Minggu, 10 Mei 2026

Lansia Ditemukan Tewas di Sungai Ciputrahaji, Diduga Terpeleset Saat Memungut Sampah

Kejadian bermula ketika seorang warga yang sedang memberi makan ternaknya melihat sesuatu yang mencurigakan mengambang di aliran sungai.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Dedy Herdiana
Tribunpriangan.com/Ai Sani Nuraini
PENEMUAN MAYAT LANSIA - Seorang perempuan lanjut usia ditemukan tewas di aliran Sungai Ciputrahaji, Desa Sindangrasa, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Selasa (28/1/2025) pagi. Petugas dari kepolisian dan Tagana serta warga setempat langsung melakukan evakuasi. 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Seorang perempuan lanjut usia ditemukan tewas di aliran Sungai Ciputrahaji, Desa Sindangrasa, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Selasa (28/1/2025) pagi.

Korban diketahui bernama Susanti Pujiastuti (70), warga Dusun Pongporang, RT 09, RW 03, Desa Sindangrasa, Kecamatan Banjarsari.

Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 06.30 WIB dan menggemparkan warga setempat.

Kejadian bermula ketika seorang warga yang sedang memberi makan ternaknya melihat sesuatu yang mencurigakan mengambang di aliran sungai.

Setelah diperhatikan lebih dekat, sesuatu tersebut ternyata adalah tubuh manusia.

Warga yang terkejut segera melaporkan temuan tersebut kepada Kepala Desa Sindangrasa, yang kemudian meneruskannya kepada pihak Kepolisian dan instansi terkait lainnya.

Menurut keterangan Deni Permana, anggota FK Tagana Kabupaten Ciamis, korban diduga terpeleset dan jatuh ke sungai saat memungut sampah di pinggir sungai. 

"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Dugaan sementara, korban terpeleset saat memungut sampah yang ada di pinggiran sungai," ujar Deni saat dihubungi.

Petugas medis dari UPTD Puskesmas Cigayam yang melakukan pemeriksaan di lokasi menemukan adanya luka lecet di betis kanan korban. 

Namun, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.

"Keluarga korban menyatakan bahwa ini adalah musibah dan takdir dari Allah SWT. Mereka juga menolak untuk dilakukan autopsi," tambah Deni.

Penanganan jenazah melibatkan berbagai pihak, termasuk Tagana, Babinsa, MDMC, RCS, dan petugas kesehatan.

Jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved