Naskah Khutbah Jumat
Naskah Khutbah Jumat 25 Juli 2025: Dampak Buruk Perbuatan Maksiat
Berikut Ini Dia Naskah Khutbah Jumat 25 Juli 2025 Bertemakan Dampak Buruk Perbuatan Maksiat
Penulis: Riswan Ramadhan Hidayat | Editor: Dedy Herdiana
عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ وَأَبِى هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهُمَا سَمِعَا رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ :« مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ سَقَمٍ وَلاَ حَزَنٍ حَتَّى الْهَمِّ يُهَمُّهُ إِلاَّ كُفِّرَ عَنْهُ بِهِ مِنْ سَيِّئَاتِهِ.) مسلم(
Dari Abi Sa’id al-Khudri dan Abi Hurairah, bahwasanya keduanya mendengar Rasulullah saw bersabda: “Tidaklah seorang Mukmin tertimpa musibah berupa sakit, payah, penyakit, sedih hingga susah (memikirkan sesuatu yang akan dihadapinya) kecuali dengan musibah itu dilebur dosa-dosanya.”
Dalam surat al-Ankabut: 40 Allah berfirman:
فَكُلاًّ أَخَذْنَا بِذَنبِهِ فَمِنْهُم مَّن أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِباً وَمِنْهُمْ مَّنْ أَخَذَتْهُ ٱلصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَّنْ خَسَفْنَا بِهِ ٱلأرْضَ وَمِنْهُمْ مَّنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَـٰكِن كَانُواْ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ (العنكبوت: 40)
Artinya: “Maka masing-masing (mereka itu) kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (al-Ankabut: 40)
Umat-umat terdahulu dianggap Allah swt melakukan kedzaliman atas diri mereka disebabkan karena mereka melakukan kekufuran dan maksiat, padahal Allah telah memberikan berbagai macam nikmat kepada mereka, perbuatan maksiat itulah yang menyebabkan mereka mendapatkan siksa Allah. (Abi Su’ud: Irsyad al-Aql al-Salim ila Mazaya al-Kitab al-Karim)
Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 25 Juli 2025/30 Muharram 1447 H: Larangan Pamer dan Bangga dengan Dosa
Hadirin rahimakumullah
Kita sering melihat bahwa ada seseorang yang ahli maksiat, suka mengerjakan dosa, bahkan semua dosa besar pun sudah dilakukannya, tetapi ternyata dia aman-aman saja, segar-bugar, hidupnya bergelimang kesenangan harta dan kemewahan dunia, tidak pernah tertimpa musibah, apa-apa yang menjadi keinginan hawa nafsunya selalu tercapai.
Jika kita menemukan seseorang seperti itu, maka ketahuilah bahwa orang seperti itu adalah hamba yang sangat dibenci Allah swt, dia sengaja dibiarkan, apa yang menjadi maunya dituruti, agar dia semakin jauh terjerumus dalam kubangan dosa dan kedzalimannya, agar semakin congkak dan menyombongkan diri. Tetapi jika sudah tiba waktunya, maka Allah swt mengambilnya dan menumpahkan siksa yang amat pedih dan amat menyakitkan, dan tidak akan melepaskannya sekejap pun. Dalam sebuah hadits diriwayatkan:
عن أبي موسى الأشعري - رضي الله عنه -: قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «إِنَّ اللهَ لَيُمْلي لِلظَّالمِ، حتَّى إذا أَخذه لم يُفْلِتْهُ»، ثم قرأَ {وكَذلكَ أَخْذُ ربِّكَ إذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِي ظالمِةٌ، إِنَّ أَخْذَهُ أَليمٌ شَديدٌ} [هود: 102]. (أخرجه البخاري، ومسلم، والترمذي)
Artinya: “Sesungguhnya Allah swt memberikan tempo kepada seorang dzalim (dibiarkan dalam kedzalimannya, tidak diperingatkan dengan bala atau musibah) tetapi jika (sudah tiba waktunya) maka Allah mengadzabnya, dan tidak akan melepaskannya”. Kemudian Nabi membaca surat Hud: 102; “Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengadzab penduduk negeri-negeri yang berbuat dzalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras”. (HR. al-Bukhary, Muslim dan al-Tirmidzi)
Sebaliknya kita juga sering menemukan seseorang yang amalnya baik, tidak pernah berbuat maksiat, tetapi orang tersebut selalu mendapatkan musibah. Ketahuilah bahwa musibah yang mengenai orang yang tidak punya dosa bukanlah siksa atau adzab tetapi semata-mata ujian untuk menambah dan meningkatkan derajat dan kemuliaannya di sisi Allah swt. Inilah yang dimaksud hadits riwayat al-Bukhary dari Abi Hurairah, bahwasanya Rasulullah bersabda:
من يرد الله به خيرا يصب منه (رواه البخاري) ومعنى الحديث أن من أراد الله به خيرا ابتلاه بالمصائب ليثيبَه عليها
Artinya: “Barang siapa dikehendaki Allah baik, maka Allah akan memberikan ujian kepadanya” (HR, al-Bukhari), maksud hadits adalah barang siapa dikehendaki Allah baik maka Allah akan mengujinya dengan beberapa musibah, demikian ini agar ia mendapatkan pahala dari musibah tersebut” (Badruddin al-Aini: Umdah al-Qari Syarakh Shahih al-Bukhari)
Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 25 Juli 2025/30 Muharram 1447 H: Kewajiban Mengimani Siksa Kubur
Hadirin rahimakumullah
Naskah Khutbah Jumat
khutbah Jumat
Salat Jumat
Dampak Buruk Perbuatan Maksiat
Sayyidul Ayyam
Teks Khutbah Jumat
| Naskah Khutbah Jumat 25 Juli 2025: Menjaga Kesehatan Tubuh Adalah Keharusan Bagi Setiap Muslim |
|
|---|
| Naskah Khutbah Jumat 25 Juli 2025: Meneladani Akhlak Rasulullah SAW |
|
|---|
| Naskah Khutbah Jumat 25 Juli 2025/30 Muharram 1447 H: Menjaga Diri dan Keluarga dari Zina |
|
|---|
| Naskah Khutbah Jumat 25 Juli 2025/30 Muharram 1447 H: Larangan Pamer dan Bangga dengan Dosa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/materi-Khutbah-Jumat-untuk-Sholat-Jumat-Berjamaah.jpg)