Jumat, 1 Mei 2026

Ramadan 2025

Bacaan Doa Sohih Lailatul Qadar Allahumma Innaka Afuwwun Arab dan Latin, Baca di 10 Malam Terakhir

Bacaan Doa Sohih Lailatul Qadar Allahumma Innaka Afuwwun Arab dan Latin, Baca di 10 Malam Terakhir

Tayang:
Kompas.com
DOA LAILATUL QADAR - Bacaan Doa Sohih Lailatul Qadar Allahumma Innaka Afuwwun Arab dan Latin, Baca di 10 Malam Terakhir (PIXABAY/MOHAMED_HASSAN) 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Malam Lailatul Qadar adalah malam yang istimewa di bulan Ramadan. 

Di malam Lailatul Qadar ibadah yang dilakukan setiap muslim pada malam ini lebih baik dari ibadah selama seribu bulan.

Salah satu amalan utama yang dianjurkan pada malam ini adalah berdoa kepada Allah SWT. 

Doa merupakan sarana terbaik untuk mendekatkan diri kepada-Nya, memohon ampunan, serta meminta keberkahan dan petunjuk dalam kehidupan.

"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam Saw) beri'tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan dan dia bersabda, yang artinya: "Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Romadhon" " (HR: Bukhari dan Muslim).

Baca juga: Kumpulan Tema Kultum Ramadhan 2025, Tentang Keistimewaan Malam Lailatul Qadar

Doa Lailatul Qadar 

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي 

Arab-latin: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul-'afwa, fa'fu 'anni. 

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan senang memaafkan, maka maafkanlah kesalahanku." (Ibnu Majah no. 3850) 

Dijelaskan bahwa, Rasulullah mengajarkan doa ini kepada istrinya, Aisyah Rhadiyallhu'anha bertanya tentang amalan doa ketika berada di malam Lailatul Qadar. 

Baca juga: Tema Kultum Ramadhan 2025 Tentang Keistimewaan Malam Lailatul Qadar

Amalan Lailatul Qadar 

Ustadz Abdul Somad mengutip sebuah hadist untuk menjelaskan amalan malam Lailatul Qadar. 

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ 

"Man shoma romadhona imanan wahtisaban ghufiro lahu maa taqoddama min dzanbih“ 

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” ( HR. Bukhari No. 38, 1910, 1802 ) 

"Siangnya siam (puasa Ramadan). Siam itu puasa tapi tetap beraktivitas tapi menundukkan pandangan, tahan lidah," ujar Ustadz Abdul Somad. 

"Sedangkan malamnya qiyam (tegak). Siapa yang qiyam di tengah malam karena iman dan hanya mengharapkan balasan dari Allah SWT, habis Magrib ke Isya, habis Isya dengarkan kultum habis itu tarawih, habis tarawih witir, lalu tadarus, tidur. Jangan nonton televisi, nanti payah tahajud malam," pesan Ustadz Abdul Somad. 

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved