Kampung Ramadan Gada Membaca Wadah Literasi dan Edukasi di Winduraja Ciamis
Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Ciamis, Kania Ernawati Herdiat, bangga terhadap keberadaan Komunitas Gada Membaca.
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Gelar Aldi Sugiara
Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Ciamis membuka Kampung Ramadan Gada Membaca di Desa Winduraja, Kecamatan Kawali.
Diinisai oleh Agus Munawar, Gada Membaca ini kini telah menjadi komunitas dengan lebih dari 2.000 anggota.
Gada Membaca menjadi ruang interaksi bagi berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, dalam mengakses ilmu pengetahuan melalui buku.
Baca juga: Gerakan Pangan Murah Ciamis Digelar untuk Tekan Inflasi dan Stabilisasi Harga, Masyarakat Terbantu
Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Ciamis, Kania Ernawati Herdiat, bangga terhadap keberadaan Komunitas Gada Membaca.
Menurutnya, tempat baca Gada Membaca memberikan alternatif positif bagi masyarakat, terutama di bulan Ramadan.
"Saat menunggu waktu berbuka, membaca menjadi aktivitas yang tidak terasa. Tahu-tahu sudah maghrib, tapi ilmu yang didapat luar biasa," ujarnya, Kamis (13/3/2025).
Ia berharap program Kampung Ramadan ini dapat terus berjalan setiap tahun dan menginspirasi daerah lain untuk mengadakan kegiatan serupa.
Baca juga: Angin Kencang Sapu 4 Desa di Ciamis Hingga Sebabkan Kerusakan yang Cukup Parah
Sementara Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ciamis, Dadan Wiadi, menekankan pentingnya pemanfaatan taman baca masyarakat, perpustakaan desa, hingga fasilitas literasi di masjid dan pesantren untuk mendukung minat baca.
"Tingkat kegemaran membaca masih dalam tahap sedang, tetapi indeks pembangunan literasi masyarakat di Ciamis sudah tinggi. Ini membuktikan bahwa gotong royong dan kolaborasi dalam meningkatkan literasi terus berjalan," jelasnya.
Lebih lanjut, Dadan menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan fasilitas literasi di berbagai wilayah.
Menurutnya, tantangan utama bukan hanya menyediakan buku, tetapi juga menciptakan lingkungan yang nyaman dan menarik agar masyarakat semakin termotivasi untuk membaca.
"Harapannya, sekolah-sekolah, pesantren, dan komunitas lainnya bisa memanfaatkan perpustakaan yang ada. Ngabuburit dengan membaca adalah cara yang positif untuk mengisi waktu luang," tambahnya.
Kampung Ramadan Gada Membaca tidak hanya menyediakan buku bacaan dari berbagai kategori, seperti pengetahuan umum, agama, dan cerita, tetapi juga mendukung pengembangan diri serta UMKM bagi masyarakat yang ingin merintis usaha.
Dengan semakin banyaknya aktivitas yang bisa dilakukan di sini, Gada Membaca menjadi contoh bahwa literasi bukan sekadar membaca, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk maju dan berkembang.(*)
| Sekda Ciamis Soroti Kepemimpinan Profetik, IMM Diminta Pegang Nilai-nilai Kenabian |
|
|---|
| Masih Ada Waktu Untuk Adakan Acara Walimatussafar, Simak Contoh Kalimat Sambutan dan MC |
|
|---|
| Monyet Lepas dari Saung Sule Ganggu Warga Cijeungjing Ciamis |
|
|---|
| Ular Sanca 3,5 Meter Muncul di Depan MAN Ciamis, Petugas Damkar Turun Tangan Mengevakuasi |
|
|---|
| 15 Pemuda Karang Taruna Sadananya Ikuti Pelatihan Tata Boga, Dinsos Ciamis Dorong Peluang Usaha Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/KAMPUNG-RAMADAN-CIAMIS-UHUY.jpg)