Naskah Khutbah Jumat
Naskah Singkat Khutbah Jumat 20 Juni 2025: Janji Manusia pada Allah sebelum Terlahir ke Dunia
Berikut ini disajikan Naskah Singkat Khutbah Jumat 20 Juni 2025: Janji Manusia pada Allah sebelum Terlahir ke Dunia
Penulis: Riswan Ramadhan Hidayat | Editor: Dedy Herdiana
Sebelum melanjutkan khutbah ini, khatib berpesan kepada diri khatib sendiri khususnya dan kepada sidang Jumat sekalian pada umumnya, untuk bersama-sama mempertahankan keimanan dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt. Sebab, hanya ketakwaan dan keimanan yang menjadi ukuran seorang hamba di hadapan Tuhannya. Hanya ketakwaan yang menjadi perisai bagi kita untuk menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 20 Juni 2025/24 Zulhijah 1446 H: Bersihkah Hati Kita dari Sifat Munafik?
Hadirin rahimakumullah
Penting kita imani bahwa jauh-jauh hari sebelum terlahir ke dunia, kita sudah terikat perjanjian dengan Allah. Dan tidak ada satu rasul pun yang diutus oleh Allah kecuali mengingatkan janji itu, sebagaimana dibenarkan dalam Al-Quran.
أعوذ بالله من الشيطان الرجطيم، وَمَا لَكُمْ لَا تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالرَّسُولُ يَدْعُوكُمْ لِتُؤْمِنُوا بِرَبِّكُمْ وَقَدْ أَخَذَ مِيثَاقَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Artinya, “Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyerumu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. Dan sesungguhnya Dia (Allah) telah mengambil perjanjianmu, jika kamu adalah orang yang beriman,” (QS. Al-Hadid [57]:8).
Ini artinya, beriman kepada Allah adalah keniscayaan bagi kita. Sebab, selain kita sudah berjanji akan menauhidkan dan mengimani Allah, para rasul juga sudah mengingatkan janji itu.
Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 20 Juni 2025/24 Zulhijah 1446 H: Ibadah Penembus Pintu Rahmat Allah
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Selanjutnya, kapan kita berjanji akan menauhidkan Allah? Disampaikan dalam hadits Rasulullah saw., setelah kakek moyang kita Nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan. Demikian yang tersurat dalam hadits riwayat Abu Hurairah.
لَمَّا خَلَقَ اللَّهُ آدَمَ مَسَحَ ظَهْرَهُ، فَسَقَطَ مِنْ ظَهْرِهِ كُلُّ نَسَمَةٍ هُوَ خَالِقُهَا مِنْ ذُرِّيَّتِهِ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ، وَجَعَلَ بَيْنَ عَيْنَيْ كُلِّ إِنْسَانٍ مِنْهُمْ وَبِيصًا مِنْ نُورٍ، ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى آدَمَ فَقَالَ: أَيْ رَبِّ، مَنْ هَؤُلَاءِ؟ قَالَ: هَؤُلَاءِ ذُرِّيَّتُكَ
Artinya, “Sewaktu menciptakan Nabi Adam, Allah mengusap punggungnya (Adam). Maka berjatuhanlah dari punggungnya setiap jiwa keturunan yang akan diciptakan Allah dari Adam hingga hari Kiamat. Kemudian, di antara kedua mata setiap manusia dari keturunannya Allah menjadikan cahaya yang bersinar. Selanjutnya, mereka disodorkan kepadanya. Adam pun bertanya, “Wahai Tuhan, siapakah mereka?” Allah menjawab, “Mereka adalah keturunanmu,” (HR. Al-Tirmidzi).
Sewaktu seluruh calon keturunan Adam ‘alaihissalam dikeluarkan dari punggungnya Allah mengambil janji dan sumpah mereka:
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ
Artinya, “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari tulang sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka", (QS. Al-A‘raf [7]: 172).
Dari ayat dan hadis ini, diketahui bahwa kita disumpah dan diambil janji sewaktu abul basyar, kakek moyang kita, Adam alaihissalam diciptakan. Setelah Allah mengusap punggungnya, berjatuhanlah dari punggung Nabi Adam setiap jiwa yang akan diciptakan Allah hingga hari Kiamat. Masing-masing turunannya diketahui ada cahaya yang bersinar di antara kedua matanya. Kala itu, Nabi Adam sendiri tidak tahu siapakah mereka yang bersinar di antara kedua matanya itu, sehingga Allah pun memberi tahu. “Mereka adalah keturunanmu,” jawab-Nya.
Sehingga tidak akan terjadi kiamat sebelum semua keturunan yang telah diambil sumpah, kesaksian, dan janjinya itu terlahir ke dunia. Demikian seperti yang dijelaskan oleh Abu Muhammad Sahl dalam Tafsir al-Tasturi, terbitan Darul Kutub al-‘Ilmiyyah, jilid 13, halaman 222.
Baca juga: Teks Khutbah Jumat 20 Juni 2025: Kebinasaan dari Kebiasaan Buruk Lalai dan Merugi atas Kehidupan
Naskah Khutbah Jumat
khutbah Jumat
Salat Jumat
Janji Kita pada Allah sebelum Terlahir ke Dunia
Sayyidul Ayyam
Teks Khutbah Jumat
| Khutbah Jumat 20 Juni 2025: Perbaiki Interaksimu dengan Surat Cinta Allah, Jika Ingin Hidup Ringan |
|
|---|
| Naskah Khutbah Jumat 20 Juni 2025/24 Zulhijah 1446 H: Bersihkah Hati Kita dari Sifat Munafik? |
|
|---|
| Naskah Khutbah Jumat 20 Juni 2025/24 Zulhijah 1446 H: Ibadah Penembus Pintu Rahmat Allah |
|
|---|
| Teks Khutbah Jumat 20 Juni 2025: Kebinasaan dari Kebiasaan Buruk Lalai dan Merugi atas Kehidupan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Khutbah-jumat-di-Masjid-Agung-Trans-Studio-Bandung-2.jpg)