Wacana Perubahan Program Guru Penggerak Menjadi Pendidikan Kepemimpinan Sekolah, Apa Bedanya?
Wacana itu disampaikan oleh Direktoral Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani.
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Gelar Aldi Sugiara
Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Program Guru Penggerak (PGP) yang menjadi salah satu pilar inisiatif Merdeka Belajar dikabarkan akan dihentikan dan diganti dengan program baru bernama Pendidikan Kepemimpinan Sekolah (PKS).
Wacana itu disampaikan oleh Direktoral Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, yang menilai program baru ini akan membawa pendekatan yang lebih inovatif dan segar.
Menanggapi hal itu, Kepala Seksi Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Ewo menjelaskan bahwa perubahan ini masih berupa wacana yang akan direalisasikan pada 2025.
"Saat ini baru tahap awal, dan program ini direncanakan sebagai pengembangan lebih lanjut dari PGP, dengan fokus berbeda," ujar Ewo, Jumat (10/1/2025).
Baca juga: Metode Intensifikasi Padi Organik Dinilai Mampu Tingkatkan Hasil Panen di Ciamis
Menurut Ewo, PKS dirancang untuk memperluas cakupan pengembangan kompetensi guru menjadi lebih menyeluruh, termasuk kemampuan manajerial dan kepemimpinan.
“Jika PGP fokus pada pengembangan kompetensi mengajar, PKS akan menitikberatkan pada kemampuan memimpin dan mengelola, sejalan dengan tujuan membangun pemimpin pendidikan yang andal,” terangnya.
Ia juga menekankan bahwa meski nama program berganti, inti dari program tetap mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Baca juga: PSGC Ciamis Belum Terkalahkan dalam 9 Laga, Herdiat Sunarya: Mudah-mudahan Bisa Dipertahankan
PKS diharapkan dapat menciptakan kepala sekolah dan pengawas yang lebih siap menghadapi tantangan pendidikan modern.
Ewo mengungkapkan bahwa program Guru Penggerak telah membawa dampak signifikan di Kabupaten Ciamis.
Total 449 guru penggerak dari berbagai angkatan, 40 di antaranya kini telah menjadi pengawas, dan 81 orang menjadi kepala sekolah.
"Program ini memberikan bekal kepemimpinan sekaligus jaringan komunitas pendidikan yang inovatif. Selain itu, sertifikasi Guru Penggerak menjadi salah satu syarat utama untuk mengisi posisi kepala sekolah atau pengawas," jelasnya.
Hingga Desember 2024, Kabupaten Ciamis masih kekurangan kepala sekolah untuk 60 SD dan 2 SMP.
Perekrutan direncanakan pada Maret 2025 dengan mengutamakan calon Guru Penggerak dari kecamatan masing-masing.
"Dari hasil seleksi, ada 111 calon kepala sekolah yang memenuhi syarat, tetapi prioritas tetap diberikan kepada Guru Penggerak yang berasal dari daerah tersebut," ujar Ewo.
PKS diharapkan mampu menghadirkan pemimpin pendidikan yang tidak hanya unggul dalam pengajaran, tetapi juga tangguh dalam manajemen dan kepemimpinan.(*)
| Ekspo Pendidikan 2025, Wujud Syukur dan Instrospeksi Menuju Generasi Emas 2045 |
|
|---|
| Hardiknas 2024, Kadisdik Ciamis: Momen Penting untuk Introspeksi Kualitas Mutu Pendidikan |
|
|---|
| Disdik Ciamis Dorong Masyarakat untuk Melek Pendidikan Demi Tingkatkan Kesejahteraan |
|
|---|
| Penguatan Kompetensi Guru PPPK Tingkat SD dan SMP, Guru Diharap Mampu Majukan Pendidikan di Ciamis |
|
|---|
| Expo Pendidikan Tingkat Kabupaten Ciamis Bawa Berkah Bagi Pedagang, Begini Harapan Para PKL |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Kantor-Dinas-Pendidikan-Kabupaten-Ciamis.jpg)