BUMN Konstruksi Dinilai Pegang Peran Vital Pembangunan, RJPP 2025 Diharapkan Beri Manfaat
Berkat pembangunan yang dilakukan BUMN Konstruksi, sejumlah infrastruktur memadai bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - BUMN Konstruksi Waskita telah menetapkan jangka panjang perusahaan (RJPP) 2024-2029.
"Dalam rencana jangka panjang perusahaan (RJPP) 2024-2029, pihaknya sudah menetapkan beberapa pilar strategis lainnya, yakni pengembangan usaha, peningkatan SDM, governance risk & compliance, serta digitalisasi. Lewat keempat pilar ini semoga Waskita menjadi perusahaan terdepan dalam membangun ekosistem berkelanjutan bisa tercapai," kata Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa, Rabu (5/3/2025).
Ermy menambahkan, terkait pertumbuhan usaha, mereka fokus pada perolehan nilai kontrak baru (NKB).
Dalam pelaksanaannya, kata Ermy, mereka membentuk komite manajemen resiko guna menilai resiko dan kelayakan proyek sebelum memutuskan untuk mengambil proyek dan melaksanakan tender.
Baca juga: Daftar Link Mudik Gratis dari BUMN, Lengkap Rute, Kuota, dan Jadwal Keberangkatan
"Perseroan sudah melakukan sentralisasi keuangan. Sehingga, keuangan tidak lagi diatur masing-masing divisi tapi terpusat, dan pengelolaannya menjadi lebih maksimal. Jadi, pembayaran vendor langsung diatur pusat,” ujarnya.
Pada 2024, perusahaan berhasil memberikan kontribusi pajak signifikan kepada negara sebesar Rp2,9 triliun.
Jumlah itu meningkat sekitar 107 persen year on year (yoy) dibandingkan kontribusi pajak Waskita pada 2023 yang sebesar Rp1,4 triliun.
Baca juga: 9 Link Daftar Mudik Gratis dari BUMN, Lengkap Rute, Kuota, dan Jadwal Keberangkatan
Sebelumnya, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erna Rini mengatakan BUMN Konstruksi seperti Waskita Karya memegang peranan vital dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Pasalnya, berkat pembangunan yang dilakukan BUMN Konstruksi, sejumlah infrastruktur memadai bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Menurut Anggia, BUMN Konstruksi telah mengalami perjalanan panjang dalam membangun infrastruktur di tanah air dari jalan tol, bandara, jembatan, bendungan, hingga berbagai fasilitas publik lainnya.
“BUMN Karya (konstruksi) berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi, melalui konektivitas yang terbangun. Peningkatan lapangan pekerjaan serta mengurangi kesenjangan sosial di masyarakat, ini sudah dirasakan,” ujarnya.
Baca juga: Daftar Link Mudik Gratis Lebaran 2025 dari Pemprov Jabar dan 10 Perusahan BUMN
Ermy menyatakan, saat ini Waskita telah mengefektifkan restrukturisasi atas tiga dari empat obligasi non penjaminan dan restrukturisasi MRA.
Pada tahun lalu, Perseroan telah mendapat persetujuan dari 21 kreditur perbankan terkait penyempurnaan atas MRA 2021 dengan nilai outstanding sebesar Rp26,3 triliun.
Kemudian sudah disetujui pula Pokok Perubahan Perjanjian Kredit Modal Kerja Penjaminan (KMKP) oleh lima kreditur perbankan sebesar Rp5,2 triliun.
| Bayar Pajak Kendaraan di Jabar Kini Cukup Bawa STNK, Tak Perlu KTP Pemilik Pertama |
|
|---|
| 28 Desa dan 6 Kecamatan di Kabupaten Bandung Tergusur Tol Geta, Start Persiapan Lelang |
|
|---|
| 37 Desa dan 7 Kecamatan di Kabupaten Garut Tergusur Tol Geta, Start Persiapan Lelang |
|
|---|
| 15 Kelurahan dan 4 Kecamatan di Kota Tasikmalaya Tergusur Tol Geta, Start Persiapan Lelang |
|
|---|
| 17 Desa dan 5 Kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya Tergusur Tol Geta, Start Persiapan Lelang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/HMM-BUMN-KONSTRUKSI.jpg)