Rabu, 13 Mei 2026

Jalan Sindangbarang Panumbangan Ciamis Rusak Parah, Warga Desa Terpaksa Swadaya

Jalan Sindangbarang Panumbangan Ciamis Rusak Parah, Warga Desa Terpaksa Swadaya

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
istimewa
RUSAK PARAH - Jalan Sindangbarang Panumbangan Ciamis Rusak Parah, Warga Desa Terpaksa Swadaya 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini


TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Rasa solidaritas warga Desa Sindangbarang, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, diuji ketika akses jalan utama desa mengalami kerusakan parah.

Di tengah keterbatasan dan belum adanya tindakan nyata dari pemerintah, masyarakat memilih turun tangan sendiri melakukan perbaikan sementara.

Jalan yang menghubungkan desa Sindangbarang dengan wilayah Kabupaten Majalengka dan sekitarnya, memiliki peran vital dalam distribusi hasil pertanian, akses ke pendidikan, dan layanan kesehatan. 

Namun selama dua tahun terakhir, kondisi jalan terus memburuk, dan mencapai titik terparah usai musim hujan serta lalu lintas kendaraan berat.

“Dalam dua hingga tiga minggu terakhir ini, jalan benar-benar tidak bisa dilalui. Kami sudah tidak bisa menunggu lagi,” ungkap Penjabat Kepala Desa Sindangbarang, Edi Muhamad Alhidayah saat dihubungi, Jumat (25/4/2025).

Berbekal semangat gotong royong, warga menggalang dana secara swadaya

Dalam waktu singkat, terkumpul sekitar Rp 5 juta, dibantu pula oleh sejumlah perusahaan lokal. 

Warga kemudian memperbaiki jalan dengan alat dan material seadanya seperti menimbun lubang, meratakan permukaan, dan membuka akses sementara.

“Memang belum ideal, tapi kendaraan sudah bisa lewat. Setidaknya roda perekonomian kembali berputar,” kata Edi.

Pemerintah Desa sebenarnya telah lama melaporkan kerusakan ini ke Dinas PUPR Kabupaten Ciamis

Namun karena keterbatasan anggaran, usulan perbaikan dilimpahkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sayangnya, belum ada kepastian soal waktu realisasi perbaikannya.

“Kami butuh kejelasan. Kalau hanya menunggu tanpa progres, warga terus jadi korban. Ini bukan hanya infrastruktur, ini soal kesejahteraan dan mobilitas masyarakat,” tegasnya.

Edi juga menyoroti penyebab utama kerusakan, mulai dari curah hujan tinggi akibat letak geografis di perbukitan, hingga kendaraan berat yang tidak terkontrol melintas di jalur desa.

Dengan lebih dari 1.000 warga bergantung pada akses ini, termasuk anak sekolah dan petani, Edi berharap pemerintah memberikan prioritas. 

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved