4 Warga Sipil Korban Ledakan Bom Garut Belum Teridentifikasi, Keluarga Diminta Bawa Ini
4 Warga Sipil Korban Ledakan Bom Garut Belum Teridentifikasi, Keluarga Diminta Bawa Ini
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: ferri amiril
Laporan Kontributor TribunPriangan.com Garut, Sidqi Al Ghifari
TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT - Empat anggota TNI yang gugur dalam insiden ledakan saat pemusnahan amunisi kedaluwarsa di kawasan Pantai Cibalong, Garut, Jawa Barat, telah diberangkatkan menuju Jakarta, Selasa (13/5/2025) dini hari.
Informasi yang diterima menyebutkan bahwa jenazah para korban dievakuasi menggunakan empat unit ambulans, dua milik Kodim dan dua lainnya dari RSUD Guntur.
Mereka mulai meninggalkan ruangan jenazah RSUD Pameungpeuk pada pukul 02.39 WIB.
Sebelumnya, Kepala Seksi Sistem Informasi Manajemen RSUD Pameungpeuk Yani Suryani mengatakan bahwa jasad mereka berhasil diidentifikasi pada Senin malam.
"Korban yang berhasil diidentifikasi 4 anggota TNI dan 5 orang warga," ujarnya
Ia menuturkan saat ini keluarga korban diminta mengumpulkan data-data penunjang identitas seperti ijazah, foto korban, sikat gigi hingga baju.
"Itu semua kami minta untuk memudahkan proses identifikasi," ungkapnya.
Identitas keempat prajurit yang menjadi korban telah dikonfirmasi, yakni:
Kolonel Cpl Antonius Hermawan, menjabat sebagai Kepala Gudang Pusat Munisi III Puspalad
Mayor Cpl Anda Rohanda, Kepala Seksi Administrasi Pergudangan Gudang Pusmun III
Koptu Eri, personel Gudang Pusmun III
Pratu Aprio, juga anggota Gudang Pusmun III Pusat Peralatan TNI AD
Tiga dari mereka diketahui berdomisili di Jakarta, sedangkan satu lainnya berasal dari Bekasi.
Rombongan pengantar jenazah dikawal ketat oleh kendaraan milik Provos TNI, dibantu dua kendaraan pengamanan tambahan, sehingga total ada tujuh kendaraan yang mengiringi perjalanan menuju Jakarta.(*)
| Pelayanan Paspor di MPP Sumedang Kini Jadi Dua Kali Sepekan |
|
|---|
| 4 Destinasi Terseru di Kota Priangan Timur, Ada Bukit, Sungai, Puncak, dan Laut, Catat Lokasinya |
|
|---|
| RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya Beberkan Biaya 4 Korban Penyiraman Air Keras Capai Rp30 Juta |
|
|---|
| Stok Pupuk di Wilayah Priangan Timur Aman, Ketersediaan di Garut Paling Banyak |
|
|---|
| Fakta Baru Penyiraman Air Keras di Tasikmalaya, Target Utama Pemilik Konveksi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/teridentitifififkkasisi.jpg)