Naskah Khutbah Jumat
Naskah Khutbah Jumat 16 Agustus 2024, Tema: Islam, Agama yang Cinta Damai dan Keselamatan Sesama
Naskah Singkat Khutbah Jumat 9 Agustus 2024: Islam, Agama Cinta Damai dan Keselamatan Sesama
Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: Dedy Herdiana
Sebaliknya kita yang ada di Indonesia. Keadaan serba leluasa. Tenang dan tenteram. Mulai beraktivitas hingga menjalankan ibadah. Masa iya, keadaan ini tidak kita syukuri dengan aneka ragam ibadah dan menghamba kepada Yang Kuasa. Sungguh keterlaluan, di saat warga Palestina menyempatkan diri beribadah bagaimana pun caranya, meski dalam keadaan darurat, sementara kita berleha-leha padahal keadaan aman dan leluasa.
Nikmat mana lagi yang hendak engkau dustakan?
فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Namun, mudah-mudahan, kemelut yang dialami saudara-saudara kita di Palestina segera berakhir. Allah senantiasa memberi keselamatan, kesabaran, dan juga kemenangan kepada mereka. Allah secepatnya menurunkan kedamaian dan keselamatan kepada mereka. Sebab, tiada yang mereka dambakan saat ini kecuali kedamaian, ketentraman, dan hidup tenteram seperti bangsa-bangsa di belahan dunia lainnya. Semoga pertolongan Allah segera datang bagi mereka. Sebab, jika pertolongan Allah datang, perang yang selama ini lebih didominasi pihak Zionis, akan berbalik arah kepada pihak pejuang Palestina. Allah swt berfirman:
وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ رَمَىٰ ۚ وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ بَلَاءً حَسَنًا
Artinya: “Bukan engkau yang melempar ketika melempar (senjata), tapi Allah yang melempar. Sesungguhnya Allah memberi ujian kepada orang-orang yang beriman berupa ujian yang baik.” (QS. Al-Anfal [8]: 17).
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah Perlu kita ketahui, selain bermakna ‘pasrah’ dan ‘berserah’, Islam juga bermakna ‘damai’, ‘selamet’, ‘aman’, dan ‘tenteram’. Yang semua itu mengacu kepada keadaan yang sangat didambakan oleh setiap insan. Bukan saja oleh umat Islam, tetapi juga oleh seluruh umat manusia di mana pun berada, termasuk seluruh makhluk dan tumbuhan. Selanjutnya, secara konsep, Islam merupakan agama yang mengajarkan monoteisme tauhid yang harus diwujudkan dalam bentuk kepasrahan diri dan ketaatan kepada Allah semata dan rasul-Nya selaku utusan yang membawa rahmat ke seluruh alam untuk meraih kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat.
Namun, kebahagiaan itu tidak akan terwujud tanpa kedamaian dan ketenteraman serta kasih sayang di antara sesama. Intinya, melalui misi kedamaian serta kasih sayang, risalah Islam diturunkan ke seluruh alam.
Selama ini, damai masih dimaknai sebagai hidup rukun berdampingan antara dua pihak atau dua kekuatan yang berseteru. Padahal, nyatanya tidak demikian. Dalam Islam, jiwa dan individu umat diciptakan untuk damai dan tenteram, yang keduanya merupakan kebutuhan dasar. Mari kita lihat setiap gerak-gerik kita, termasuk dalam beribadah, kita diperintah untuk selalu tertib, tenang, tuma'ninah, dan khusyu’. Tidak boleh terburu-buru, selain memang sikap tergesa-gesa itu berasal dari setan.
Dalam muamalah dengan Allah atau yang disebut dengan hablun minallah, misalnya, kita diperintah dzikir kepada Allah, yang salah satu tujuannya menciptakan jiwa yang damai dan tenang, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Quran surah ar-Ra’du ayat 28. Kemudian, ketika menunaikan shalat, kita diwajibkan sambil tuma'ninah dalam melaksanakannya alias tenang tidak terburu-buru. Di akhir shalat, kita juga diperintah untuk mengucap salam yang maknanya tak lain adalah kedamaian dan keselamatan.
Usai shalat, kita dianjurkan untuk berdoa, di antara doa yang biasa kita baca adalah doa selamat dan doa keselamatan, Allahumma antas salam wa minkas salam….
Dan masih banyak lagi tradisi lainnya yang tidak bisa dilepaskan dari semangat kedamaian serta keselamatan. Bahkan, di akhirat kelak, yang akan dipanggil oleh Allah masuk surga tak lain adalah hamba Allah yang jiwa-jiwanya penuh dengan ketenangan dan kedamaian, sebagaimana yang disebutkan dalam surah Al-Fajri ayat 27 sampai ayat 30.
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً
Artinya: “Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha lagi diridhai-Nya,” QS. Al-Fajr [89]: 27-30).
Sidang Jumat yang dirahmati Allah
Naskah Khutbah Jumat Hari Ini
Naskah Khutbah Jumat
Teks Khutbah Jumat
khutbah Jumat
Contoh Teks Khutbah Jumat
| Naskah Khutbah Jumat 9 Agustus 2024: Bertemakan Islam Tak Pernah Ajarkan Kebencian dan Kekerasan |
|
|---|
| Naskah Khutbah Jumat 9 Agustus 2024 Bertemakan Bertobat Sebelum Datangnya 2 Waktu |
|
|---|
| Naskah Khutbah Jumat 9 Agustus 2024, Menjadi Seorang Guru adalah Profesi yang Mulia |
|
|---|
| Naskah Khutbah Jumat 9 Agustus 2024: Keutamaan dan Manfaat Menjaga Wudhu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/contoh-materi-Khutbah-Jumat-untuk-Khatib-Sholat-Jumat-Berjamaah.jpg)