Minggu, 12 April 2026

Naskah Khutbah Jumat

Naskah Singkat Khutbah Jumat 18 April 2025: Mengobati Hati dari Penyakit Riya

Berikut Ini Dia Naskah Singkat Khutbah Jumat 18 April 2025: Mengobati Hati dari Penyakit Riya

Tribunpriangan.com/Dedy Herdiana
NASKAH KHUTBAH JUMAT - Sejumlah jamaah saat mendengar khutbah Jumat di Masjid Agung Trans Studio Bandung, Jumat (21/2/2025). Berikut Naskah Singkat Khutbah Jumat 18 April 2025: Mengobati Hati dari Penyakit Riya 

TRIBUNPRIANGAN.COM – Tribuners, sesudah kita menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, kita berharap menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Salah satunya dalam hal bersikap, jangan sampai kita berperilaku riya atau sombong dengan apa yang kita punya.

Sejatinya, penyakit riya ini pun akan menghapus dan membatalkan amal saleh kita.

Riya dapat menghapus hingga membatalkan amal saleh yang telah dikerjakan oleh seorang muslim.

Riya pun akan membuah salat mereka dikatakan tidak akan diganjar pahala oleh Allah SWT.

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 18 April 2025: Menabung Amal di Sisa Usia yang Makin Berkurang

Berbicara perihal Jumat esok hari, tepatnya di hari Jumat tanggal 18 April 2025, kita selaku laki-laki beragama muslim akan melaksanakan ibadah Salat Jumat.

Hari Jumat yang merupakan Sayyidul Ayyam atau Penghulunya Hari pun diyakini oleh kaum muslimin sebagai hari yang penuh keberkahan.

Khusus untuk khutbah pada Jumat esok hari, berikut merupakan naskah khutbah Jumat yang sudah TribunPriangan.com lansir dari NU Online untuk tanggal 18 April 2025 bertemakan "Mengobati Hati dari Penyakit Riya".

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 18 April 2025: Puasa Syawal Sebagai Penyempurna Ramadhan

Khutbah 1

الحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقَهُ الْقُرْآنُ

أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: لَا خَيْرَ فِيْ كَثِيْرٍ مِّنْ نَّجْوٰىهُمْ اِلَّا مَنْ اَمَرَ بِصَدَقَةٍ اَوْ مَعْرُوْفٍ اَوْ اِصْلَاحٍۢ بَيْنَ النَّاسِۗ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِِيمًا

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 18 April 2025: Meraih Pahala Puasa di Sisa Bulan Syawal

Jamaah sekalian yang dirahmati Allah,

Takwa adalah kata yang ringan untuk diucapkan, akan tetapi berat dalam timbangan amal perbuatan. Takwa tempatnya adalah hati. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menunjuk ke dadanya tiga kali dan mengatakan:

 اَلتَّقْوَى هَا هُنَا، اَلتَّقْوَى هَا هُنَا (رَوَاهُ أَحْمَدُ فِي مُسْنَدِهِ) ـ Artinya: “Takwa ada di sini, takwa ada di sini” (HR Ahmad dalam Musnad-nya).

Jadi, hati adalah pemimpin anggota badan. Jika hati baik, maka seluruh anggota badan akan baik sehingga orang menjadi bertakwa. Sebaliknya jika hati rusak, maka anggota badan menjadi rusak sehingga orang menjadi pelaku maksiat.

Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 18 April 2025: Sadari Waktu Terus Berputar, Usia Makin Berkurang

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved