Selasa, 14 April 2026

Putra Dedi Mulyadi Minta Maaf Atas Insiden Tewasnya 3 Warga Garut

Maula Akbar putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan permintaan maaf dan belasungkawa atas tragedi dalam acara syukuran pernikahannya

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/sidqi al ghifari
MINTA MAAF - Maula Akbar dan Wakil Bupati Garut Putri Karlina memberikan keterangan kepada wartawan di rumah dinas wakil bupati, Jalan Patriot, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (19/7/2025). 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Garut, Sidqi Al Ghifari 


TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT - Maula Akbar putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan permintaan maaf dan belasungkawa atas tragedi dalam acara syukuran pernikahannya dengan Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, di kawasan Pendopo Garut, Jumat (18/7/2025).

Dalam pernyataan resmi bersama sang istri, Maula mengungkap rasa duka mendalam atas meninggalnya tiga orang dalam peristiwa desak-desakan saat pembagian makanan kepada warga.

"Saya mengucapkan belasungkawa untuk keluarga yang ditinggalkan. Baik itu ayah yang meninggalkan anak-anaknya, anak yang meninggalkan orang tuanya, maupun ibu yang meninggalkan anak dan suaminya," ujar Maula didampingi Putri Karlina di Rumah Dinas Wakil Bupati Garut, Jalan Patriot, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (19/7/2025) sore.

Ia mengaku terpukul dengan apa yang terjadi, peristiwa itu ucapnya di luar dugaannya.

Niat awal dari dirinya dan sang istri, kata Maula, hanyalah untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang hadir.

"Tidak ada satu pun niat untuk menyakiti atau membuat celaka. Niat kami sangat tulus membahagiakan warga Garut yang datang memberikan doa restu," ungkapnya.

Maula menjelaskan, makanan yang disediakan di lokasi awalnya hanya ditujukan bagi warga yang sudah hadir lebih dulu dan menunggu hingga malam untuk acara hiburan keluarga. 

Namun situasi berubah tak terkendali setelah muncul informasi di media sosial soal makan gratis. Padahal ungkapnya, pihaknya tidak pernah membuat pengumuman atau menyebarkan informasi ke publik soal pembagian makanan tersebut.

Maula mengaku baru mengetahui istilah 'makan gratis' viral setelah salat Jumat saat dirinya membuka media sosial dan YouTube.

Ia pun menduga ada kesalahpahaman atau bahkan kesalahan komunikasi yang memicu kerumunan besar hingga menyebabkan tragedi maut tersebut.

Terkait hal itu, Maula memastikan dirinya dan Putri Karlina mengikuti seluruh proses hukum yang sedang berlangsung.

"Tadi malam sudah dilakukan pemeriksaan oleh Polres Garut dan juga disaksikan langsung oleh Kapolda Jawa Barat mengenai apa yang sudah terjadi di lapangan,"

"Dilanjut lagi hari ini masih terus didalami proses-proses, saya mohon kepada semuanya tidak ada maksud dan niat untuk melukai hati kepada keluarga korban," lanjutnya.

Ia juga menyebut dirinya dan sang istri telah mendatangi langsung keluarga korban.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved