Minggu, 12 April 2026

Insiden MotoGP Aragon, Juara Dunia Bagnaia dan Alex Marquez Perang Mulut

Sirkuit Aragon menjadi ajang akhir pekan penuh berita utama, mulai dari kembalinya sang raja hingga insiden kontroversial Alex Marquez dan Bagnaia

Editor: ferri amiril
istimewa
Sirkuit Aragon menjadi ajang akhir pekan penuh berita utama, mulai dari kembalinya sang raja hingga insiden kontroversial Alex Marquez dan Bagnaia 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Sirkuit Aragon menjadi ajang akhir pekan penuh berita utama, mulai dari kembalinya sang raja hingga bentrokan kontroversial antara Alex Marquez dan Pecco Bagnaia. Aksi di lintasan balap membuat para penggemar di seluruh dunia berbicara dan berbagi pendapat mereka, tetapi para pembalap di pusat aksi juga turut menyampaikan pendapat mereka. Berikut ini adalah pokok bahasan utama dan berita utama terhangat dari Grand Prix Aragon seperti dikutip TribunPriangan.com dari MotoGP.

Juara Dunia Pecco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) sangat marah setelah insiden kecelakaan dengan Alex Marquez di MotorLand Aragon. Dengan enam putaran tersisa, keduanya saling beradu dalam perebutan posisi podium terakhir sebelum terlibat kontak di Tikungan 13. Pembalap Italia itu bersikeras bahwa Marquez yang harus disalahkan atas insiden tersebut, dengan menunjuk data pembalap Spanyol itu yang menurutnya menunjukkan bahwa ia tidak terguling sama sekali selama insiden tersebut. "Saya berada di depan, sepenuhnya. Bahkan sebelum mengubah arah. Jadi yang membuat saya lebih marah adalah melihat datanya. Karena begitu saya memasuki Tikungan 10, saya berada di depan, memberi ruang, karena saya tahu dia ada di sana, tetapi saya melaju lebih cepat. Jadi saya tidak perlu menutup jalur untuk berada di depan.

"Begitu saya melakukannya, begitu saya memasuki Tikungan 10, saya mendengar mesinnya membuka gas. Ini buruk. Dan yang lebih buruk lagi adalah fakta bahwa dia tetap menekan gas 40 hingga 60 persen hingga dia jatuh.

"Jadi sangat berbahaya jika ada orang yang melakukan hal seperti ini karena biasanya Anda mencoba menghindari kontak. Anda tidak ingin melakukan kontak dengan siapa pun. Dan dari data, dari apa yang terjadi, seseorang tidak memiliki ide yang sama," ujar Bagnaia.

Hal berbeda disampaikan Alex Marquez dari Gresini Racing dengan tegas membantah pendapat Bagnaia, dengan mengatakan bahwa ia tidak melihat dan tidak menyadari bahwa yang sedang bertarung dengannya adalah Juara Dunia.

"Pecco memutuskan untuk melakukan gerakan itu dari luar. Ia benar-benar berani dan sangat jelas melakukannya. Namun, ia tahu bahwa saya ada di sana. Jadi, maksud saya, setidaknya beri saya jarak 1 meter. Jika ada yang dapat menghindari kontak, itu adalah dia. Ia tahu saya ada di sana. Saya tidak melihatnya sama sekali. Saya tidak menduga akan terjadi kontak," kata Alex Marquez.

Aleix Espargaro dari Aprilia Racing juga mempertimbangkan insiden tersebut, merasa bahwa Bagnaia seharusnya dapat melakukan sedikit lebih banyak hal untuk menghindari kontak antara keduanya.

"Ini kecelakaan yang sudah sering kita lihat di MotoGP, terutama baru-baru ini. Namun bagi saya, saat Anda datang dari luar seperti yang dilakukan Pecco, Anda perlu memberi lebih banyak ruang kepada pembalap di dalam. Alex tidak bisa menghilang. Ia bisa menutup gas, tetapi mengapa ia harus melakukan itu? Ini adalah balapan. Jadi jika Anda ingin menghindari kecelakaan, Anda harus memberi sedikit lebih banyak ruang," ujar Espargaro.

Sementara rekan Aprilia, Miguel Oliveira dari Trackhouse Racing, memiliki pandangan yang sedikit berbeda tentang insiden tersebut. Pembalap asal Portugal itu yakin Marquez yang salah.

"Salah Alex. Ia yang memprovokasinya. Itulah cara saya melihatnya. Ini situasi yang aneh karena ia melebar, ia tahu Pecco mengambil jalur luar. Jadi akhirnya ia masuk tikungan, tetapi ia menabrak setengah motor di belakangnya. Dan ia hanya bersandar di tikungan itu. Ia bisa saja mematikan gas, tetapi itu terjadi terlalu cepat. Ia terjebak di motornya dan itu saja," katanya.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved