Kamis, 14 Mei 2026

Indonesia Off Road Minta Maaf Atas Kerusakan di Jalur Gunung Cikuray Garut

Polemik kerusakan hutan di Gunung Cikuray Garut akibat aktivitas mobil Off-road akhirnya dijawab oleh penyelenggara kegiatan

Tayang:
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/sidqi al ghifari
PERTEMUAN - Pertemuan antara Pengelolaan Hutan Desa (LPHD) Berkah Tani dengan pengurus IOF Garut, budayawan, pecinta alam, dan sejumlah instansi terkait dalam penyelesaian polemik kerusakan hutan Gunung Cikuray Garut akibat aktivitas off-road. Pertemuan tersebut dilakukan di kawasan Hampor, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (14/7/2025) malam. 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Garut, Sidqi Al Ghifari 


TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT - Polemik kerusakan hutan di Gunung Cikuray Garut akibat aktivitas mobil Off-road akhirnya dijawab oleh penyelenggara kegiatan yakni Indonesia Off Road Federation (IOF).

IOF Cabang Garut meminta maaf atas kegiatan hari ulang yang ke-3 itu telah menimbulkan respon negatif dari berbagai pihak termasuk Lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LPHD) Berkah Tani, Kecamatan Cilawu Kabupaten, Garut, Jawa Barat.

"Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, terutama pada pelaku atau penggiat lingkungan mengenai acara tersebut. Karena acara tersebut telah membawa kerusakan-kerusakan, seperti yang sudah dikatakan oleh dari pihak LPHD Berkah Tani," ujar Ketua Pengurus IOF Cabang Garut Asep Mulyana saat ditemui Tribunjabar.id di kawasan Hampor, Senin (14/7/2025) malam.

Ia menuturkan, pihaknya bersama LPHD dan seluruh instansi terkait telah melakukan pertemuan dan musyawarah.

Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa pihaknya akan bertanggungjawab untuk merehabilitasi sejumlah kerusakan yang diakibatkan oleh kegiatan tersebut.

"Kenapa hal itu bisa terjadi? Sebetulnya, jalur tersebut sudah beberapa kali dipakai off-road. Hanya saja, ketidaktahuan kami bahwa wilayah tersebut statusnya sudah berubah. Maka, terjadilah hal yang seperti ini," jelas Asep.

Akibatnya ungkap Asep, terjadi kesalahpahaman antara pihaknya dengan LHD lantaran sejak awal tidak mengetahui perubahan status batas-batas di kawasan tersebut.

Ke depan pihaknya akan melakukan kerjasama untuk bersama-sama untuk menjaga kawasan tersebut dengan melakukan rehabilitasi.

"Kami juga mengajak kepada rekan Off-Roader, tolonglah, apabila ada kegiatan-kegiatan di kawasan hutan, pertanyakan terlebih dahulu status kawasan tersebut secara jelas supaya tidak terjadi lagi hal seperti ini," tandasnya.

Sebelumnya aktivitas Off Road tersebut terjadi pada Sabtu (12/7/2025) di Blok Pasirkiara, Desa Sukamurni, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LPHD) Berkah Tani Desa Sukamurni Hendra Anggara.

"Titik yang rusak adalah wilayah yang akan dijadikan wilayah konservasi karena di sana terdapat habitat hewan langka merak hijau," ujarnya kepada awak media di Garut, Senin (14/7/2025) siang.

Ia menuturkan, akibat aktivitas Off Road di kawasan hutan Perhutanan Sosial tersebut, menurut Hendra, terdapat sejumlah pelanggaran yang dilakukan. 

Beberapa di antaranya meliputi pembukaan lahan tanpa izin, penebangan pohon secara ilegal, serta dampak kerusakan lingkungan seperti hilangnya tutupan vegetasi alami, terganggunya keanekaragaman hayati, rusaknya sumber air bersih milik warga.

"Updatenya hari ini kami meminta yang bersangkutan mengklarifikasi secara terbuka," jelasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved