Sabtu, 11 April 2026

Wacana Penghapusan Pertalite Per-1 September 2024, Warga Ciamis Menolak

Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yaitu Pertalite dikabarkan tidak akan lagi dijual mulai tanggal 1 September 2024 esok hari.

Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
TribunBisnis.com
Foto ilustrasi (WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN) 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini


TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yaitu Pertalite dikabarkan tidak akan lagi dijual mulai tanggal 1 September 2024 esok hari.

Kabar tersebut telah ramai muncul di beberapa media sosial seperti X (twitter) yang kemudian mendapat banyak komentar dari warga net.

Tak hanya di media sosial, Sunarti, warga Kertasari, Ciamis juga menyatakan hal yang sama, bahwa dia menolak wacana Pertalite yang akan ditiadakan di SPBU.

"Ya tidak terima, kenapa harus ditiadakan, sedangkan mobilisasi masyarakat Indonesia kebanyakan menggunakan Pertalite, untuk kelas menengah ke bawah sangat membutuhkan," katanya kepada Tribun, Sabtu (31/8/2024).

Menurutnya, orang-orang dengan beberapa pekerjaan seperti driver Ojek online, pedagang keliling, sampai para karyawan lebih banyak memakai BBM jenis pertalite. 

"Terus kalau Pertalite dihapus dan tidak lagi dijual di SPBU, uang subsidinya mau dialokasikan ke mana? saya pribadi jelas menolak dengan keras," tegasnya.

Lebih lanjut, Sunarti menyebut, dengan ditiadakannya pertalite dari pasaran hal itu akan memicu kenaikan harga di berbagai segmen contohnya harga sembako sudah pasti akan ikut naik, dan itu akan mencekik masyarakat menengah ke bawah.

Dia berharap untuk pihak-pihak terkait harus lebih bijak lagi dalam membuat keputusan untuk masyarakat di bawah.

"Harapannya pemerintah lebih bijak dalam membuat suatu keputusan, jika memang pemerintah mengalami kerugian dengan memberikan subsidi di BBM pertalite, alangkah baiknya jangan sampai dihapus tapi dicari jalan keluar lainnya, bukankah masih banyak BUMN yang lain yang bisa memberi pemasukan kepada negara?" pungkasnya.

Senada, Fajri seorang warga Kelurahan Ciamis yang juga menyatakan penolakan terhadap wacana penghapusan Pertalite di SPBU.

"Yang pertama, untuk orang menengah ke bawah ya pasti pakai pertalite, bahkan oknum yang mobilnya elit pun saya pernah melihat dia antre untuk ngisi BBM pake Pertalite, kedua ya kalau kendaraan kita ada spesifikasinya harus pake pertalite gimana? Kan tipe mesin kendaraan itu beda-beda toh," jelasnya.

Intinya, wacana penghapusan Pertalite tersebut mendapat banyak reaksi penolakan dari masyarakat karena berbagai alasan. (*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved