Minggu, 10 Mei 2026

Penanganan Anak Nakal di Pangandaran, Disdikpora dan SatPol PP Akan Patroli pada Jam-jam Pelajaran

Kepala Disdikpora Kabupaten Pangandaran, Agus Nurdin, mengatakan, pihaknya sudah berbicara dengan Kodim 0625/Pangandaran

Tayang:
Penulis: Padna | Editor: Dedy Herdiana
Tribunpriangan.com/Padna
Kepala Disdikpora Kabupaten Pangandaran, Agus Nurdin saat ditemui di kantornya, Jumat (2/5/2025). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Tindak anak-anak sekolah yang nakal, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pangandaran akan mengerahkan Satpol PP untuk penertiban.

Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami menyampaikan upaya penindakan anak nakal sudah dibahas dengan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora).

Saat ini, Citra menganggap, anak nakal di Kabupaten Pangandaran masih dalam batas standar dan tidak terlalu parah dibanding di Kabupaten dan Kota lain.

"Makanya, sementara ini kita akan gunakan Pol PP. Jadi, mereka akan melakukan patroli di jam pelajaran dan kita lihat apakah ada siswa sekolah yang bolos saat jam pelajaran atau tidak," ujar Citra kepada sejumlah wartawan di halaman Disdikpora Kabupaten Pangandaran, Jumat (2/4/2025) pagi.

Baca juga: 40 Siswa Bandel Masuk Barak Militer Armed 1 Purwakarta, KDM Datang Berkunjung

Namun, jika personal Satpol PP sudah tidak sanggup untuk menangani para siswa nakal di Pangandaran maka opsi lainnya mengirim para siswa ke barak TNI.

"Kalau saya komunikasi dengan Pak Kadis pendidikan, anak nakal hanya sekedar naik benteng, masih dalam batas wajar," katanya.

Tentu, Citra mengaku sangat setuju dengan arahan dari Gubernur Dedi Mulyadi terkait penanganan anak nakal. Karena, tujuannya adalah mendidik siswa.

Baca juga: Haru, 39 Siswa Bandel di Purwakarta Dilepas Orang Tua Menuju Pendidikan Karakter Ala Militer

Kepala Disdikpora Kabupaten Pangandaran, Agus Nurdin, mengatakan, pihaknya sudah berbicara dengan Kodim 0625/Pangandaran untuk melakukan kegiatan bela negara.

Namun, untuk pesertanya hanya pengurus Osis di tingkat SMP dan juga MTS sederajat. Waktu bela negara ini, akan dilaksanakan 3 hari dua malam.

"Pelaksanaan nanti bulan Juni akhir atau awal Juli, setiap SMP akan mengirimkan dua anak," ucap Agus.

Sementara untuk estimasi pengurus OSIS SMP dan MTS yang akan mengikuti bela negara yaitu sekitar 200 orang. 

Output-nya tak hanya sekedar melakukan aktivitas latihan fisik, tapi nantinya diharapkan dibuat sebuah klub untuk membangun pendidikan secara menyeluruh."Nanti, mereka akan dibina langsung oleh TNI," ujarnya.

Untuk penanganan anak-anak bermasalah, kata Agus, siswa-siswa SMP di Pangandaran masih relatif bisa diselesaikan."Jadi, kita telah sepakat untuk mengandalkan Satpol PP terlebih dahulu," katanya. 

Baca juga: Tangisan dan Harapan Orang Tua Warnai Pelepasan 39 Siswa Bandel di Purwakarta Menuju Barak Militer

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved