Rabu, 15 April 2026

Ramadan 2025

Naskah Singkat Kultum Tarawih 9 Ramadhan 1446 H/ 2025: Ramadhan sebagai Bulan Jihad

Berikut ini terdapat Naskah Singkat Kultum Tarawih 9 Ramadhan 1446 H/ 2025: Ramadhan sebagai Bulan Jihad

Kolase TribunPriagan.com
NASKAH KULTUM RAMADHAN - Naskah Kultum Singkat Caramah Tarwih 9 Ramadhan 1446/ 9 Maret 2025: Ramadhan sebagai Bulan Jihad. Ilustrasi Sholat Tarawih bulan Ramadhan. (Dok: Arsip TribunPriangang.com/Tribuncirebon.com/Handhika Rahman) 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Ramadhan datang dengan segala keutamaan.

Selama sebulan penuh, umat Islam seluruh dunia serentak melaksanakan ibadah puasa dengan niat memenuhi perintah Allah.

Dalam Islam, selain bernilai ibadah dan bukti ketaatan seorang hamba kepada Tuhannya, puasa memiliki banyak keutamaan.

Selain berpuasa, para muslim diwajibkan untuk terus memperbaharui keimanannya di bulan sebagai nilai tambah pahala.

Salah satu amalan penambah iman di bulan adalah mendengar kultum dari penceramah.

Baca juga: 20 Tema Kultum Ramadhan 2025, Cocok Dibawakan Jelang Tarawih dan Usai Salat Wajib

Kultum adalah akronim dari kuliah tujuh menit yang berisi pesan atau nasihat kebaikan kepada sesama muslim di depan umum.

Kultum biasanya disampaikan oleh pendakwah, ustaz, tokoh atau para bapak yang memiliki tanggung jawab untuk mengisi sesi tersebut.

Nah, di bulan Ramadhan, kultum biasanya mudah ditemui dan disampaiakan sebelum buka puasa, sebelum salat tarawih atau sesudah subuh.

Selama bulan Ramadhan kita akan sering bertemu dengan sesi kultum di berbagai ranah, seperti masjid, mushola, suro, bahkan disiarkan sebagai tayangan TV, Youtube, dan lain-lain.

Untuk menghidupkan malam awal Ramadhan dengan semangat beribadah, beriktu ini TribuPriangan.com telah menyediakan satu naskah kultum atau ceramah salat Tarawih Ramadhan 2025, yang berjudul Ramadhan sebagai Madrasah Sabar.

Baca juga: Naskah Kultum Tarawih Singkat 8 Ramadhan 1446 H/8 Maret 2025: Hakikat Ibadah Puasa

Ramadhan sebagai Madrasah Jiha

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

إِنَّ الْحَمدُ لِلَّهِ نَحمده ونستعينه ونستغفره ونستهديه ونعوذ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهدها الله وہ فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له. أشهد أن لا إله إلا الله وأَشْهَدُ أَنَّ محمدا عبده ورسوله. اللهم صلِ وسلم وَبَارِكْ عَلَى سيدنا محمد وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهَدَاهُ إلى يوم الْقِيَامَةِ أَمَّا بعد

Bapak ibu yang saya hormati, segala puji kita panjatkan kepada Allah. Kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan, dan petunjuk hanya kepada-Nya.

Pada kesempatan yang mulia ini al-faqir mengingatkan diri sendiri dan mengajak kepada jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wata'ala. Ketakwaan yang tidak sekadar menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya tetapi juga yang mengandung kesadaran bahwa semua itu sebagai bagian dari kebutuhan hidup, bukan tugas formal semata.

Alhamdulillah, kita hingga detik ini masih dikaruniai umur untuk berjumpa dengan Ramadhan tahun ini serta kemampuan melaksanakan kewajiban puasa dan ibadah-ibadah lainnya. Ini bukan hanya anugerah semata, tetapi juga sekaligus tantangan yang sangat berat.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved