Selasa, 28 April 2026

Pasangan Syakur-Putri Gelar Istighosah 22 Jam Nonstop di Hari Santri

Pasangan Syakur-Putri Gelar Istighosah 22 Jam Nonstop di Hari Santri, Diikuti 2.200 Santri di 22 Ponpes

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: ferri amiril
istimewa
Pasangan Syakur-Putri Gelar Istighosah 22 Jam Nonstop di Hari Santri, Diikuti 2.200 Santri di 22 Ponpes 

Laporan Kontributor Tribunpriangan.com Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNPRIANGAN.COM - Dalam rangka memperingati hari santri nasional, pasangan calon bupati dan wakil bupati Garut Abdusy Syakur Amin - Putri Karlina menggelar istighosah atau doa bersama. 

Kegiatan istighosah tersebut dilakukan nonstop selama 22 jam yang digelar di 22 pesantren dan diikuti oleh 2.200 santri. 

Putri Karlina mengatakan, doa bersama yang dilakukan tanpa henti selama 22 jam tersebut dimaksudkan untuk memohon keberkahan bagi Kabupaten Garut

"Saya berharap doa para santri dan masyarakat dapat membawa berkah bagi Garut. Bukan hanya tentang Pilkada," ujar Putri Karlina, Selasa (22/10/2024).

Menurut Putri, tantangan yang dihadapi Garut saat ini tidak cukup hanya diatasi melalui usaha keras. Diperlukan juga doa yang tulus untuk mendapat pertolongan dari Allah SWT. 

Selama masa kampanye, Putri banyak menemukan masalah yang dihadapi warga dalam hal ekonomi, kesehatan, pendidikan, serta infrastruktur yang belum merata hingga ke daerah terpencil. 
"Semoga upaya kami selama ini diberkahi oleh Alloh SWT," tuturnya.

Acara doa bersama ini diikuti oleh 2.200 santri dari 22 Pondok Pesantren. Kegiatan besar ini juga disiarkan secara langsung melalui akun media sosial Instagram @besti selama 22 jam, dimulai dari pukul 02.00 hingga 00.00 WIB.

Abdusy Syakur Amin mengatakan, santri di Indonesia sudah berperan lama membangun bangsa sejak jaman pe njajahan. 
Di hari santri ini, ungkapnya, sudah sepantasnya para santri dan pesantren mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. 

"Santri dan Pondok Pesantren telah berperan dalam membangun bangsa ini sejak jauh sebelum kemerdekaan. Sudah sewajarnya jika mereka mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Perkembangan teknologi saat ini harus dibarengi dengan keimanan dan ketakwaan," ujar Abdusy Syakur Amin. 

Selain dikenal sebagai akademisi, Abdusy Syakur juga merupakan cucu dari seorang ulama terkemuka di Garut.

Kakeknya, Almarhum KH Anwar Musaddad, adalah mantan pengurus PBNU dan pendiri Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, Bandung.

Selain itu, Ayah Syakur, Prof. KH. Cecep Syariffudin, pernah menjabat sebagai Ketua PBNU. Saat ini, Syakur sendiri merupakan salah satu pengurus Nahdatul Ulama (NU) di Kabupaten Garut.

"Kita juga doakan para pendahulu-pendahulu kita, agar perjuangan mereka bagi bangsa menjadi amalan yang terus mengalir," ungkapnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved