Kamis, 7 Mei 2026

Fakta Sumedang

Taman Endog Sumedang, Ini Sejarah Monumen Telur Raksasa yang Miliki Filosofi Mendalam

Berikut Taman Endog Sumedang, Ini Sejarah Monumen Telur Raksasa yang Miliki Filosofi Mendalam

Tayang:
Kompas.com/Facebook @rahmat__sulaeman
TAMAN ENDOG SUMEDANG - Taman Endog Sumedang, Ini Sejarah Monumen Telur Raksasa yang Miliki Filosofi Dalam 

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG – Tribuners, siapa diantara kamu yang sudah mengunjungi Sumedang?

Ya, tentu bagi daerah-daerah yang dekat dengan wilayah Sumedang, pasti sudah pernah mengunjunginya ya.

Namun, jika kamu belum berkesempatan berkunjung ke Sumedang, pertama kali ke sini kamu akan disuguhi pemandangan sebuah taman yang memiliki ikon berbentuk telur (endog dalam Bahasa Sunda).

Jika kamu perhatikan lebih seksama, ternyata ikon telur atau endog raksasa itu ditopang oleh kedua telapak tangan.

Lantas, apa arti ikon endog atau telur tersebut? Berikut ini dia sejarah lengkapnya.

Baca juga: Kenapa Sumedang disebut Kota Tahu? Ini Asal Usul Sejarah Hingga Keunikan Tahu Sumedang yang Enak

Baca juga: Cuaca Pagi Ini Sumedang Hujan Berkabut, Pengendara dan Orang Tua yang Antar Anak MPLS Wajib Waspada

Sejarah Ikon Telur di Sumedang

Nah Tribuners, tentunya tak serta merta pemerintah membangun monumen raksasa mirip telur atau endog itu.

Ada sejarah mengapa taman endog tersebut memiliki monumen telur yang besar.

Taman endog sendiri berdiri di pusat kota Sumedang atau tepatnya di Jalan Mayor Abdurahman. Di dekat sana terdapat pasar tradisional dan pusat perbelanjaan modern.

Baca juga: Sambut Era AI dan Kurikulum Dinamis, Bupati Sumedang: Guru Harus Adaptif

Taman itu juga sebagai penanda sebuah pertigaan untuk akses menuju Majalengka - Cirebon dan Kabuyutan Cipaku, Darmaraja Sumedang atau menuju akses jalan alternatif ke Kabupaten Garut.

Taman dan monumen Sumedang Tandang dibangun pada tahun 1991 saat Bupati Sumedang dijabat oleh Drs. Sutardja.

Pembangunannya sendiri berkat kerjasama antara Pemerintah Daerah Tingkat II Sumedang dengan PT. Djarum.

Baca juga: Bupati Sumedang Berpesan Agar Guru Tak Kaku Mengajar

Menurut informasi dari berbagai sumber, jika Taman Sumedang Tandang atau lebih dikenal warga dengan sebutan taman endog merupakan sebuah monumen yang mengandung makna filosofi.

Ternyata, dari makna monumen itu tersirat untuk mengingatkan kita dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus seperti "nanggeuy endog beubeureumna" artinya pembangunan yang telah tercapai harus dijaga secara hati-hati.

Selain itu, untuk simbol piala yang terdapat di monumen, ternyata sebagai perlambang sejumlah prestasi yang dicapai pada saat itu.

Baca juga: Suhu Udara di Kabupaten Sumedang Lebih Dingin dari Biasanya, Capai 22 Derajat

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved