Senin, 27 April 2026

Hardiknas 2025

Naskah Pidato Amanat Pembina Upacara Hari Pendidikan Nasional 2025

5 Contoh Pidato Amanat Pembina Upacara HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2025, untuk SD hingga SMA

Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: ferri amiril
Istimewah
HARDIKNAS 2025 - 5 Contoh Pidato Amanat Pembina Upacara HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2025, untuk SD hingga SMA. (Foto: Upacara pengingatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2023, Selasa (2/5/2023) di lapangan Pusat Pemerintahan Sumedang. (Istimewah) 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Bulan Mei 2025 tinggal menghitung hari, itu artinya akan ada sederet hari nasional yang akan segera diperingati masyarakat Indonesia.

Salaha satunya adalah Hari Pendidikan Nasional atau yang biasa disingkat Hardiknas.

Biasanya, dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas ini adalah dengan melaksanakan upacara bendera.

Nah, untuk kamu yang merupakan salah satu pekerja instansi dari pemerintah pusat, daerah, hingga sekolah-sekolah dan madrasah yang kini tengah membutuhkan pedoman susunan upcara peringatan Hardiknas 2025, berikut TribunPringan.com sudah rangkum susunan acara hingga contoh pidato di ucapara peringatan Hardiknas 2025, yang juga dilengkapi dengan susunan acaranya.

Panduan Susunan Upacara Hari Pendidikan Nasional 2024

  • Pemimpin upacara memasuki lapangan upacara
  • Pembina upacara tiba di tempat upacara
  • Penghormatan kepada pembina upacara
  • Laporan pemimpin upacara
  • Pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh korsik/paduan suara
  • Mengheningkan cipta dipimpin oleh pembina upacara
  • Pembacaan naskah Pancasila diikuti oleh seluruh peserta upacara
  • Pembacaan naskah Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945
  • Pembacaan Keputusan Presiden RI tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dan pemberian piagam kepada penerima Satyalancana Karya Satya (jika ada)
  • Amanat pembina upacara (Pidato Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi)
  • Pembacaan doa
  • Laporan pemimpin upacara
  • Penghormatan kepada pembina upacara
  • Pembina upacara meninggalkan mimbar upacara
  • Upacara selesai, barisan dibubarkan.

Baca juga: Pedoman Susunan Upacara Bendera Hari Pendidikan Nasional 2025 Resmi dari Kemendikdasmen

Contoh Teks Pidato Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025

  • Pidato 1 :

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sebelumnya, mari kita ucapkan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat dan rahmat yang sangat luar biasa sehingga kita dapat berkumpul dalam pertemuan ini dalam keadaan yang tidak kurang suatu apa pun.

Selawat serta salam tak henti-hentinya kita ucapkan kepada nabi besar kita, Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman kebodohan menuju ke zaman yang terang benderang dengan ilmu seperti saat ini.

Hadirin yang saya hormati,

Tepat pada hari ini, kita semua memperingati Hari Pendidikan Nasional. Pada hari ini juga kita sebagai warga negara yang menginginkan pendidikan itu sendiri semakin baik dan maju harus mulai diberlakukan dari diri kita sendiri.

Tentu jika para pendahulu kita para pahlawan susah payah untuk belajar menimba ilmu di sekolah rakyat maka hari ini kita yang sudah hampir dipastikan tercukupi segala ketersediaan dalam belajar harus lebih baik dalam belajar dan mengajar di bidang pendidikan.

Bayangkan jika setiap guru maupun siswa yang sudah mulai mengerti dunia teknologi dimanfaatkan dengan baik oleh setiap siswa dan masyarakat itu sendiri, maka akan menciptakan orang-orang yang kreatif, cerdas, dan berwawasan luas.

Hadirin yang saya cintai,

Marilah di Hari Pendidikan Nasional ini kita renungkan sejenak dan mengheningkan cipta untuk para pejuang dan guru-guru kita yang sudah mendahului kita, betapa berharganya ilmu-ilmu yang mereka ajarkan pada kita sehingga yang awalnya tidak mengetahui apa-apa menjadi lebih tahu segalanya.

Untuk itu marilah kita jadikan hardiknas tahun ini sebagai awal yang baru untuk diri kita sendiri dalam belajar dan mengajar, agar tidak ada lagi kebodohan serta ketidaktahuan akan pendidikan.

Hadirin yang saya hormati,

Cukup sekian pidato singkat hari pendidikan yang saya sampaikan, semoga dapat bermanfaat serta dapat menjadi motivasi kita semua dalam belajar dan mengajar, mohon maaf jika ada salah kata.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Baca juga: Tanggal 2 Mei Hari Pendidikan Nasional Termasuk Hari Libur atau Tidak? Ini Menurut SKB 3 Menteri

  • Pidato 2 :

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam Sejahtera, Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan,

Bapak dan Ibu yang kami muliakan dan segenap insan pendidikan di tanah air, Selamat merayakan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2024.

Kita telah melalui krisis COVID-19. Krisis yang memakan begitu banyak nyawa. Krisis yang menjadi tantangan luar biasa bagi negara kita dan seluruh dunia.

Tetapi, dari krisis tersebut kita mendapatkan banyak sekali hikmah dan pembelajaran yang bisa kita terapkan saat ini dan setelahnya.

Untuk pertama kalinya, guru-guru melakukan pembelajaran secara daring atau online, menggunakan tools atau perangkat baru, dan menyadari bahwa sebenarnya pembelajaran bisa terjadi di mana pun.

Orang tua, untuk pertama kalinya menyadari betapa sulitnya tugas guru. Betapa sulitnya tantangan untuk bisa mengajar anak secara efektif. Kemudian menimbulkan empati kepada guru yang tadinya mungkin belum ada.

Guru, siswa, dan orang tua sekarang menyadari bahwa pendidikan itu bukan sesuatu yang hanya bisa dilakukan di sekolah saja. Tetapi, pendidikan yang efektif itu membutuhkan kolaborasi yang efektif dari tiga hal ini, guru, siswa, dan orang tua. Tanpa kolaborasi itu, pendidikan yang efektif tidak mungkin terjadi.

Hadirin upacara yang berbahagia, 

Kita sebagai masyarakat juga belajar betapa pentingnya kesehatan. Betapa pentingnya kebersihan. Betapa pentingnya norma-norma kemanusiaan di dalam masyarakat kita.

Timbulnya empati, timbulnya solidaritas di tengah masyarakat kita pada saat pandemi COVID-19 ini merupakan suatu pembelajaran yang harus kita kembangkan. Bukan hanya di masa krisis, tetapi juga di saat ini ketika krisis ini telah berlalu.

Belajar memang tidak selalu mudah, tetapi inilah saatnya kita berinovasi. Saatnya kita melakukan berbagai eksperimen. Inilah saatnya kita mendengarkan hati nurani dan belajar dari pandemi beberapa waktu lalu. Agar kita menjadi masyarakat dan bangsa yang lebih baik di masa depan.

Terima kasih telah mendukung segala program pemerintah sehingga kita bisa bangkit dan pulih kembali.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Om Shanti Shanti Shanti Om,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.

Baca juga: Link Download Logo Hari Pendidikan Nasional 2025, Resmi dari Kemendikdasmen

  • Pidato 3 :

Selamat pagi hadirin sekalian.

Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan kita kesempatan untuk dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat.

Hadirin yang berbahagia, pada hari ini saya akan menyampaikan beberapa patah kata mengenai pentingnya mencari ilmu. Ilmu merupakan hal yang penting untuk manusia. Adanya ilmu akan menjadikan kita lebih pintar dan ahli dalam banyak hal.

Ilmu juga bisa membantu kita memecahkan berbagai persoalan hidup. Oleh sebab itu, jangan membatasi diri ketika mencari ilmu. Kembangkan wawasanmu keluar batas kegiatan belajar mengajar di kelas.

Kamu bisa mempelajari berbagai hal yang menunjang kehidupan seperti ilmu memasak, ilmu bertanam, dan lain sebagainya. Luangkan juga waktu untuk membaca buku, koran, internet atau majalah.

Ini akan lebih baik daripada membuang waktu membuka hal yang sifatnya tidak terlalu penting di internet. Apalagi jika kamu hanya sekedar mengamati dan menilai kehidupan orang lain.

Selain itu, ilmu juga bisa kita dapatkan dari diskusi bersama kerabat, teman, atau orang tua. Ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari pengetahuan serta pengalaman orang lain.

Oleh sebab itu, manfaatkanlah waktu dengan sebaik-baiknya untuk menuntut ilmu. Jangan sampai menyesal di kemudian hari karena telah melakukan hal sia-sia.

Sekian pidato singkat saya di pagi hari ini, mohon maaf apabila ada ucapan yang menyinggung. Terima kasih banyak atas perhatian hadirin sekalian.

  • Pidato 4 :

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Terucap syukur yang teramat dalam kepada sang pencipta kita Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat dan rahmat yang sangat luar biasa sehingga kita dapat berkumpul dalam pertemuan ini dalam keadaan yang tidak kurang suatu apapun.

Shalawat serta salam tak henti-hentinya kita ucapkan kepada nabi besar kita, nabi akhir zaman nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman kebodohan menuju ke zaman yang terang benderang dengan ilmu seperti saat ini.

Hadirin yang berbahagia,

Hari ini tepatnya tanggal 2 mei kita semua memperingati "Hari Pendidikan Nasional" di mana seperti yang kita rasakan pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan kita, ini dapat diartikan juga bahwa setiap individu memiliki hak untuk mendapatkan dan mengembangkan dalam hal pendidikan serta merupakan pintu gerbang utama kita dalam melihat dan menyikapi keadaan dunia.

Walaupun seperti yang kita ketahui, bahwa pendidikan yang pertama kali kita dapatkan adalah pendidikan di lingkungan keluarga.

Jika kita berbicara tentang pendidikan, kurang lengkap rasanya jika kita tidak membahas tentang siapa pelopor dibaliknya, Ki Hajar Dewantara. Siapa yang tidak mengenalnya?

Beliau adalah Bapak Ki Hajar Dewantara atau yang memiliki nama Suwardi Suryaningrat.

Beliau merupakan pemimpin serta tokoh yang mempelopori pendidikan di Indonesia.

Bapak Ki Hajar Dewantara membuat semboyan sebagai bentuk usaha mewujudkan serta membangun kemerdekaan dunia pendidikan di Indonesia.

Semboyan yang digunakan yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha yang memiliki arti bahwa seorang pemimpin harus bisa menjadi suri tauladan untuk orang-orang yang berada di sekelilingnya.

Ing Madya Mangun Karsa mempunyai arti yaitu meningkatkan semangat Tut Wuri Handayani yaitu berarti terdapat seseorang yang memberikan semangat dari belakang atau memberikan dorongan moral.

Semboyan tersebut tentu memiliki makna yang sangat baik bagi pendidikan kita sampai saat ini. Bahkan hadirnya semboyan tersebut dapat mewarnai pendidikan di Indonesia.

Para pahlawan kita sudah susah payah untuk menimba ilmu di sekolah rakyat.

Oleh karena itu, dengan kita yang sudah hampir tercukupi segala ketersediaan dalam belajar harus lebih baik dalam belajar dan mengajar di bidang pendidikan.

Kita semua harus semangat dan rajin dalam menimba ilmu.

Bayangkan jika setiap guru dan siswa yang sudah mengerti dunia teknologi, dimanfaatkan dengan baik oleh setiap siswa dan masyarakat itu sendiri, maka akan menciptakan orang-orang yang kreatif, cerdas, dan berwawasan luas.

Marilah di Hari Pendidikan Nasional ini kita renungkan dan mengheningkan cipta untuk para pejuang dan guru-guru kita yang sudah mendahului kita, betapa berharganya ilmu-ilmu yang mereka ajarkan kepada kita semua, sehingga yang awalnya tidak mengetahui apa-apa menjadi lebih tahu segalanya.

Marilah kita jadikan hardiknas tahun ini sebagai awal yang baru untuk diri kita sendiri dalam belajar dan mengajar, agar tidak ada lagi kebodohan serta ketidaktahuan akan pendidikan.

Demikian pidato saya, mohon dimaafkan jika terdapat kekurangan dan kepada sang pencipta kita, saya mohon diampunkan.

Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Baca juga: Link Download Logo Hari Pendidikan Nasional 2025, Resmi dari Kemendikdasmen

  • Pidato 5 :

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua.

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas karunia dan rahmatnyalah kita dapat berkumpul bersama pada hari ini. Kali ini izinkan saya menyampaikan pidato singkat mengenai salah seorang pahlawan pendidikan, yaitu Ki Hadjar Dewantara.

Ki Hadjar Dewantara lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889 dengan nama asli Raden Mas Suryadi Suryaningrat. Beliau merupakan salah satu pahlawan yang sangat gigih dalam memperjuangkan pendidikan di Indonesia.

Hari ini, tanggal 2 Mei 2024, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional Indonesia untuk memperingati perjuangan beliau di dunia pendidikan Indonesia. Beliau berjuang di bawah bayang-bayang penjajah, sulitnya akses pendidikan, keterbatasan sarana dan prasarana dan tidak semua orang boleh bersekolah pada saat itu. Atas dasar itulah, mengapa Ki Hadjar Dewantara ingin berkontribusi bagi seluruh rakyat Indonesia terutama dalam hal pendidikan.

Ki Hadjar Dewantara pernah mendirikan perguruan Taman Siswa. Beliau juga pernah menjabat sebagai menteri pengajaran RI yang pertama. Semangat juang beliau dalam mencerdaskan kehidupan bangsa patut diacungi jempol. Tanpanya, mungkin bangsa Indonesia tidak bisa mencapai keadaan seperti saat ini.

Seharusnya kita banyak bersyukur karena hidup di zaman dimana mudah mendapatkan pendidikan. Karenanya, saya ingin mengajak kepada teman-teman semuanya untuk terus memperjuangkan cita-cita kalian. Jangan ktia sia-siakan perjuangan Ki Hadjar Dewantara dalam memperjuangkan pendidikan yang bisa kita dapatkan saat ini dengan mudah.

Cukup sekian pidato dari saya. Mohon maaf apabila ada kesalahan maupun kekeliruan dalam bertutur kata.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi.

Itulah 5 contoh pidato Hardiknas 2024 untuk jenjang SD hingga SMA.

Selamat Hari Pendidikan Nasional buat kita semua, ya, Tribunews!.

(*)

Baca berita update TribunPriangan.com lainnya di Google News

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved