Kamis, 11 Juni 2026

Sosok

Sosok Satryo Soemantri Brodjonegoro, Mendikti Saintek yang Didemo Pegawai Kemendikti Gara-gara Ini

Sosok Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Satryo Soemantri Brodjonegoro, yang didemo pegawai Kemendikti gara-gara hal ini

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Machmud Mubarok
(KOMPAS.com/FREDERIKUS TUTO KE SOROMAKING)
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro berpose setelah diwawancarai KOMPAS.com dalam program Ruang Jernih di Gedung Mendiktisaintek, Jakarta pada, Selasa (6/12/2024). 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Sosok Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Satryo Soemantri Brodjonegoro, yang didemo pegawai Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sains Teknologi.

Satryo Soemantri Brodjonegor dilantik oleh Presiden Prabowo pada Senin (21/10/2024).  Satryo didampingi dua wakil menteri lainnya, yakni Fauzan dan Stella Christie.

Baru-baru ini, nama Satryo ramai diperbincangkan karena terjadi aksi unjuk rasa oleh pegawai Kemendikti Saintek di depan kantornya di Jalan Jenderal Sudirman, Senin (20/1/2025).  

Mereka melakukan aksi unjuk rasa karena merasa diperlakukan tidak adil oleh Menteri Satryo.

Dengan pakaian serba hitam, para pegawai Kemendikti Saintek berkumpul membawa spanduk protes bahwa mereka bukan pegawai pribadi Satryo dan istri, Silvia Ratnawati Brodjonegoro. 

Mereka juga mengirim karangan sebagai bentuk perlawanan terhadap tindakan sewenang-wenang yang diduga dilakukan Satryo. Satryo disebut-sebut sebagai pemarah dan suka menampar bawahannya.

Baca juga: Sosok Mas Duren Seorang Muslim Penjaga Kelenteng Hok Tek Bio Ciamis

Baca juga: Sosok Pepi, Dosen UIN SGD dan Pengurus Muslimat NU yang Meninggal Dalam Kecelakaan di Tol Cipularang

Satryo Membantah

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro buka suara terkait pegawainya yang melakukan demo di depan Gedung Kemendiktisaintek, Senayan, Jakarta, pada Senin (20/1/2025).

Menurut Satryo, aksi demo oleh pegawainya itu dipicu masalah mutasi yang ada di Kemendiktisaintek.

Mengingat Satryo memiliki kebijakan untuk melakukan mutasi dan rotasi besar-besaran pada pegawainya.

 Satryo mengungkap, mutasi ini dilakukannya karena ingin membenahi Kemendiktisaintek.

Sesuai dengan anjuran Presiden Prabowo Subianto untuk menghemat anggaran pemerintah.

Satryo menilai, kebijakan mutasi besar-besaran yang diambilnya ini membuat beberapa pihak tidak berkenan.

Sehingga berujung pada aksi demo yang dilakukan pegawai Kemendiktisaintek hari ini.

"Kita ingin membenahi. Pak Presiden mengatakan harus hemat dengan anggaran pemerintah."

 "Ada mutasi cukup besar dan karena memang ada pihak-pihak yang tidak berkenan dimutasi," kata Satryo dilansir Kompas.com, Senin (20/1/2025).

Lebih lanjut Satryo juga membantah adanya tuduhan bahwa dirinya menampar pegawainya.

Menurut Satryo aksi penamparan pada pegawai Kemendiktisaintek ini tak ada sama sekali.

"Penamparan? Tidak ada sama sekali," tegas Satryo.

Lantas siapa sebenarnya sosok Satryo Soemantri Brodjoneoro?

Nama Lengkap: Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro

Tempat, Tanggal Lahir: Delft, Belanda, 5 Januari 1956

Nama Istri: Silvia Ratnawati Brodjonegoro

Pendidikan: Ph.D. Teknik Mesin, University of California, Amerika Serikat

Karier: Dosen dan Ketua Jurusan Teknik Mesin, Institut Teknologi Bandung (ITB), 1992

            Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), 1999–2007

            Dosen tamu bidang Teknik Mesin di Toyohashi University of Technology, Jepang, dan ITB

Jabatan Saat Ini: Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Kabinet Merah Putih pemerintahan Prabowo-Gibran.

Perjalanan Pendidikan dan Karier Satryo

Dilansir dari duniadosen.com, Satryo Soemantri Brodjonegoro lahir di Delft, Belanda, pada 5 Januari 1956. Meskipun begitu, riwayat pendidikannya mayoritas ditempuh di Indonesia. Salah satunya ketika menempuh jenjang Magister (S2) di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Satryo tumbuh dalam lingkungan keluarga yang dekat dengan dunia pendidikan, khususnya pendidikan tinggi. Sang ayah, yakni Soemantri Brodjonegoro diketahui pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (1973). 

Soemantri Brodjonegoro juga diketahui menjadi salah satu penggagas berdirinya Institut Teknologi Bandung (ITB). Tak hanya itu, beliau juga diketahui pernah mengisi jabatan Rektor di Universitas Indonesia (1964-1973).

Ibarat kata pepatah, buah jatuh tak jauh dari pohonnya, Satryo Soemantri Brodjonegoro melanjutkan jejak sang ayah mengisi jabatan penting di perguruan tinggi sekaligus menjadi Menteri Pendidikan.

Tak hanya beliau yang mengikuti jejak sang ayah. Dua saudaranya pun memiliki karir di dunia pendidikan tinggi. Pertama, saudaranya yang bernama Irsan Soemantri mengajar di ITB. Kemudian, Bambang Brodjonegoro yang aktif mengajar di Universitas Indonesia. 

Bambang Brodjonegoro diketahui pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi UI, Menteri Keuangan, Menteri Ristek dan Menteri Perencanaan/Kepala Bappenas di masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo. 

Satryo diketahui menikah dengan Silvia Ratnawati dan memiliki dua orang anak. Salah satu anaknya, yakni Diantha Soemantri juga berkarir di dunia pendidikan tinggi. Sebab menjadi Guru Besar (Profesor) di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia saat memasuki usia 42 tahun. 

Pendidikan tinggi yang ditempuh Satryo Soemantri Brodjonegoro cukup panjang. Satryo menempuh studi di Universitas Indonesia pada tahun 1990 untuk jenjang Sarjana (S1). 

Kemudian, namanya tercatat sebagai salah satu alumni Magister (S2) di Institut Teknologi Bandung (ITB). Tak berhenti disitu, Satryo juga melanjutkan studi S2 di Jepang, yakni di program studi bidang bidang teknik mesin dari Universitas Tokyo dan meraih gelar Doktor. 

Gelar PhD-nya didapatkan di University of California, Berkeley, Amerika Serikat (AS). Setelah menyelesaikan pendidikan pascasarjana di dua negara tersebut, Satryo kembali ke tanah air dan mengajar di ITB, yakni menjadi dosen Jurusan Teknik Mesin. 

Selama menjadi dosen di ITB, Satryo berhasil mempublikasikan 99 karya tulis ilmiah di berbagai jurnal dan media publikas ilmiah lainnya. Selain itu, di tahun 1992 berhasil mendapat kepercayaan menjadi Ketua Jurusan Teknik Mesin ITB. 

Perjalanan karier Satryo Soemantri Brodjonegoro juga terbilang cukup panjang. Namun, sejak menyelesaikan pendidikan tinggi memang sudah fokus berkarir di dunia akademik. Awal kariernya sendiri dimulai dari ITB tempatnya menempuh studi S2. 

Selepas menyelesaikan pendidikan PhD di Amerika Serikat kembali ke Indonesia, Satryo bergabung menjadi dosen di ITB untuk Jurusan Teknik Mesin dan pernah diberi mandat menjadi Ketua Jurusan Teknik Mesin ITB. 

Tak hanya itu, Satryo juga menjadi Ketua Departemen Teknik Mesin ITB dari tahun 1992-1995 dan menjadi Wakil Dekan Bidang Akademik di ITB juga dari tahun 1995-1998. 

Selama menjadi dosen di ITB, Satryo diketahui melakukan reformasi skala besar di pendidikan tinggi. Dimana diterapkan sistem pembelajaran yang meningkatkan mahasiswa mampu berdaya saing. Teknik ini diterapkan di ITB sekaligus di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional. 

Setelah memasuki masa pensiun, kiprahnya di dunia pendidikan tinggi tidak berhenti. Satryo mendapat kepercayaan menjadi Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi pada periode tahun 1999–2007 dan memberi banyak kontribusi bagi pendidikan tinggi di Indonesia. 

Selama masa jabatannya, salah satu perubahan besar yang diberikan pada pendidikan tinggi adalah pembaharuan status hukum perguruan tinggi. Dicetuskan mengenai kebijakan PT berstatus sebagai Badan Hukum Milik Negara (BHMN), khususnya untuk PT berskala besar. Kebijakan ini membantu PT mendapat hak otonom dalam tata kelolanya. 

Tak hanya di perguruan tinggi, Satryo juga memiliki kiprah di luar bidang akademik. Namanya tercatat aktif menjadi Anggota Komisi Bidang Ilmu Rekayasa Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) sekaligus menjadi Ketua AIPI pada periode 2018–2023.

Satryo juga diketahui menjadi anggota di Japan International Cooperation Agency (JICA). Salah satu pencapaiannya adalah menjadi perancang gedung Fakultas Teknik Universitas Hasanudin, Gowa, Sulawesi Selatan.

Selain itu, Satryo juga diketahui masih aktif mengajar sebagai dosen tamu. Beliau tercatat sering menjadi dosen tamu untuk dua perguruan tinggi, yakni di ITB dan di Toyohashi University of Technology, Jepang mengajar bidang teknik mesin.

Selain memiliki prestasi yang cukup banyak di bidang pendidikan tinggi di Indonesia. Satryo juga diketahui meraih sejumlah penghargaan, diantaranya meraih medali Ganesha Bakti Cendekia Utama dari ITB pada Maret 2010, bintang tanda jasa The Order of the Rising Sun, Gold Rays with Neck Ribbon dari Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia pada 3 November 2016.

Menjadi Menteri  

Prabowo Subianto dan juga Gibran Rakabuming menjadi Presiden dan Wakil Presiden terpilih dalam pemilu di tahun 2024. Memasuki masa pemerintahannya, Presiden Prabowo mengundang sejumlah tokoh di bidang pendidikan di Indonesia untuk mengisi posisi menteri. 

Selain itu, pada Kabinet Merah Putih, Kemendikbudristekdikti dipecah menjadi tiga kementerian. Mencakup Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pendidikan Tinggi (Kemendikti) dan Kementerian Kebudayaan. 

Praktis, akan ada 3 orang tokoh yang mengisi jabatan menteri di bidang pendidikan di Indonesia. Hingga pada akhirnya dipilih tiga orang menjadi menteri, yaitu Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Satryo Soemantri Brodjonegoro, dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Selama menjadi Mendiktisaintek, Satryo dibantu oleh dua wakil menteri, yakni Stella Christie dan Fauzan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Profil Menteri Dikti Satryo Soemantri yang Didemo Pegawai", Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2025/01/20/14131301/profil-menteri-dikti-satryo-soemantri-yang-didemo-pegawai.

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved