Selasa, 21 April 2026

Tropicafe, Ngopi dengan Suasana Tropis Jatigede Sumedang

Dengan alasan ini, sebuah kafe menawarkan solusi untuk wisatawan agar tidak merasa haus, kepanasan, dan badan tetap terhidrasi dengan baik. Ya, Tropic

Penulis: Kiki Andriana | Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/kiki andriana
Dengan alasan ini, sebuah kafe menawarkan solusi untuk wisatawan agar tidak merasa haus, kepanasan, dan badan tetap terhidrasi dengan baik. Ya, Tropicafe. 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Sumedang, Kiki Andriana


TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Tanjung Duriat adalah bagian dari kawasan wisata Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Cuaca di wilayah ini panas, lebih panas dari daerah-daerah lain di Sumedang. 

Suasana panas ini dianggap sebagai miniatur iklim tropis, yaitu istilah yang merujuk pada daerah atau wilayah yang beriklim panas dan berada di sekitar garis khatulistiwa.

Dengan alasan ini, sebuah kafe menawarkan solusi untuk wisatawan agar tidak merasa haus, kepanasan, dan badan tetap terhidrasi dengan baik. Ya, Tropicafe.  

Tropicafe berada di Tanjung Duriat, Jatigede, Sumedang. Tropicafe menawarkan menu minuman berbahan dasar kopi. Namun, bagi yang bukan pencinta kopi, ada eskrim, jus buah, dan minuman berbasis susu yang bisa dinikmati. 

Duduk menikmati minuman dan makanan di sini, penunjung bisa sekaligus menikmati hamparan air yang menggenangi waduk terbesar kedua di Indonesia ini. 

Karya Inra, Manajer Kreatif dan Marketing Tanjung Duriat,  kepada Tribun, pada Senin (20/1/2025) mengatakan setiap hari kafe itu ramai pengunjung. Apalagi pada akhir pekan.  

"Lumayan sibuk, siang hari walau hujan masih rame. Hari-hari biasa tidak terlalu (penuh), Sabtu-Minggu rame,"

"Ada yang ngopi, foto-foto, ngopinya di sini," katanya. 

Di Tropicafe, meski ada kopi dan jus, yang paling laku adalah eskrim dengan topping buah. Es krim menjadi pilihan anak-anak hingga orang dewasa yang bertandang ke Jatigede

"Cuaca panas Jatigede, eskrim laku di sini, jadi favorit anak-anak," katanya. 

Kafe itu buka setiap hari dari pukul 09.00 hingga pukul 16.00. Jika situasi ramai, maka jam operasional ditambah hingga pukul 17.00. Setiap hari ada empat pegawai yang bekerja di sana, namun jika Sabtu-Minggu, pegawai ditambah menjadi total delapan orang. 

"Di sini juga ada makanan. Khas nasi bakar dan nasi goreng yang menurut banyak pengunjung rasanya enak,"

"Dan tentu ada kopi. Yang tersedia adalah kopi-kopi lokal khas Sumedang. Kami sediakan dari Manglayang, juga dari Cimarga," katanya. 

Soal harga, meski tempatnya terkesan mewah, tapi kocek terjangkau. Bahkan menurut Karya, harga relatif lebih murah, sama dengan di luar tempat wisata.

"Paling mahal makanan sekitar Rp 25 ribu, paling mahal minuman Rp23-24 ribu," katanya seraya menegaskan akhir pekan pengunjung bisa mencapai 1000-2000 orang.

Dia menyebutkan, pengunjung rata-rata berasal dari Kota Bandung, Jabodetabek, selain juga Sumedang, Indramayu, dan Majalengka. 

"Kita terkoneksi dengan travel juga," katanya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved