Senin, 11 Mei 2026

GP Ansor Tolak Usulan Dedi Mulyadi soal Nyi Roro Kidul jadi Souvenir Khas Pangandaran

Pihaknya mempertanyakan apa urgensi Nyi Roro Kidul direkomendasikan untuk menjadi souvenir khas Pangandaran.

Tayang:
Penulis: Padna | Editor: Gelar Aldi Sugiara
Tribun Jabar/Padna
WISATA BERBASIS BUDAYA - GP Ansor Pangandaran menolak usulan Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi yang ingin menjadikan Nyi Roro Kidul sebagai souvenir khas Pangandaran. Sebelumnya Dedi Mulyadi sempat mengusulkan agar Nyi Roro Kidul dijadikan ikon souvenir khas Pangandaran. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Pengurus Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pangandaran, Amif Miftahudin, secara gamblang menolak usulan Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi, yang berkeinginan untuk menjadikan Nyi Roro Kidul sebagai ciri khas souvenir Pangandaran.

"Nah, usulan menjadikan patung Nyi Roro Kidul dijadikan ikon souvenir khas Pangandaran, kami jelas sangat menolak," ujarnya, Sabtu (1/2/2025).

Amif mempertanyakan apa urgensi Nyi Roro Kidul direkomendasikan untuk menjadi souvenir khas Pangandaran.

"Sejarah yang sebenarnya terkait Nyi Roro Kidul itu seperti apa? Jangan-jangan Nyi Roro Kidul ini hanya mitos atau cerita rakyat semata," ucapnya.

Baca juga: 4 Aspek Penting agar Wisata Pangandaran Berbasis Budaya Menurut Gubernur Jabar Terpilih Dedi Mulyadi

Pihaknya menyarankan untuk melakukan edukasi terlebih dahulu kepada masyarakat.

Dengan begitu, kata dia, segala sesuatu persiapan untuk menjadikan pariwisata Pangandaran lebih baik lagi dapat terwujud.

"Bagaimana ke depan jika kita sebagai warga lokal Pangandaran ditanya sejarahnya siapa dan bagaimana Nyi Roro Kidul ini? Mau jawab apa kita kepada para wisatawan yang datang ke Pangandaran, kan bingung," kata Amit.

Dia juga turut mempertanyakan maksud dari Dedi Mulyadi mengenai wisata Pangandaran berbasis budaya.

"Seperti arsitektur bangunan yang khas. Ini harus diperjelas, khasnya khas gimana? Khas Jawa atau khas Sunda?" ujar Amif.

Sebab menurutnya, mayoritas penduduk di Pangandaran merupakan dari Jawa dan Sunda. 

"Jangan sampai salah kaprah hanya persoalan ambisi pembangunan pariwisata, tapi kerukunan hidup masyarakat terusik dan merasa tersisihkan," katanya 

Dia menegaskan, visi Kabupaten Pangandaran adalah menjadikan wisata yang berkelas dunia. 

"Kami rasa ini bukan hanya sekedar cuap cuap. Namun, itu semua hasil analisa yang sangat jauh dalam memanfaatkan potensi yang sudah ada," ucap Amif.

Pangandaran, Amif menjelaskan, memiliki pantai dengan ombak yang bisa memanjakan wisatawan dan Pantai Batu Karas terkenal dengan objek surfing-nya.

Menurutnya, warga lokal Pangandaran setiap hari latihan di sana yang tentunya bisa mengharumkan nama baik Pangandaran di ranah nasioal hingga kancah Internasional. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved