Jumat, 15 Mei 2026

Pesantren Kilat Ramadan di PP Alhidayah Haurkuning dan SMAN 1 Cihaurbeuti Resmi Ditutup

Irpan, pengajar sekaligus pengurus pondok, juga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya memberikan manfaat bagi individu

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Dedy Herdiana
PESANTREN KILAT DITUTUP ciamis 20 Maret 2025
PESANTREN KILAT DITUTUP - Kegiatan Pesantren Kilat Ramadan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Alhidayah Haurkuning Pamokolan bersama SMAN 1 Cihaurbeuti resmi berakhir pada Kamis malam, 20 Maret 2025. 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Kegiatan Pesantren Kilat Ramadan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Alhidayah Haurkuning Pamokolan bersama SMAN 1 Cihaurbeuti resmi berakhir pada Kamis malam, 20 Maret 2025. 

Acara ini menjadi momentum refleksi spiritual bagi para siswa, santri, serta tenaga pengajar dalam memperdalam ilmu agama selama bulan suci.

Penutupan kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari Ciamis Intellectual Education (CIE), Aris Kurnia dan Tsamrotul Fauziah. 

Dalam sambutannya, Kepala SMAN 1 Cihaurbeuti, Dikdik Kusmana, menekankan pentingnya mengamalkan ilmu yang telah didapatkan selama pesantren kilat, baik di bulan Ramadan maupun dalam kehidupan sehari-hari.

"Saya berharap ilmu yang diperoleh selama kegiatan ini tidak hanya menjadi wawasan, tetapi juga diterapkan untuk membentuk pribadi yang lebih baik, lebih beriman, dan lebih bertakwa kepada Allah SWT," ujar Dikdik Kusmana, Jumat (21/3/2025).

Baca juga: Kodim 0613/Ciamis Gelar Bazar Murah Jelang Lebaran dan Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim

Hal senada disampaikan oleh Pimpinan PP Alhidayah Haurkuning, Ustadz Abdul Hapid.

Menurutnya, pesantren kilat memberikan kesempatan bagi peserta untuk lebih memahami nilai-nilai keislaman dan memperkuat ibadah.

"Banyak nilai-nilai keislaman yang bisa dipetik selama pesantren kilat ini. Semoga ilmu yang didapat menjadi bekal dalam kehidupan mereka ke depan," katanya.

Sementara itu, Maojan Ali Dzulfakor, salah satu pengajar, menyoroti pentingnya peran guru dan panitia dalam menyebarkan ilmu yang bermanfaat.

"Semua ilmu yang ditransfer dalam kegiatan ini Insya Allah menjadi amal jariah bagi para ustadz, ustadzah, dan seluruh panitia pelaksana," ujarnya.

Irpan, pengajar sekaligus pengurus pondok, juga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya memberikan manfaat bagi individu, tetapi juga bagi kemajuan agama, bangsa, dan negara.

"Saya yakin kegiatan ini menjadi langkah awal yang baik dalam membangun lingkungan pendidikan yang lebih religius, baik di jalur formal maupun nonformal," kata Irpan.

Ia juga menyampaikan harapan agar pemerintah, khususnya Gubernur Jawa Barat, lebih memperhatikan pondok pesantren di daerah.

"Kami berharap Pak Gubernur dapat memberikan perhatian lebih kepada pondok pesantren, terutama dalam peningkatan sarana dan prasarana bagi santri," ungkapnya.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved