Fakta Sumedang
Taman Endog Sumedang, Ini Sejarah Monumen Telur Raksasa yang Miliki Filosofi Mendalam
Berikut Taman Endog Sumedang, Ini Sejarah Monumen Telur Raksasa yang Miliki Filosofi Mendalam
Penulis: Riswan Ramadhan Hidayat | Editor: Machmud Mubarok
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG – Tribuners, siapa diantara kamu yang sudah mengunjungi Sumedang?
Ya, tentu bagi daerah-daerah yang dekat dengan wilayah Sumedang, pasti sudah pernah mengunjunginya ya.
Namun, jika kamu belum berkesempatan berkunjung ke Sumedang, pertama kali ke sini kamu akan disuguhi pemandangan sebuah taman yang memiliki ikon berbentuk telur (endog dalam Bahasa Sunda).
Jika kamu perhatikan lebih seksama, ternyata ikon telur atau endog raksasa itu ditopang oleh kedua telapak tangan.
Lantas, apa arti ikon endog atau telur tersebut? Berikut ini dia sejarah lengkapnya.
Baca juga: Kenapa Sumedang disebut Kota Tahu? Ini Asal Usul Sejarah Hingga Keunikan Tahu Sumedang yang Enak
Baca juga: Cuaca Pagi Ini Sumedang Hujan Berkabut, Pengendara dan Orang Tua yang Antar Anak MPLS Wajib Waspada
Sejarah Ikon Telur di Sumedang
Nah Tribuners, tentunya tak serta merta pemerintah membangun monumen raksasa mirip telur atau endog itu.
Ada sejarah mengapa taman endog tersebut memiliki monumen telur yang besar.
Taman endog sendiri berdiri di pusat kota Sumedang atau tepatnya di Jalan Mayor Abdurahman. Di dekat sana terdapat pasar tradisional dan pusat perbelanjaan modern.
Baca juga: Sambut Era AI dan Kurikulum Dinamis, Bupati Sumedang: Guru Harus Adaptif
Taman itu juga sebagai penanda sebuah pertigaan untuk akses menuju Majalengka - Cirebon dan Kabuyutan Cipaku, Darmaraja Sumedang atau menuju akses jalan alternatif ke Kabupaten Garut.
Taman dan monumen Sumedang Tandang dibangun pada tahun 1991 saat Bupati Sumedang dijabat oleh Drs. Sutardja.
Pembangunannya sendiri berkat kerjasama antara Pemerintah Daerah Tingkat II Sumedang dengan PT. Djarum.
Baca juga: Bupati Sumedang Berpesan Agar Guru Tak Kaku Mengajar
Menurut informasi dari berbagai sumber, jika Taman Sumedang Tandang atau lebih dikenal warga dengan sebutan taman endog merupakan sebuah monumen yang mengandung makna filosofi.
Ternyata, dari makna monumen itu tersirat untuk mengingatkan kita dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus seperti "nanggeuy endog beubeureumna" artinya pembangunan yang telah tercapai harus dijaga secara hati-hati.
Selain itu, untuk simbol piala yang terdapat di monumen, ternyata sebagai perlambang sejumlah prestasi yang dicapai pada saat itu.
Baca juga: Suhu Udara di Kabupaten Sumedang Lebih Dingin dari Biasanya, Capai 22 Derajat
Taman Endog Sumedang
monumen endog Sumedang
sejarah ikon endog di Sumedang
asal-usul monumen telur Sumedang
asal-usul Taman Endog Sumedang
sejarah
asal-usul
Fakta Sumedang
Sumedang
| Cuaca Pagi Ini Sumedang Hujan Berkabut, Pengendara dan Orang Tua yang Antar Anak MPLS Wajib Waspada |
|
|---|
| Sambut Era AI dan Kurikulum Dinamis, Bupati Sumedang: Guru Harus Adaptif |
|
|---|
| Bupati Sumedang Berpesan Agar Guru Tak Kaku Mengajar |
|
|---|
| Suhu Udara di Kabupaten Sumedang Lebih Dingin dari Biasanya, Capai 22 Derajat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Taman-Endog-Sumedang-Ini-Sejarah-Monumen-Telur-Raksasa-yang-Miliki-Filosofi-Mendalam.jpg)