Ramadan 2025
Hukum Merokok dan Perokok Pasif Saat Sedang Puasa Ramadhan, Berikut Penjelasannya
Berikut ini penjelasannya tentang Hukum Merokok dan Perokok Pasif Saat Sedang Puasa Ramadhan
Penulis: Riswan Ramadhan Hidayat | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUNPRIANGAN.COM – Berikut ini penjelasannya tentang Hukum Merokok dan Perokok Pasif Saat Sedang Puasa Ramadhan.
Tribuners, saat ini kita tengah kembali menjalani puasa di bulan suci Ramadhan 1446 H/2025.
Berbicara tentang puasa Ramadhan ini merupakan salah satu bentuk ketaatan kita sebagai seorang muslim atas perintah Allah SWT.
Perintah mengenai puasa ini pun sudah jelas tertulis dalam Surat Al Baqarah ayat 183: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa."
Puasa di bulan suci Ramadhan juga termasuk ke dalam rukun Islam yang berarti bahwa keimanan seseorang tidak sempurna tanpa menunaikan kewajiban puasa.
Namun, bagi sebagian orang masih ada yang belum tau atau lupa tentang larangan yang tak boleh dilakukan terlebih dahulu saat puasa, salah satunya adalah merokok.
Lantas, bagaimana hukum merokok ketika puasa Ramadhan?
Baca juga: Doa Harian 2 Ramadhan 1446 H/2 Maret 2025, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
Baca juga: Doa Harian 1 Ramadhan 1446 H/1 Maret 2025, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
Hukum Merokok Saat Puasa Ramadhan
Bahkan mayoritas ulama, khususnya mazhab Syafi’I, mengharamkan aktivitas merokok ketika berpuasa.
Alasannya adalah, secara subtansinya merokok itu disamakan dengan makan atau minum sehingga ia menjadi faktor yang dapat membatalkan puasa.
Seperti dikutip dari laman Kompas.tv dan dari buku Batalkah Puasa Saya? Karya Muhammad Saiyid Khaidir Lc, M.Ag yang menjelaskan tentang hal-hal di masyarakat yang kerap disalahpami terkait aktivitas puasa Ramadhan, salah satunya adalah merokok yang dapat membatalkan puasa di Ramadhan.
Baca juga: Naskah Kultum Tarawih Singkat 2 Ramadhan 1446 H/2 Maret 2025: Ramadhan Penuh Berkah
Secara istilah hukum, merokok itu sering diistilahkan dengan syurbu ad-dukhan atau bisa dimaknai dengan minum asap.
Asap rokok itu sendiri bagian dari ‘ain (benda) yang jika sengaja dimasukkan ke rongga (dalam hal ini adalah mulut atau hidung) maka puasa orang yang melakukannya menjadi batal.
Muhammad Saiyid Khaidir dalam buku tersebut mengutip Syaikh Sulaiman Al-Ujaili dalam kitab Hasyiyatul Jumal ‘ala Syarhil Minhaj, Beirut, Darul Fikr, jilid 2, hal. 317, berbunyi begini:
“Dan termasuk dari ‘ain (benda yang membatalkan puasa) adalah asap, tetapi mesti dirinci;. jika asap itu adalah yang terkenal diisap sekarang ini (maksudnya tembakau) maka puasanya batal. Tapi jika asap lain, seperti asap/uap masakan, maka tidak membatalkan puasa. Ini adalah pendapat yang mu’tamad (kuat),” dalam keterangan kitab tersebut.
Baca juga: Naskah Kultum Tarawih Singkat 1 Ramadhan 1446 H/1 Maret 2025: Keistimewaan Puasa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/baliho-kawasan-bebas-rokok-1.jpg)