Senin, 13 April 2026

5000 Petani dan Buruh Tani Tembakau di Sumedang Dapat Bantuan Jaminan Keselamatan Kerja

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang didapatkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang dikembalikan lagi untu

Penulis: Kiki Andriana | Editor: bisnistribunjabar
kiki andriana/tribun jabar
NISYE SUMANIKA - Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnakertrans Kabupaten Sumedang, Nisye Sumanika 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

 

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang didapatkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang dikembalikan lagi untuk kesejahteraan petani dan buruh tani tembakau

Sebagian dana itu dipakai oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumedang untuk membantu buruh dan tani tembakau dari sisi jaminan keselamatan kerja. 

Uang itu dipakai untuk bantuan membayar BPJS Ketenagakerjaan para petani dan buruh tani tembakau

Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnakertrans Sumedang, Nisye Sumanika Permatasari mengatakan tahun 2025 ini, pemerintah mengalokasikan bantuan untuk lebih dari 6.000 petani dan buruh tani. 

Bantuan premi tersebut disiapkan untuk Januari-Desember 2025.

Para petani dan buruh tani diverifikasi datanya sehingga sesuai dengan kriteria penerima bantuan itu. 

"Ada 7000-an yang terdaftar, namun hasil verifikasi terakhir ada 5.870 petani tembakau, sama buruh industri tembakau," kata Nisye kepada Tribun Jabar.id, Kamis (20/3/2025). 

Menurutnya, dalam komposisi itu lebih banyak petani tembakau. Yang termasuk kategori buruhnya, hanya 200-an orang.

"Ini ada beberapa yang sebelumnya sudah terdaftar, ada pula yang baru. Verifikasinya dari BPJS langsung," 

"BPJS Ketenagakerjaan, programnya yang diikuti kecelakaan kerja dan kematian, ini kita jaminan sosial saja, antisipasi bilamana terjadi kecelakaan, bahkan sampai meninggal dunia," katanya.  

Dia mengatakan, kasus yang meninggal dunia disantuni kematian. Tahun ini ada beberapa petani dan buruh tani tembakau yang meninggal dunia. 

"Rencananya akan diserahkan langsung Pak Bupati," 

"Ya itu dari DBHCHT, dari cukai sesuai peruntukannya ke petani tembakau," katanya.  

Nisye menjelaskan, program ini berjalan per-alokasi anggaran. Dia berharap ke depan, jika suatu alokasi selesai, ada alokasi anggaran lain yang bisa membuat programl bantuan untuk petani tembakau ini berlanjut.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved