Minggu, 10 Mei 2026

Langganan Diterjang Banjir saat Hujan, Warga Samanggen Garut Sentil Pejabat: Kami Jenuh Cape

Setiap turun hujan, air dari drainase jalan Raya Wanaraja di sekitar kampung meluap dan menggenangi rumah-rumah warga. 

Tayang:
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Dedy Herdiana
Dok. Warga.
TERENDAM BANJIR - Permukiman warga Kampung Samanggen, Desa Wanajaya, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat terendam banjir akibat buruknya saluran drainase di Jalan Raya Wanaraja, Sabtu (28/6/2025). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari 

TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT - Jenuh dan cape dua kata itu yang disampaikan oleh warga Kampung Samanggen yang kerap jadi korban banjir saat hujan turun.

Kampung Samanggen terletak di Desa Wanajaya, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat. 

Setiap turun hujan, air dari drainase jalan Raya Wanaraja di sekitar kampung meluap dan menggenangi rumah-rumah warga. 

Ketinggian air bisa mencapai lutur orang dewasa bahkan lebih jika hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu lama.

Baca juga: Update Longsor Cilawu, Jalur Tasik Via Singaparna Garut Sudah Bisa Dilalui

Seperti halnya hari ini, hujan deras yang mengguyur kawasan Wanaraja membuat warga Samanggen kembali jadi korban banjir.

"Kemana atuh para pejabat Garut, kemana wakil rakyat, bupati wakil bupati, tolong atuh ini gorong-gorong diperbaiki," ujar Agus (45) warga Samanggen kepada Tribunjabar.id, Sabtu (28/6/2025).

Ia menuturkan, pendangkalan di gorong-gorong akibat tertutup sampah sudah terjadi sejak beberapa bulan yang lalu.

Warga masyarakat ungkapnya sudah mencoba mengeluhkan kondisi tersebut ke pemerintah, namun tak kunjung dapat respon.

"Kami sudah jenuh dan cape dengan kondisi ini, terus jadi korban banjir, akibat saluran gorong-gorong yang buruk," ungkapnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Asep (50) ia menyebut warga Samanggen berharap ada normalisasi saluran air, pembangunan tanggul, atau minimal pemeliharaan rutin agar masalah tahunan ini tak lagi terulang.

"Kondisi gorong-gorong nya tertutup, jadi perlu normalisasi total, kerja bakti sudah tapi kurang maksimal," ungkapnya.

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved