Jumat, 17 April 2026

Tokoh Masyarakat Endus Ada Aktor Besar di Balik Tiket Palsu Pangandaran

Tak kunjung usai, sejumlah tokoh masyarakat di Kabupaten Pangandaran pertanyakan pengungkapan kasus tiket wisata palsu

Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/padna
PINTU MASUK - Suasana di Pintu Masuk Utama Pantai Barat Pangandaran. Tokoh Masyarakat Endus Ada Aktor Besar di Balik Tiket Palsu Pangandaran 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Tak kunjung usai, sejumlah tokoh masyarakat di Kabupaten Pangandaran pertanyakan pengungkapan kasus tiket palsu yang sudah terjadi.

Kasus tiket palsu mulai terungkap setelah satu oknum petugas Pariwisata di Pangandaran tertangkap basah melakukan pungutan liar Pungli (tiket) di halaman masjid Istiqomah Pangandaran pada 6 Juli 2025 dini hari.

Kasus tersebut mulai berkembang setelah Riko Agung Kepala UPTD Pariwisata dan Kebudayaan Pangandaran menyebut ada dugaan kuat muncul tiket palsu yang dicetak menggunakan alat seperti printer termal.

Selain Polisi, penanganan kasus tiket palsu ini juga ditangani oleh Inspektorat Kabupaten Pangandaran. Namun, hingga kini terduga pelaku yang menyebabkan kebocoran PAD Pangandaran itu belum terungkap.

Tokoh masyarakat di Kecamatan Padaherang, H. Engkis mempertanyakan, kenapa kasus tiket palsu itu belum terungkap pelakunya.

Baca juga: Baru Diresmikan Presiden, Koperasi Merah Putih di Pangandaran Kesulitan Bayar ke Notaris

"Saya yakin, ada oknum pejabat yang juga terlibat. Awas! Jangan sampai hukum tumpul keatas dan tajam kebawah," ujar Engkis kepada Tribun melalui WhatsApp, Selasa (22/7/2025) pagi.

Jadi, penegakan hukum terhadap kasus tiket harus segera diselesaikan dan bisa terungkap pelakunya. Apalagi mengingat retribusi dari pariwisata adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Kabupaten Pangandaran.

"Makanya, saya minta agar kasus tiket palsu itu segera dituntaskan. Kita Belum tahu siapa aktor besar di belakangnya," katanya.

Senada disampaikan Roby (33) seorang aktivis organisasi Karang Taruna di Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang.

"Ya, saya harap kasus ini secepatnya ditangani dan bisa terungkap. Jangan sampai dihentikan," ucap Roby.

Kasat Reskrim Polres Pangandaran AKP Idas Wardias menyebutkan, pihaknya masih terus mendalami perkara itu melalui pemeriksaan sejumlah saksi.

"Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami sedang meminta keterangan dari saksi-saksi," ujarnya.

Namun, ketika ditanya mengenai jumlah saksi yang telah diperiksa maupun perkembangan terbaru dari kasus ini, pihaknya belum memberikan keterangan lebih lanjut.

Tribun pun telah berupaya meminta keterangan dari Inspektorat Kabupaten Pangandaran dengan mendatangi kantornya. Namun, pihak inspektorat belum berkenaan untuk diwawancara.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved