Minggu, 14 Juni 2026

Dedi Mulyadi Usul ke PHRI Agar Wisata di Pangandaran Berbasis Budaya

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran merespons baik konsep pariwisata berbasis budaya

Tayang: | Diperbarui:
Editor: ferri amiril
Tribun Jabar/Padna
PANTAI KARAPYAK - Aktivitas wisatawan di Pantai Karapyak Pangandaran, Selasa (28/1). 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran merespons baik konsep pariwisata berbasis budaya yang ditawarkan Dedi Mulyadi Gubernur Jabar terpilih.

Beberapa konsep itu yakni, hotel di kawasan wisata memiliki arsitektur khas, wewangian atau aroma khas, suara yang khas, souvenir khas Pangandaran.

"Menurut saya, itu bagus. Contoh, jika kita ke Bali, oh ini suasananya khas dengan musik Balinya," ujar Agus Mulyana Ketua PHRI Kabupaten Pangandaran melalui WhatsApp, Senin (3/2/2025) pagi.

Jika di kawasan wisata Pangandaran, berarti harus memiliki ciri khas orang Sunda yaitu ada suara gamelan.

"Pada intinya, setuju apapun yang membuat Pangandaran ini lebih baik karena memang harus ada ciri khas," katanya. 

Meskipun memang, sangat sulit mencari ciri khas Pangandaran itu harus seperti apa? Karena, jika ke Garut pasti ada Dodol Garut dan kalau ke Jogja ada gudegnya. 

Terkait apa yang menjadi ciri khas Kabupaten Pangandaran, tentu berbagai pihak harus sama-sama menggali terlebih dahulu. 

"Kalau menurut saya, di kita kan penghasil kelapa terbesar di Jawa Barat. Nah, itu kan ada batok kelapa yang tentunya bisa dibuat sebagai ciri khas," ucap Agus.

Terkait konsep arsitektur bangunan hotel di kawasan wisata, memang tidak ada bangunan yang berciri khas Pangandaran.

"Paling di pantai Batu Karas, ada beberapa bentuk bangunan yang unik dan masih tradisional. Makanya, banyak turis yang ke sana karena terkesan dengan bentuk bangunannya yang ada di Batu Karas. Kalau di pantai Pangandaran kan enggak ada," ujarnya.

Menanggapi souvenir berbentuk Ratu Nyi Roro Kidul yang ditawarkan Dedi Mulyadi, dia mengaku, mengenai itu tidak bisa berbicara.

"Kalau masalah Nyi Roro Kidul dibranding gitu, saya no coment lah," katanya. 

Menurutnya, memang budaya dan akidah ini sangat sulit untuk dipisahkan. Seperti hajat laut dulu ada sesajen yang dilarung."Tapi, ke sininya enggak ada, karena itu katanya musyrik," ucap Agus.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
VS
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved