Pd.I menyoroti efektivitas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam kontribusinya terhadap pendapatan daerah. 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PPP, H. Arief Maoshul Affandy, S.Pd.I menyoroti efektivitas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam kontribusinya terhadap pendapatan daerah.

Menurutnya, daripada terus-menerus menyuntikkan anggaran pada BUMD yang tidak sehat, pemerintah sebaiknya mulai memberi ruang lebih kepada pelaku UMKM daerah untuk tumbuh dan berkembang.

“Karena program hari ini di provinsi itu salah satunya kita sedang membereskan BUMD-BUMD yang sedang bermasalah. Fraksi kami pun ada yang khusus mengawal isu itu. Kita pikir, daripada BUMD tidak bisa memberi dividen dan malah tiap tahun disuntik dana, kenapa tidak mendukung UMKM-UMKM kecil saja?” ujar Arief saat ditemui setelah kegiatan resesnya di Kecamatan Cimaragas, Kabupaten Ciamis, Kamis (24/7/2025).

Ia mencontohkan potensi besar yang dimiliki oleh pelaku UMKM asal Ciamis, seperti produk keripik dan hasil pertanian yang bahkan telah menembus pasar ekspor.

Baca juga: Arief Maoshul Affandy Serap Aspirasi Warga Cimaragas Ciamis, Kesejahteraan Guru Ngaji Jadi Sorotan

Menurutnya, pelaku UMKM di Ciamis sudah cukup siap dan tinggal membutuhkan sedikit dukungan dari pemerintah untuk melesat lebih jauh.

“Banyak UMKM di Ciamis yang tinggal diberi sentuhan sedikit saja, mereka sudah bisa berkembang luar biasa. Ini berbeda dengan beberapa daerah lain, maaf seperti di Pangandaran yang pelaku UMKM-nya masih butuh pembinaan dari nol, bahkan dari minus,” jelasnya.

Ketika membahas UMKM, kata Arief, di Pangandaran itu harus dibahas mulai dari pelatihan dan mindset bisnisnya, dari modal dan lainnya.

Tapi di Ciamis ini, banyak UMKM yang sudah berjalan, jadi tinggal mendapat perhatian dari pemerintah sedikit saja, mereka bisa lebih mudah untuk berkembang lebih cepat.

Arief berharap ke depan pemerintah provinsi lebih memperhatikan potensi lokal yang sudah berjalan, seperti di Ciamis, agar bisa memberi dampak ekonomi yang lebih nyata tanpa selalu bergantung pada kinerja BUMD.

“Mudah-mudahan, doakan saja, ke depan bisa lebih diperhatikan oleh pemerintah,” tambahnya.(***Ai Sani Nuraini***)

 

 

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved