Sabtu, 16 Mei 2026

Naskah Khutbah Jumat

Naskah Khutbah Jumat 21 Ramadhan 1446 H: Menjaga Konsistensi Ibadah di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Naskah Khutbah Jumat 21 Ramadhan 1446 H: Menjaga Konsistensi Ibadah di Pertengahan Bulan Ramadhan

Tayang:
Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: ferri amiril
Dok Tribun Kaltim
NASKAH KHUTBAH JUMAT - Menjaga Konsistensi Ibadah di Pertengahan Bulan Ramadhan. Ilustrasi Salat Berjamaah di Masjid. (Dok: Arsip TribunPriangan.com/Dok Tribun Kaltim) 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Ramadan adalah bulan penuh berkah yang memberikan kesempatan besar bagi setiap Muslim untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak amal ibadah, serta memperbaiki diri.

Dalam setiap khutbah Jumat selama bulan Ramadan, para khatib memiliki tanggung jawab besar untuk mengingatkan jemaah tentang pentingnya memanfaatkan bulan suci ini dengan sebaik-baiknya.

Sebagai bulan yang penuh dengan ampunan dan rahmat, Ramadan mengajarkan umat muslim untuk lebih sabar, disiplin, serta lebih peduli terhadap sesama.

Berikut terdapat salah satu tema khutbah Jumat Ramadhan 2025 yang bisa menjadi inspirasi bagi para khatib dan jemaah untuk semakin menguatkan keimanan dan memperbaiki kualitas ibadah, dengan judul Mempersiapkan Diri Menyambut Idul Fitri, yang dikutip dari kemenag.go.id.

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ نَوَّرَ قُلُوْبَ أَوْلِيَائِهِ بِأَنْوَارِ الْوِفَاقِ، وَرَفَعَ قَدْرَ أَصْفِيَائِهِ فِيْ الْأَفَاقِ، وَطَيَّبَ أَسْرَارَ الْقَاصِدِيْنَ بِطِيْبِ ثَنَائِهِ فِيْ الدِّيْنِ وَفَاقَ، وَسَقَى أَرْبَابَ مُعَامَلَاتِهِ مِنْ لَذِيْذِ مُنَاجَتِهِ شَرَابًا عَذْبَ الْمَذَاقِ، فَأَقْبَلُوْا لِطَلَبِ مَرَاضِيْهِ عَلَى أَقْدَامِ السَّبَاقِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْبَرَرَةِ السَّبَاقِ، صَلَاةً وَسَلَامًا اِلَى يَوْمِ التَّلَاقِ

Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 21 Ramadhan 1446 H/ 21 Maret 2025: Ramadhan Melatih Kejujuran

شْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً صَفَا مَوْرِدُهَا وَرَاقَ، نَرْجُوْ بِهَا النَّجَاَةَ مِنْ نَارٍ شَدِيْدَةِ الْاَحْرَاقِ، وَأَنْ يَهُوْنَ بِهَا عَلَيْنَا كُرْبُ السِّيَاقِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَشْرَفَ الْخَلْقِ عَلَى الْاِطْلَاقِ، اَلَّذِيْ أُسْرِيَ بِهِ عَلَى الْبَرَاقِ، حَتَّى جَاوَزَ السَّبْعَ الطِّبَاقِ. أَمَّا بَعْدُ، أَيُّهَا الْاِخْوَانُ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ، بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Ma'asyiral muslimīn a'azzakumullāh,

Mengawali khutbah yang singkat ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita kepada Allah subhanahu wa ta'ala dengan menjalankan semua kewajiban dan menjauhkan diri dari segala yang dilarang dan diharamkan.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Jika kita ibaratkan arena pacuan kuda, maka bulan Ramadhan merupakan momen bagi umat Muslim untuk berlomba-lomba meraih pahala ibadah sebanyak mungkin. Ada yang siang malam bertadarus Al-Qur'an, ada pula yang rajin shalat tarawih dari rakaat pertama sampai witir, ada juga yang rajin berjamaah shalat lima waktu ke masjid tanpa absen, dan sebagainya.

Namun, tidak jarang kita temui orang hanya semangat di awal, tapi begitu masuk separuh bulan terakhir stamina ibadahnya menurun. Riuh suara tadarus Al-Qur'an mulai redup, jumlah shaf shalat tarawih hilang baris demi baris, intensitas jamaah shalat lima waktu di masjid juga mulai menurun. Inilah realita naik turun semangat ibadah yang kerap ditemui saat Ramadhan. Oleh sebab itu, perlu kita cari obatnya.

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 21 Maret 2025, Momen 10 Hari Terakhir Ramadhan: Siapkan Diri Sambut Idul Fitri

Ma'asyiral muslimīn a'azzakumullāh,

Ada beberapa tips untuk merawat semangat ibadah saat Ramadhan, di antaranya yang pertama adalah hindari makan terlalu kenyang. Sudah menjadi kebiasaan, waktu berbuka puasa seolah menjadi momen "balas dendam" setelah seharian penuh menahan lapar dan dahaga. Segala rupa hidangan disajikan di meja makan. Selesai buka puasa perut kekenyangan sehingga menyebabkan malas bergerak, termasuk untuk beribadah. Inilah penyebab umum malas beribadah, terutama shalat tarawih, yang dialami banyak orang saat Ramadhan. Makan terlalu kenyang merupakan bentuk perilaku berlebihan yang dilarang oleh agama. Allah SWT berfirman,

يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّه لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved