Senin, 20 April 2026

Naskah Khutbah Jumat

Naskah Khutbah Jumat 2 Mei 2025: Pentingnya Introspeksi Diri

Berikut Ini Dia Naskah Khutbah Jumat 2 Mei 2025: Koreksi Diri di Penghujung Syawal

TribunPriangan.com/Dedy Herdiana
NASKAH KHUTBAH JUMAT - Sejumlah jamaah usai melaksanakan Salat Jumat di Masjid Syahidan, Balekota Tasikmalaya, Jumat (31/1/2025). Berikut Naskah Khutbah Jumat 2 Mei 2025: Koreksi Diri di Penghujung Syawal 

TRIBUNPRIANGAN.COM – Tribuners, tak terasa ya jika hari ini bertepatan dengan tanggal 30 April 2025.

Yang mana, ini adalah hari terakhir di bulan Syawal 1446 Hijriah.

Pada bulan Ramadhan lalu, kita tentunya telah berusaha semaksimal mungkin meningkatkan ketakwaan dan amal ibadah, karena begitu besarnya keutamaan dan kemuliaan bulan Ramadhan.

Kewajiban kita sebagai manusia adalah terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, dengan cara terus istiqamah dalam menjalankan ibadah-ibadah dan semua kewajiban dalam Islam.

Berbicara perihal Jumat lusa nanti, tepatnya di hari Jumat tanggal 2 Mei 2025, kita selaku laki-laki beragama muslim akan melaksanakan ibadah Salat Jumat.

Hari Jumat yang merupakan Sayyidul Ayyam atau Penghulunya Hari pun diyakini oleh kaum muslimin sebagai hari yang penuh keberkahan.

Khusus untuk khutbah pada Jumat lusa nanti, berikut merupakan naskah khutbah Jumat yang sudah TribunPriangan.com lansir dari NU Online Jombang untuk tanggal 2 Mei 2025 bertemakan "Koreksi Diri di Penghujung Syawal".

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 25 April 2025: Empat Maksiat Hati yang Bisa Hapuskan Ganjaran Amal Ibadah

Khutbah 1

الْحَمْدُ لله الَّذِي أرْسَلَ رَسُوْلَهُ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَ نَذِيْرًا وَدَاعِيًا إلى الله بإذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا واَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَه رَبُّ الْعَالَمِيْن وَقَيُّوْمُ السَّمَوَاتِ و اْلَارْضِ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه الْمَبْعُوْثُ لِأتَمِّمَ مَكَارِمَ الأخْلاَقِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْن. الّلَهُمَّ صَلّ وَسَلِّم عَلَى سَيِّدنا محمد وَعَلَى ألِهِ وأصْحَابِه والتَّابِعِيْن والْعَاِملِيْن بِسُنَّتِهِ. أما بعد. فَيَا عِبَادُ الله أوْصِيْكُمْ ونَفْسِي بتقوى الله وَتَزَوَّدُوْا فَإنَّ خَيْرَ زَادِ التَّقْوَى فقال الله تعالى: وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَ يَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لايْحتَسِب

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 25 April 2025: Merenungi Pergeseran Nilai dalam Mengarungi Kehidupan Modern

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah.

Marilah kita bersama-sama memperkuat komitmen dan kesungguhan hati dalam menaati setiap perintah Allah swt. Mari kita laksanakan segala kewajiban yang telah diperintahkan oleh-Nya (المَأْمُوْرَاتُ), baik yang bersifat wajib (الوَاجِبَاتُ), yaitu amalan yang harus kita lakukan, maupun yang sunnah (المَنْدُوْبَاتُ), yakni ibadah-ibadah yang dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Tidak hanya itu, kita juga perlu menjauhkan diri dari segala larangan Allah swt (المَنْهْيَاتُ), baik berupa dosa-dosa besar yang wajib ditinggalkan, maupun hal-hal yang dimakruhkan (المَكْرُوْهَاتُ), yaitu perkara-perkara yang sebaiknya dihindari. Dengan menjauhi larangan dan melaksanakan perintah-Nya, kita sedang meniti jalan menuju kehidupan yang penuh keberkahan di dunia serta kebahagiaan yang abadi di akhirat.  

Insyaallah, jika kita istikamah dalam ketaatan ini, maka janji Allah berupa kebahagiaan dunia dan akhirat akan menjadi nyata untuk kita. Semoga Allah senantiasa melimpahkan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua agar mampu istikamah dalam amal saleh dan menjauhi segala yang dilarang. Aamiin ya Rabbal alamin.

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 25 April 2025: Mari Bermuhasabah dari 6 Sifat yang Dibenci Allah

Hadirin Jamaah Jumat rahimakumullah.

Hari ini kita menginjak Jumat terakhir di bulan Syawal. Bulan yang datang setelah sebulan penuh kita dilatih dalam Ramadhan. Ramadhan bukan sekadar ajang menahan lapar dan dahaga, tapi sarana untuk menyucikan hati dan menata kembali akhlak kita. Maka, Syawal adalah momen evaluasi: sejauh mana perubahan itu benar-benar terjadi?

Apakah setelah Ramadhan kita menjadi pribadi yang lebih sabar? Lebih lembut lisannya? Lebih lapang dadanya? Atau justru kita kembali ke pola lama—mudah tersinggung, kasar dalam berbicara, dan abai terhadap perasaan sesama?

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 25 April 2025: Semangat Jadikan Segala Aktivitas Agar Bernilai Pahala

Hadirin Jamaah Jumat rahimakumullah.

Dalam banyak hadits, Rasulullah saw mengaitkan erat antara iman dan akhlak. Bahkan akhlak yang baik adalah cerminan dari keimanan yang sempurna. Dalam sabdanya:

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ أَخْلَاقًا

Artinya, "Orang yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya." (HR. Ahmad)

Ini peringatan sekaligus petunjuk arah. Ibadah kita harus menghasilkan perubahan. Jika lisan masih suka menyakiti, jika perilaku masih menyombongkan diri, maka mungkin ada yang perlu kita koreksi dalam cara kita beribadah.

Bahkan sahabat Anas bin Malik RA pernah menyampaikan:

إِنَّ العَبْدَ لَيَبْلُغُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ أَعْلَى دَرَجَةٍ فِي الجَنَّةِ وَهُوَ غَيْرُ عَابِدٍ، وَيَبْلُغُ بِسُوءِ خُلُقِهِ أَسْفَلَ دَرَكٍ فِي جَهَنَّمَ وَهُوَ عَابِدٌ

Artinya, "Seseorang dapat mencapai derajat tertinggi di surga karena akhlaknya yang baik, meski bukan ahli ibadah. Dan bisa jatuh ke dasar neraka karena buruk akhlaknya, meski ia ahli ibadah." (Iḥyā’ ‘Ulūmiddīn, juz 3, hal. 56)

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 25 April 2025: Bekerja Jadi Jalan Ibadah dan Ladang Rezeki Halal

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah.

Perkataan ini bukan mengabaikan pentingnya ibadah, tapi menegaskan bahwa ibadah yang tidak berbuah akhlak adalah ibadah yang kehilangan rohnya. Dalam kehidupan bermasyarakat pun, kita lebih menghargai orang yang santun, meskipun tidak banyak bicara soal agama, dibanding yang banyak bicara agama tapi lisannya tajam, perilakunya merendahkan orang lain.

Imam Fudhail bin ‘Iyadh, seorang sufi besar, bahkan pernah mengatakan:

لَأَنْ يُصَاحِبَنِي فَاجِرٌ حَسَنُ الخُلُقِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ يُصَاحِبَنِي عَابِدٌ سَيِّئُ الخُلُقِ

Artinya, "Aku lebih suka bersahabat dengan pendosa yang baik akhlaknya daripada ahli ibadah yang buruk perangainya." (Iḥyā’ ‘Ulūmiddīn, juz 3, hal. 56)

Ini bukan ajakan untuk meremehkan ibadah, tapi panggilan untuk menjadikan ibadah sebagai jalan menuju akhlak yang lebih baik. Jangan sampai kita menjadi seperti lampu: terang di luar, tapi panas dan membakar dari dekat.

Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 25 April 2025 dengan Tema: Muhasabah Diri Meraih Keselamatan Akhirat

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah.

Mari jadikan sisa bulan Syawal ini sebagai waktu untuk meneguhkan niat dan memperbaiki arah. Jangan biarkan semangat Ramadhan padam begitu saja. Teruskan iramanya dalam ibadah, dalam pergaulan, dan dalam perangai kita sehari-hari. Jadilah hamba yang tetap jujur meski tak dilihat, tetap lembut meski disakiti, dan tetap istikamah meski godaan makin berat.

Syawal adalah saatnya menata ulang niat-niat baik yang mulai goyah, memperbaiki langkah yang mungkin sempat melenceng, dan memantapkan komitmen menjadi insan yang tak hanya taat, tapi juga membawa manfaat.

Semoga Allah menerima ibadah kita, membaguskan akhlak kita, dan menjadikan kita hamba-hamba yang benar-benar berubah setelah Ramadhan, bukan hanya tampilan, tapi sampai ke kedalaman hati dan perbuatan.

 

بَارَكَ اللهُ لِي وَلكم في الْقُرأنِ الْعَظِيم وَنَفَعَنِي وإيَّاكُم ِبما فيه من الأياتِ والذِّكْرِ الْحَكِيْم وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاَوتَهُ إنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْم

Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 25 April 2025 dengan Tema: Pastikan Ikhlas saat Beribadah

Khutbah 2

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ  رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ. رَبَّنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

 

Simak berita update TribunPriangan.com lainnya di: Google News

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved