Minggu, 19 April 2026

Katumbiri Sulam Perca dan Bordir Lahirkan Karya Seni Khas Tasikmalaya Sejak 2013

Katumbiri Sulam Perca dan Bordir Lahirkan Karya Seni Khas Tasikmalaya Sejak 2013

Penulis: Aldi M Perdana | Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/aldi m perdana
SULAM PERCA - Katumbiri Sulam Perca dan Bordir Lahirkan Karya Seni Khas Tasikmalaya Sejak 2013 

Laporan Jurnalis TribunPriangan.com, Aldi M Perdana

TRIBUNPRIANGAN.COM, TASIKMALAYA - Di jajaran pertokoan Jalan HZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, garasi kecil dari sebuah rumah tampak dipenuhi barang-barang yang tidak akan ada di tempat lain.

Siapa sangka rumah berlantai dua dan bercat ungu-putih yang dihimpit oleh restoran soto dan toko bangunan itu melahirkan karya seni khas Tasikmalaya sejak 2013 silam.

"Semua yang ada di sini, enggak ada di tempat lain. Bahkan masing-masing barang di sini, enggak akan sama satu dengan yang lainnya," ucap Rini Sundari Nur Annisa, pemilik UMKM Katumbiri Sulam Perca dan Bordir kepada TribunJabar.id pada Sabtu (22/3/2025).

Usaha milik Rini tesebut diketahui membuat produk-produk sulam perca, sulam benang, serta bordir dalam bentuk fashion.

"Awalnya dulu, tahun 2013, saya hobi merajut," tuturnya.

Hal tersebut dilakukan Rini untuk mengisi waktu luang.

Kesehariannya sebagai ibu rumah tangga, usai mengantar anaknya ke sekolah, kemudian menyelesaikan pekerjaan rumah, Rini menyibukan diri dengan menyulam.

"Awalnya itu saya menyulam mukena untuk anak-anak. Jadi, mukena itu disulam perca. Ternyata banyak yang minat mau beli. Akhirnya saya tekuni tuh," jelas dia.

Buntut ketekunannya itu, lambat laun Rini merambah ke produk lain.

Kali itu tak hanya mukena untuk anak-anak yang disulamnya, melainkan tas, baju, gantungan kunci, dan barang-barang lainnya.

"3 tahun sejak saya mulai menyulam itu, jadi serius tuh. Awalnya 'kan di lantai atas (red: menyulam dan menyimpan produk). Akhirnya saya memutuskan buka toko tahun 2016," ungkap Rini.

Toko yang dimaksud merupakan garasi kecil di rumahnya.

Di sana, ia mulai berani memajang hasil tangannya yang memang tidak memiliki kesamaan dengan barang lainnya.

"Waktu itu sudah ada yang kerja, bikin sulam perca dan sulam benang. Nah, berhubung produk seperti ini tuh handmade ya, jadi ya enggak bakal ada yang sama deh. Seandainya saya mau buat yang serupa, pasti enggak bakal bisa sama persis, makanya barang-barang di sini tuh enggak bakal ada di tempat lain," tutur Rini.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved