Senin, 11 Mei 2026

Pemberdayaan Masyarakat Jadi Kunci Pengelolaan Sampah di Ciamis

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis, Okta Jabal Nugraha

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/ai sani nuraini
PENGELOLAAN SAMPAH - Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis, Okta Jabal Nugraha saat menyampaikan bahwa upaya pengelolaan sampah di Ciamis telah menunjukkan progres positif, terutama berkat keterlibatan aktif masyarakat. 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini


TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis, Okta Jabal Nugraha, menyampaikan bahwa upaya pengelolaan sampah di Ciamis telah menunjukkan progres positif, terutama berkat keterlibatan aktif masyarakat. 

Dikatakan Okta, sekitar 42 persen sampah berhasil dikelola melalui pemberdayaan masyarakat, seperti bank sampah dan kelompok pengelola lingkungan.

“Alhamdulillah, komunitas dan kelompok masyarakat di Ciamis telah terbentuk dan cukup kuat. Mereka sangat berperan dalam pengelolaan sampah, khususnya dalam proses pemilahan dan pengurangan dari sumber. Ini jadi salah satu kunci keberhasilan kita,” ujar Okta Jabal setelah mengikuti aksi bersih-bersih di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Kabupaten Ciamis, Kamis (5/6/2025).

Dengan kontribusi tersebut, Ciamis terus berikhtiar untuk mempertahankan penghargaan Adipura Kencana, meski hingga saat ini informasi resmi mengenai pemberian reward dari pemerintah pusat belum diterima.

Di lapangan, lanjut Okta, kegiatan pengangkutan dan pengelolaan sampah secara umum masih berjalan baik. 

Namun, pihaknya mengakui masih terdapat sejumlah kendala, terutama dari sisi keterbatasan armada dan sumber daya manusia (SDM).

“Sebagian personel kami sudah memasuki masa pensiun, dan dari 18 unit truk sampah yang kami miliki, hanya 14 yang saat ini bisa beroperasi. Empat armada masih dalam proses perbaikan,” jelasnya.

Melihat kondisi tersebut, pihaknya berencana untuk mengusulkan penambahan anggaran pada tahun 2026 melalui OPD dan DPRD, khususnya untuk mendukung peremajaan armada pengangkut sampah yang sudah berusia tua dan kurang optimal dalam mendukung operasional harian.

Potensi sampah di Kabupaten Ciamis sendiri diperkirakan mencapai 90.000 hingga 100.000 ton per hari, dengan komposisi 29,8 persen berupa sampah plastik, dan sisanya adalah sampah organik serta anorganik.

Dari total tersebut, sekitar 40 persen berhasil dikurangi melalui program bank sampah, sementara 40 persen lainnya ditangani di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dan sisanya masih belum terjangkau karena keterbatasan jangkauan armada di beberapa wilayah kecamatan.

“Saat ini kita memiliki dua TPA aktif, yakni di Banjaranyar-Sindangrasa dan Ciminyak. Ke depan, tentu perlu dukungan lebih kuat dari semua pihak, termasuk penganggaran, agar sistem pengelolaan sampah kita makin optimal,” tutur Okta.

Ia juga memastikan bahwa meskipun terdapat berbagai tantangan, seluruh personel DPRKPLH tetap siap bekerja maksimal demi menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Ciamis.

“Insyaallah kami siap. Kita ingin Ciamis tetap bersih, sehat, dan lestari. Semoga Pak Bupati dan DPRD bisa mendukung penuh ikhtiar ini,” pungkas Okta.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved