Jumat, 10 April 2026

Naskah Khutbah Jumat

Naskah Singkat Khutbah Jumat 26 September 2024: Islam Soal Cara Membangun Keluarga Ideal & Harmonis

Naskah Singkat Khutbah Jumat 26 September 2024: Pandangan Islam Mengenai Cara Membangun Keluarga Ideal dan Harmonis

Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: ferri amiril
Kompas.com
Shalat Idul Fitri di Kawasan Gumuk Pasir Parangkusumo, Kretek, Bantul , DIY, Senin (2/5/2022).(KOMPAS.com/MARKUS YUWONO) 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Hari Jumat merupakan Sayyidul Ayyam atau Penghulunya Hari bagi umat muslim di dunia dan diyakini sebagai hari penuh keberkahan.

Pasalnya dalam hari tersebut, setiap muslim yang balig diwajibkan untuk mengerjakan shalat Jumat.

Adapun beberapa syarat berlaku dalam pelaksanaan salat Jumat, di antaranya adalah melangsungkan Khutbah sebagai rukun dalam salat Jumat.

Dalam bekhutbah sang khotib menerangkan perihal ketaatan kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى.

Terdapat berbagai macam tema dalam menyampaikan Khutbah Jumat.

Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 26 September 2024: Ciri Taubat Seorang Pendosa Diterima di Sisi Allah

Untuk itu kali ini TribunPriangan akan mengulas sekilas tentang 4 Permata Tertanam dalam Hati yang Membinasakan Manusia di Muka Bumi.

Naskah Khutbah Jumat singkat kali ini mengulas tentang Pandangan Islam Mengenai Cara Membangun Keluarga Ideal dan Harmonis.

Khutbah I

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي تَفَرَّدَ فِي أَزَلِيَّتِهِ بِعِزِّ كِبْرِيَائِهِ، وَتَوَحَّدَ فِي صَمَدِيَّتِهِ بِدَوَامِ بَقَائِهِ، وَنَوَّرَ بِمَعْرِفَتِهِ قُلُوْبَ أَوْلِيَائِهِ، اَلدَّاعِي اِلَى بَابِهِ وَالْهَادِي لِأَحْبَابِهِ وَالْمُتَفَضِّلِ بِإِنْزَالِ كِتَابِهِ، تَبْصِرَةً وَذِكْرَى لِلْإِسْتِعْدَادِ لِيَوْمِ لِقَائِهِ. فَسُبْحَانَ مَنْ تَقَرَّبَ بِرَأْفَتِهِ وَرَحْمَتِهِ، وَتَعَرَّفَ اِلىَ عِبَادِهِ بِمَحَاسِنِ صِفَاتِهِ، فَانْبَسَطُوْا لِذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ. آحْمَدُهُ حَمْدَ مُعْتَرِفٍ بِالْعَجْزِ عَنْ آلاَئِهِ، مُنْتَظِرٍ زَوَائِدَ بِرِّهِ وَوَلاَئِهِ

أَشْهَدُ أَنْ لَااِلهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً ضَمِنَ الْحُسْنَى لِقَائِلِهَا يَوْمَ لِقَائِهِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَاتَمُ أَنْبِيَائِهِ وَسَيِّدِ أَصْفِيَائِهِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنِ اقْتَفَى أثَرَهُمْ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ فَفَازَ بِاقْتِفَائِهِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ أَوَّلاً بِتَقْوَى اللهِ تَعَالىَ وَطَاعَتِهِ، بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئاً وَيَجْعَلَ اللّٰهُ فِيهِ خَيْراً كَثِيراً

Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 26 September 2024: Hindari Sifat-sifat Buruk Ini Jika Tak Ingin Binasa

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati oleh Allah

Mari kita awali khutbah Jumat ini dengan ungkapan syukur dan terimakasih kepada Allah swt, yaitu dengan senantiasa melafalkan kalimat al-hamdulillahi rabbil âlamin, atas segala nikmat dan taufik yang telah diberikan kepada kita semua, terkhusus nikmat Islam dan sehat, sehingga kita bisa senantiasa istiqamah menjalankan ibadah wajib ini. Mudah-mudahan ibadah yang kita lakukan ini diterima oleh Allah swt, dan mendapatkan balasan yang sebaik-baiknya.

Shalawat dan salam mari kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw, allahumma shalli ‘alâ Muhammad wa ‘alâ alih wa sahbih, yang telah berhasil menjadi teladan bagi kita semua dalam menjalankan ibadah dan kehidupan di dunia ini, terkhusus teladan dalam membangun rumah tangga yang baik dan harmonis, sehingga terciptalah keluarga yang bahagia dan rukun. Semoga kita semua yang hadir pada siang hari ini diakui sebagai umatnya dan bisa mendapatkan syafaatnya kelak di hari kiamat. Amin ya rabbal âlamin.

Selanjutnya, sudah menjadi kewajiban bagi kami selaku khatib untuk senantiasa mengajak kepada diri kami pribadi, keluarga dan semua jamaah yang hadir pada pelaksanaan shalat Jumat ini, untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt, yaitu dengan cara mengerjakan semua kewajiban dan meninggalkan larangan-Nya. Pentingnya takwa ini sebagaimana difirmankan dalam Al-Qur’an, bahwa ia menjadi satu-satunya bekal yang akan kita bawa menuju akhirat. Allah swt berfirman:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الأَلْبَابِ

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved