Minggu, 19 April 2026

Zaki Penderita Hirschsprung Disease di Pangandaran dalam Proses Penyembuhan

Teman-teman sebaya Zaki kerap menyebut Zaki hamil dan penyakitan, sebab kala itu belum operasi.

Penulis: Padna | Editor: Gelar Aldi Sugiara
Kompas Health
Ilustrasi penyakit hirschsprung disease 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Zaki (10) seorang bocah yang menderita penyakit hirschsprung disease dan sempat menerima tindakan bullying, kini ditangani langsung oleh Hesty Mulyati anggota DPRD Kabupaten Pangandaran.

Hesty mengaku sudah melakukan klarifikasi ke pihak sekolah terkait tindakan bullying dan kekerasan yang menimpa Zaki.

"Supaya nanti ada efek jera untuk teman-temannya Zaki dan tidak ada lagi tindakan pembullyan lagi ke depannya," ujar Hesty di halaman rumah Zaki di Dusun Balater, Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kamis (9/1/2024) siang.

Menurut Hesty, orang tua pelaku bullying sudah meminta maaf atas perbuatan anaknya.

Baca juga: Pasca Ramai Soroti Penderitaan Zaky, Hesty Anggota DPRD Pangandaran Boyong Pihak Terkait ke Rumahnya

"Sekarang kondisi Zaki sudah mulai masa penyembuhan dan proses kontrol ke rumah sakit. Semoga, cepat sembuh," ucapnya.

Hesty juga mengaku telah mengusulkan bantuan kepada Kementerian terkait untuk memberikan modal kepada orang tua Zaki yang kini sedang tidak bekerja.

"Jadi, bantuan berupa modal dagang. Kita juga melihat keahlian ayahnya Zaki itu apa? Kita sampaikan agar ke depannya dia punya mata pencaharian," kata Hesty.

Baca juga: Kisah Zaki di Pangandaran, Kondisi Perutnya yang Terus Membesar dan Sempat Diejek Temannya

Diberitakan sebelumnya, Zaki mengalami kendala ekonomi untuk biaya pengobatan penyakit yang dialaminya.

Ibu Zaki, Reni mengaku kesulitan dalam biaya pengobatan karena kondisi suaminya yang tidak bekerja beberapa bulan ini. 

Dalam kondisi itu, Reni menceritakan ketika Zaki sepulang dari sekolah kadang menangis karena mengaku di-bully sejumlah teman-temannya.

"Dulu, setiap pulang sekolah SD dan Diniyah Zaki kadang nangis, katanya diejekin perutnya besar," ujar sedihnya.

Kata Reni, teman-teman sebayanya kerap menyebut Zaki hamil dan penyakitan, karena waktu itu Zaki belum menjalani operasi.

Selain itu, Zaki juga sempat mendapatkan kekerasan fisik yang mengakibatkan luka memar di bagian dadanya.

"Itu dulu pernah ditonjokin sama Sejumlah temannya," katanya. (*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved