Rabu, 15 April 2026

Naskah Khutbah Jumat

Naskah Singkat Khutbah Jumat 25 April 2025: Istiqamah Tebar Manfaat Setelah Ramadhan

Berikut ini disajikan Naskah Singkat Khutbah Jumat 25 April 2025/ 26 Syawal 1446 H: Istiqamah Menebar Manfaat Meski Ramadhan Telah Lewat

TribunNews.com
KHUTBAH JUMAT 2025 - Naskah Singkat Khutbah Jumat 25 April 2025/ 26 Syawal 1446 H: Istiqamah Menebar Manfaat Meski Ramadhan Telah Lewat. Ilustrasi Sholat Subuh (ummi-online.com via TribunNews.com) 

TRIBUNPRIAGAN.COM - Berikut ini terdapat Naskah Singkat Khutbah Jumat 25 April 2025/ 26 Syawal 1446 H: Istiqamah Menebar Manfaat Meski Ramadhan Telah Lewat

Salah satu rukun pada hari Jumat adalah penyamapaian Khutbah oleh sang khatib.

Islam menganjurkan supaya khutbah tidak disampaikan terlalu panjang agar jemaah tidak bosan. 

Sekadar informasi, ajuran untuk menyampaikan khutbah secara singkat terdapat di dalam sebuah hadits riwayat Muslim dan Ahmad berikut ini.

عَنْ عَمَّارِ بْنِ يَاسِرٍ قَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ طُولَ صَلاَةِ الرَّجُلِ وَقِصَرَ خُطْبَتِهِ مَئِنَّةٌ مِنْ فِقْهِهِ فَأَطِيلُوا الصَّلاَةَ وَاقْصُرُوا الْخُطْبَةَ وَإِنَّ مِنْ الْبَيَانِ سِحْرًا (رواه مسلم وأحمد)

Artinya: "Dari Ammar Ibn Yasir (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Sesunggunguhnya panjangnya sholat dan pendeknya khutbah seorang khatib adalah tanda kepahaman seseorang tentang agama. Oleh karena itu panjangkanlah sholat dan persingkatlah khutbah; sesungguhnya dalam penjelasan singkat ada daya tarik." (HR Muslim dan Ahmad)

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 25 April 2025/ 26 Syawal 1446 H: Merengkuh Sukses Hidup dengan Sabar

Ada berbagai jenis topik khutbah Jumat, namun kali ini TribunPriangan.com ingin mengulas tentang satu judul yakni Istiqamah Menebar Manfaat Meski Ramadhan Telah Lewat.

Khutbah I 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى : يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ 

Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah Puji serta syukur mari kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat yang tak terhingga kepada kita semua dengan mengucap Alhamdulillahirobbil alamiin. Semoga, dengan syukur yang terucap baik dari lisan, hati dan prilaku kita menjadi washilah dilipatgandakan nikmat tersebut oleh Allah Swt. 

Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad Saw serta kepada keluarganya, sahabatnya, para pengikutnya hingga sampai kepada kita dengan mengucap Allaahumma Sholli wasallim 'alaa sayyidina muhammad wa Alaa Aali Sayyidinaa Muhammad. Beliau telah mendidik umatnya untuk senantiasa menyadari bahwa semua berasal dari Allah dan akan kembali kepadanya. Mudah-mudahan kita senantiasa menjadi umatnya yang akan mendapatkan syafaatnya di hari akhir nanti. 

Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 25 April 2025: Mencerdaskan Diri dengan Bertafakkur

Dalam kesempatan yang sangat berbahagia ini, khatib wasiat kepada seluruh jamaah yang hadir termasuk diri pribadi untuk senantiasa menguatkan dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dalam artian menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala yang dilarang oleh-Nya. 

Apalagi pasca kita melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan suci Ramadhan, kita berharap ketakwaan yang ada dalam hati dan diri kita akan semakin kuat. 

Perlu kita ingat, bahwa tujuan utama dari syariatkannya ibadah puasa adalah mencetak pribadi bertakwa. Jika setelah berpuasa kita masih saja dengan gampang tidak menjalankan perintah Allah dan mudah melakukan larangan-Nya berarti kita tidak mendapatkan buah dari puasa. 

Allah berfirman di dalam surat al-Baqarah ayat 183: 

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved