Selasa, 5 Mei 2026

Wacana Provinsi Bandung Raya

4 Daerah yang Disebut Bakal Jadi Provinsi Bandung Raya Lepas dari Jabar, Lebih Besar dari Singapura

5 daerah yang akan jadi bagian Provinsi Bandung Raya yang diwacanakan Bupati Bandung, Dadang Supriatna, lebih besar dan lebih banyak dari Singapura

Tayang:
Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
PROVINSI BANDUNG RAYA - 4 daerah bakal menjadi bagian dari Provinsi Bandung Raya yang diwacanakan Bupati Bandung, Dadang Supriatna. Gabungan keempat daerah itu, yaitu Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat, jauh lebih besar wilayahnya dari Singapura, bahkan jumlah penduduknya pun lebih banyak. 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama 

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - 4 daerah bakal menjadi bagian dari Provinsi Bandung Raya yang diwacanakan Bupati Bandung, Dadang Supriatna. Gabungan keempat daerah itu jauh lebih besar wilayahnya dari Singapura, bahkan jumlah penduduknya pun lebih banyak.

Wacana menjadi provinsi baru itu mencuat dalam pidato Bupati Bandung, Dadang Supriatna, saat Rapat Paripurna Hari Jadi ke-384 Kabupaten Bandung, Senin (21/4/2025).

Keempat daerah itu adalah Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat.

Dalam pernyataannya, Dadang berpendapat Kabupaten Bandung sudah sangat layak untuk menjadi provinsi baru, lepas dari Jawa Barat. Selain karena jumlah penduduknya yang lebih banyak, latar belakang sejarah menjadi alasan kuat.

"Kabupaten Bandung melahirkan daerah, total ada empat daerah. Pertama Kabupaten Bandung dengan luas penduduknya 3,7 juta jiwa. Terus melahirkan Kota Bandung kurang lebih 2 sampai 3 juta jiwa. Terus melahirkan Kota Cimahi kurang lebih 1 jutaan. Melahirkan lagi Bandung Barat sekitar 1,5 juta jiwa," ujarnya saat di Gedung DPRD Kabupaten Bandung pada Senin (21/4/2025).

Dengan total penduduk di Bandung Raya tersebut, Dadang mengatakan bahwa hal itu sudah bisa dikatakan layak untuk Kabupaten Bandung menjadi provinsi baru. Bahkan jika dibandingkan dengan negara Singapura, jumlah penduduknya jauh lebih banyak.

"Ya kalau kita total Bandung Raya saja hampir 10 juta, dibandingkan dengan Singapura negara itu kan hanya 2.500.000," katanya.

Baca juga: Wacana Provinsi Bandung Raya Keluar dari Jabar Kembali Dicetuskan Bupati Bandung Dadang Supriatna

Baca juga: Bupati Bandung Dadang Supriatna Wacanakan Provinsi Bandung Raya Lepas dari Jabar, Ini Alasannya

Pria yang akrab disapa Kang DS tersebut mengatakan, jika seandainya ada peluang untuk pemekaran suatu daerah, maka pembentukan provinsi baru akan lebih relevan ketimbang membentuk kabupaten atau kota baru.

"Jadi kalau seandainya kita mau pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB), saya lebih setuju provinsi Bandung Raya dibandingkan dengan kabupaten, kota, ataupun provinsi yang lain. Karena berdasarkan histori," ucapnya.

Meski demikian, Kang DS menegaskan bahwa pembentukan provinsi baru bukanlah keputusan yang bisa diambil oleh kepala daerah. Pasalnya semua itu tetap bergantung pada regulasi dan proses legislasi di tingkat pusat.

"Tinggal diganti nanti provinsinya jadi Provinsi Bandung Raya. Ini kan harapan dan keinginan. Persoalan di setuju atau tidak, ya tergantung undang-undang yang akan memutuskan," ujarnya.

Pemekaran Wilayah

Pemekaran wilayah atau pembentukan daerah otonomi baru (DOB) di wilayah Jawa Barat bukan hal yang baru. 

Pada 2000, Provinsi Banten, yang sebelumnya bagian dari Jawa Barat, resmi berdiri sebagai daerah otonom berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000, pada tanggal 18 November 2000.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved