Rabu, 13 Mei 2026

Soal Fraksi PDIP Jabar Walkout saat Sidang Paripurna, Dedi Mulyadi dan Ketua DPRD Tanggapi Begini

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi menganggap aksi walkout yang dilakukan Fraksi PDIP, saat Sidang Paripurna di Gedung DPRD Jabar

Tayang:
Editor: Dedy Herdiana
Tribunjabar.id/Nazmi Abdurahman
SIDANG PARIPURNA - Suasana sidang paripurna DPRD Jabar, di Gedung DPRD Jabar, Jumat (16/5/2025). 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Nazmi Abdurahman

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi menganggap aksi walkout yang dilakukan Fraksi PDIP, saat Sidang Paripurna di Gedung DPRD merupakan hak mereka. 

Dikatakan Dedi, setiap orang memiliki hak untuk mengekspresikan sikapnya masing-masing, termasuk Fraksi PDIP Jabar yang melakukan walkout dalam rapat paripurna.

"Itu hak setiap orang, mau walk out, mau tidak. Artinya setiap orang berhak, setiap partai politik, fraksi berhak mengekspresikan setiap kepentingan politik," ujar Dedi Jumat (16/5/2025).

Sementara itu, Ketua DPRD Jabar, Buky Wibawa mengatakan, aksi walkout yang dilakukan oleh fraksi PDIP dalam rapat paripurna, merupakan bagian dari dinamika relasi antara legislatif dan eksekutif di negara demokrasi dalam menyatakan pendapatnya, dan pihaknya menghargai keputusan tersebut. 

Baca juga: Sorotan Pengamat Soal Aksi Walkout Fraksi PDIP di Rapat Paripurna DPR Jabar Terkait Dedi Mulyadi

"Walk out itu kan dinamika jadi itu saya lihat bagian dari dinamika saja bahwa ada yang tadi disampaikan terkait ketidakberkenanan teman-teman Fraksi PDIP ya bagian dari hak mereka," ujar Buky.

Buky mengaku, dalam waktu dekat akan mencoba berkomunikasi dengan seluruh anggota fraksi PDI-P terkait aksi tesebut. 

Dia menduga, dari hasil pemaparan salah satu anggota fraksi PDI-P Jabar keputusan untuk keluar dari ruangan rapat karena ada miskomunikasi atau salah paham dari pernyataan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. 

Baca juga: Ini Isi Pidato Dedi Mulyadi di Musrenbang di Cirebon yang Bikin Fraksi PDIP Walkout Sidang Paripurna

"Saya belum bisa berkomentar banyak karena yang disampaikan sepertinya ada masalah miskomunikasi yang fraksi PDIP nilai bahwa komunikasi gubernur dan DPRD itu dianggap tidak memuaskan," katanya.

Buky pun berpendapat, bahwa DPRD Jabar jangan terlalu dini menilai kebijakan Dedi Mulyadi. Berikan kesempatan kepada pihak eksekutif untuk melakukan tugasnya.

"Tetapi terhadap kebijakan gubernur kita juga tidak perlu reaktif, kita beri kesempatan untuk melakukan target-target programnya mungkin ada jangka pendek yang ingin dikejar," ucapnya. 

Baca juga: Merasa Direndahkan oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Fraksi PDIP Walkout saat Rapat Paripurna


 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved