Rabu, 13 Mei 2026

Hari Anak Nasional

Mengenal Jajangkungan, Bakiak dan Congklak Permainan Tradisional, Kerap Muncul di Hari Anak Nasional

Mengenal Jajangkungan, Bakiak Batok dan Congklak Permainan Tradional yang Kerap Ada saat Perayaan Hari Anak Nasional

Tayang:
Kolase TribunPriangan.com
HARI ANAK NASIONAL - Mengenal Jajangkungan, Bakiak dan Congklak Permainan Tradional yang Kerap Ada saat Perayaan Hari Anak Nasional. Ilustrasi mainan sunda. (Foto: Ilustrasi editing AI Chatgpt.com/ ikon Canva.com/ Dok: Kolase TribunPriangan.com/ Lulu Aulia Lisaholith) 

Egrang bukanlah hanya sekadar permainan belaka, namun egrang lebih dari itu. Dalam budaya Sunda, egrang melambangkan keseimbangan hidup. Filosofi ini tercerminkan dari cara memainkannya, untuk tetap berdiri dan melangkah, pemain harus fokus, sabar, dan menjaga kestabilan tubuh. Hal ini mengajarkan bahwa dalam hidup, kita perlu adanya keseimbangan antara usaha dan kehati-hatian untuk mencapai tujuan.

Selain itu, egrang juga melambangkan perjuangan dan kerja keras. Setiap langkah yang kita ambil dalam memainkan egrang membutuhkan ketekunan dan keberanian untuk menghadapi risiko jatuh. Ini adalah pelajaran hidup yang relevan, terutama bagi anak-anak dalam memahami pentingnya pantang menyerah

Awalnya, egrang digunakan oleh masyarakat pedesaan sebagai alat bantu untuk melintasi wilayah berair atau berlumpur. Seiring waktu, penggunaan praktis ini bergeser menjadi permainan tradisional yang dimainkan anak-anak dan orang dewasa, termasuk di wilayah Priangan. 

Egrang bukan hanya sekadar permainan tradisional, tetapi juga cerminan nilai-nilai budaya dan filosofi hidup masyarakat Jawa Barat. Melalui permainan ini, anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga belajar tentang keseimbangan, kerja keras, dan keberanian. Mari kita bersama-sama melestarikan egrang sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia.

Baca juga: 15 Twibbon dan Poster Hari Anak Nasional, Rayakan dengan Kegembiraan Serta Kebahagiaan

Bakiak Batok

Mengenal Bakiak Batok Permainan Tradional yang Kerap Ada saat Perayaan Hari Anak Nasional
MAINAN TRADISIONAL PRIANGAN - Mengenal Bakiak Batok Permainan Tradional yang Kerap Ada saat Perayaan Hari Anak Nasional. Ilustrasi foto hasil AI Chatgpt.com (Kolase TribunPriangan.com/ Lulu Aulia Lisaholith)

Selain dikenal dengan nama bakiak batok, permainan ini disebut juga jejangkungan. Bakiak batok merupakan salah satu permainan tradisional yang berasal dari budaya agraris masyarakat Sunda.

Sesuai namanya, permainan ini dibuat dari batok kelapa yang sudah tua lalu dibelah menjadi dua bagian. 

Batok tersebut berfungsi sebagai tempat untuk pijakan kaki pemainnya. Nantinya, setiap pemain akan mendapatkan 2 bagian batok kelapa, yakni sebelah kanan dan kiri.

Kemudian, batok dilubangi tepat di bagian tengahnya untuk dimasukkan seutas tali yang akan diikat. Tali yang digunakan harus memiliki sifat lentur, sehingga membuatnya lebih mudah saat digunakan.

Adapun, cara untuk memainkan bakiak batok tidak rumit. Pemain hanya perlu mengaitkan tali pengikat batok kelapa pada jempol kaki seperti sedang memakai sandal jepit.

Selanjutnya, kedua tangan memegang ujung tali yang lain dan melangkah di atas batok dengan gerakan tangan dan kaki yang seirama. Pemain tercepat yang tiba di garis finish akan dianggap sebagai pemenangnya.

Dalam memainkan permainan ini, dibutuhkan konsentrasi dan fokus yang terus terjaga. Sebab, para pemain harus dapat menjaga keseimbangan dan menyinkronkan gerakan tangan dan kakinya saat melangkah diatas batok. 

Selain itu, permainan bakiak batok juga biasanya dimainkan dengan menghadirkan sebuah rintangan yang harus dilewati oleh pemainnya. Rintangan tersebut berupa sebuah tali yang melintang. 

Setiap pemain akan beradu laju sembari dituntut untuk melewati dan tidak boleh menyentuh tali yang melintang tersebut. Jika gagal, pemain tersebut akan dinyatakan kalah dalam permainan. 

Walau terbaca mudah, memakai bakiak batok memerlukan keseimbangan tubuh, serta kekompakan gerak tangan dan kaki untuk bisa berjalan dengan sempurna.

Tidak cuma berjalan begitu saja, kita harus melewati rintangan yang disediakan jika ingin bermain bakiak batok. Setiap peserta diadu laju dengan melewati tali yang melintang.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved