Sabtu, 2 Mei 2026

Hari Kartini

5 Teks Naskah Amanat Pembina Upacara Peringati Hari Kartini 2025, Penuh Makna dan Menyentuh Hati

5 Teks Naskah Amanat Pembina Upacara Peringati Hari Kartini 2025, Penuh Makna dan Menyentuh Hati

Tayang:
Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: ferri amiril
Tribunpriangan.com/Ai Sani Nuraini
HARI KARTINI 2025 - Kumpulan Teks Amanat Pembina Upacara Peringati Hari Kartini 2025. (Foto: Upacara di SMA Negeri 1 Ciamis, Senin (6/1/2025, Dok: Tribunpriangan.com/Ai Sani Nuraini). 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Setiap 21 April, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai bentuk penghormatan atas perjuangannya. Raden Ajeng (RA) Kartini dikenal sebagai pelopor emansipasi perempuan di Indonesia.

Momen ini biasanya dirayakan dengan berbagai kegiatan, seperti perlombaan, baik di sekolah, tempat tinggal, perkantoran, organisasi, maupun komunitas. Beragam kalangan pun bisa turut meramaikannya.

Adapun salah satu kegiatan yang sring dilaksanakan pada hari nasioal tersebut adalah, upacara bendera.

Dalam pelaksanaan upacara, kerap di buka dengan Amanat dari pembina upacara.

Berikut ini TribunPriangan telah merangkum beberapa contoh teks amanat yang bisa dijadikan contoh.

Baca juga: 35 Ucapan Hari Kartini 21 April 2025 yang Manis, Cocok Dibagikan untuk Ibu Juga Postingan Sosmed

5 Teks Amanat Pembina Upacara Bendera Hari Kartini 2025

1. Dari Kartini Kita Belajar Arti Perjuangan

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati Bapak/Ibu guru, serta anak-anak yang saya banggakan,

Hari ini kita memperingati Hari Kartini, sosok pahlawan perempuan yang tidak hanya dikenal karena keberaniannya, tapi juga karena semangat perjuangannya yang luar biasa. Dari kisah Kartini, kita tidak hanya mengenal tokoh sejarah—kita belajar tentang arti perjuangan yang sesungguhnya.

Kartini berjuang bukan dengan senjata, tapi dengan pena dan pikiran. Ia hidup di zaman ketika perempuan dipinggirkan, tidak diberi ruang untuk belajar, bahkan tidak bebas menentukan jalan hidupnya. Tapi beliau tidak menyerah pada keadaan. Ia menulis, berpikir, dan menyuarakan bahwa perempuan juga berhak untuk maju dan berpendidikan.

Perjuangan seperti ini bukanlah hal yang mudah. Kartini melawan tradisi yang kuat dan pandangan masyarakat yang sempit. Tapi justru dari sanalah kita bisa belajar, bahwa perjuangan itu butuh tekad, keberanian, dan keyakinan. Ia tahu mungkin ia tidak akan langsung melihat hasilnya, tapi ia percaya bahwa langkah kecilnya akan membawa perubahan besar suatu hari nanti.

Anak-anakku yang saya banggakan,

Hari ini perjuangan belum selesai. Kita memang sudah hidup di zaman yang lebih bebas, lebih terbuka, tapi bukan berarti tidak ada tantangan. Perjuangan sekarang adalah bagaimana kalian terus belajar, tidak cepat menyerah, dan mampu membuktikan bahwa anak muda Indonesia bisa berprestasi dan membawa perubahan.

Jadi, dari Kartini kita belajar bahwa perjuangan tidak selalu tentang hal besar. Kadang, perjuangan itu sesederhana tetap semangat belajar walau sulit, tetap jujur meski tergoda mencontek, atau tetap sopan dan santun di tengah zaman yang makin bebas.

Mari kita teruskan semangat Kartini, dengan menjadi pribadi yang kuat, mandiri, dan punya tekad untuk terus berkembang.

Terima kasih atas perhatian kalian.

Baca juga: 21 April Memperingati Hari Kartini, Libur Kah? Ini Jadwal Sisa Tanggal Merah Hingga Akhir Tahun

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved