Rabu, 15 April 2026

Ini Teriakan Kapolres Pangandaran yang Akhirnya Mampu Meredam Nelayan yang Ngamuk

Eskalasi kemarahan massa memuncak dengan tindakan anarkis, termasuk perusakan gerbang Pendopo dengan menggunakan satu perahu nelayan.

Penulis: Padna | Editor: Dedy Herdiana
Tribunpriangan.com/Padna
DEMO RICUH - Kericuhan aksi unjuk rasa ratusan nelayan BBL di depan Pendopo Bupati Pangandaran, Kamis 24 Juli 2025 siang. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Kericuhan mewarnai aksi unjuk rasa ratusan nelayan yang tergabung dalam Forum Benih Bening Lobster (BBL) di depan Pendopo Bupati Pangandaran, Kamis (24/7/2025) siang. 

Massa yang awalnya menuntut penerbitan Surat Keterangan Asal Benih (SKAB) berubah menjadi beringas setelah tidak berhasil bertemu langsung dengan Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami.

Eskalasi kemarahan massa memuncak dengan tindakan anarkis, termasuk perusakan gerbang Pendopo dengan menggunakan satu perahu nelayan.

Dan kemudian merusak satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang disiagakan di lokasi. Massa mengamuk dengan memecahkan kaca dan merusak bodi kendaraan itu dengan lemparan benda keras.

SEMPAT MENGAMUK - Massa nelayan yang berunjuk rasa di depan Pendopo Bupati Pangandaran sempat berlaku anarkis dengan merusak gerbang Pendopo dan satu unit mobil Damkar, Kamis 24 Juli 2025. Beruntung Kapolres Pangandaran, AKBP Dr Andri Kurniawan SIK MH, turun langsung menemui massa dan bisa meredakan kemarahan massa.
SEMPAT MENGAMUK - Massa nelayan yang berunjuk rasa di depan Pendopo Bupati Pangandaran sempat berlaku anarkis dengan merusak gerbang Pendopo dan satu unit mobil Damkar, Kamis 24 Juli 2025. Beruntung Kapolres Pangandaran, AKBP Dr Andri Kurniawan SIK MH, turun langsung menemui massa dan bisa meredakan kemarahan massa. (Humas Polres Pangandaran)

Baca juga: Nelayan Pangandaran Mengamuk, Rusak Gerbang Pendopo Bupati dan Mobil Damkar, Kapolres Turun Meredam

Situasi yang hampir tak terkendali akhirnya berhasil diredam setelah Kapolres Pangandaran, AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.I.K., M.H., turun langsung ke lapangan.

Dengan menggunakan pengeras suara, Kapolres baru itu menyampaikan seruan menenangkan dan mengajak massa berdialog.

"Saudara-saudaraku, tolong dengarkan saya! Kami siap memfasilitasi dan mendukung, baik pemerintah maupun masyarakat, khususnya para nelayan," ujar Andri di hadapan kerumunan massa.

Ia pun mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas daerah.

"Saya titip, semoga Pangandaran tetap kondusif. Kami siap mengawal proses ini hingga ada solusi. Mari kita selesaikan dengan cara yang terhormat, bukan dengan perusakan," katanya.

Seruan Kapolres baru itu perlahan berhasil menenangkan massa setelah berdiskusi singkat dengan koordinator lapangan dan memberikan jaminan pengawalan terhadap aspirasi nelayan.

Dan akhirnya, satu persatu massa membubarkan diri. 

Baca juga: Belum Ada Titik Temu, Pelaku Usaha Pariwisata di Pangandaran Demo Tolak Pemasangan KJA

 

 

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved