Dinkes Ciamis Temukan Tikus Pembawa Hantavirus, Warga Diminta Jaga Kebersihan
Dari enam ekor tikus yang diuji, satu di antaranya terdeteksi membawa virus Hanta, dua lainnya positif bakteri Leptospira, sementara 3 lainnya negatif
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribunpriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Meskipun belum ditemukan kasus infeksi Hantavirus pada manusia di Kabupaten Ciamis, Dinas Kesehatan mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi penularan penyakit dari hewan pengerat, terutama tikus.
Hal ini menyusul hasil pemeriksaan laboratorium terhadap beberapa ekor tikus yang tertangkap di lingkungan rumah warga terduga penderita leptospirosis.
Dari enam ekor tikus yang diuji, satu di antaranya terdeteksi membawa virus Hanta, dua lainnya positif bakteri Leptospira, sementara tiga lainnya negatif.
Dilansir dari website Kementrian Kesehatan, ditemukan satu kasus Hantavirus dari Kabupaten Bandung Barat yang ditemukan saat pemeriksaan di RSUP Hasan Sadikin, Bandung.
Baca juga: 2 Pucuk Senjata Api Turut Dimusnahkan Kejari Ciamis, Disaksikan Forkopimda
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ciamis, H. Edis Herdis menjelaskan bahwa dua warga dari wilayah Cijeungjing dan Baregbeg sebelumnya diperiksa karena memiliki gejala menyerupai infeksi Hantavirus.
Namun hasil medis menunjukkan mereka menderita leptospirosis, bukan hantavirus.
Peristiwa itu terjadi sekitar tiga bulan yang lalu, namun keduanya kini telah dinyatakan sehat kembali.
“Meski belum ada warga yang terinfeksi virus Hanta, keberadaan virus tersebut pada tikus patut diwaspadai. Hantavirus bisa menyebabkan gejala yang hampir mirip dengan Leptospirosis yakni demam, kelelahan ekstrem, sakit kepala, mual dan muntah bahkan yang terparah bisa menyerang organ pernafasan,” jelasnya, Kamis (10/7/2025).
Edis menegaskan pentingnya menjaga kebersihan rumah dan lingkungan untuk mencegah penyebaran penyakit dari tikus.
Menurutnya, pola hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi kunci utama dalam perlindungan dari risiko infeksi, baik dari bakteri leptospirosis maupun virus Hanta.
“Penularan hantavirus ke manusia bisa terjadi melalui udara yang terkontaminasi partikel dari urine, feses, atau air liur tikus yang mengering. Bisa juga dari gigitan tikus, atau konsumsi makanan dan minuman yang tercemar,” imbuhnya.
Ia juga menambahkan bahwa hingga kini belum ada laporan penularan hantavirus antar manusia, namun langkah pencegahan tetap perlu dilakukan dengan menggunakan alat pelindung diri saat membersihkan area yang berpotensi tercemar serta memastikan makanan tetap higienis.
Untuk mencegah terjadinya kasus-kasus penyakit di masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis rutin menyebarkan imbauan melalui surat edaran.
"Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit atau kalau yang sudah terlanjur bisa dengan cepat ditangani," pungkasnya.(*)
| Siswa SD di Pamarican Ciamis Raih Juara 2 FLS3N, Unggul di Lomba Gambar Bercerita |
|
|---|
| Baznas Ciamis Salurkan Rp 145,5 Juta untuk Korban Bencana, Bupati Sebut Gotong Royong Jadi Kekuatan |
|
|---|
| Ular Sanca 2,5 Meter Terjerat Jaring Ayam di Cijeungjing, Damkar Ciamis Lakukan Evakuasi |
|
|---|
| Polisi Bersama Warga Lakukan Normalisasi Irigasi hingga Singkirkan Material Tanah Longsor |
|
|---|
| Nonton Bola Selamatkan Keluarga Abun dari Longsor di Cihaurbeuti Ciamis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Kepala-Bidang-Pencegahan-dan-Pengendalian-Penyakit-P2P-Dinkes-Ciamis-H-Edis-Herdis-1.jpg)