Rabu, 3 Juni 2026

Naskah Khutbah Jumat

Naskah Singkat Khutbah Jumat 2 Agustus 2024 Bertema Mengimani Siksa Kubur

Naskah Singkat Khutbah Jumat 2 Agustus 2024: Tiap Muslim Wajib Mengimani Adanya Siksa Kubur.

Tayang:
Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: ferri amiril
TribunTravel.com
Ilustrasi pemakaman. (Unsplash/Sandra Seitamaa) 

“Berbaringlah dengan kondisi dicabik-cabik. Maka tidak ada satu pun binatang melata di bumi kecuali mendapatkan bagian dari tubuhnya.” (HR al-Hakim dalam al-Mustadrak).

Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda yang maknanya:

“Dan dikirimkan kepadanya kalajengking dan ular yang jika salah satu darinya menyembur ke dunia maka ia tidak akan menumbuhkan sesuatu pun. Lalu ular dan kalajengking itu memakannya, dan bumi diperintahkan untuk menghimpit hamba tersebut hingga tulang-tulang rusuknya saling memasuki” (HR ath-Thabarani).

Hadirin rahimakumullah,

Imam Abu Dawud dalam Sunannya meriwayatkan dari al Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ’anhu bahwa ia berkata: “Suatu ketika kami keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mengantarkan jenazah seorang lelaki dari kaum Anshar. Lalu sampailah kami ke kuburan dan saat itu liang lahat belum dibuat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun duduk dan kami duduk di sekeliling beliau dengan diam dan tenang. Di tangan Nabi ada sebuah kayu yang beliau tusuk-tusukkan ke tanah. Lalu Nabi mengangkat kepalanya dan bersabda yang maknanya:

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 26 Juli 2024: 5 Tingkatan Kadar Balasan Amal Manusia di Dunia

“Mohonlah kalian perlindungan kepada Allah dari siksa kubur, mohonlah kalian perlindungan kepada Allah dari siksa kubur,” Nabi mengucapkan itu dua atau tiga kali” (HR Abu Dawud).

Dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang maknanya:

“Mohonlah kalian perlindungan kepada Allah dari siksa Allah, mohonlah kalian perlindungan kepada Allah dari siksa kubur, mohonlah kalian perlindungan kepada Allah dari fitnah Dajjal, mohonlah kalian perlindungan kepada Allah dari fitnah kehidupan dan kematian.” (HR Muslim)

Saudara-saudaraku,

Hendaklah diketahui bahwa Allah ta’ala memberikan keamanan dan keselamatan kepada para wali-Nya dari siksa kubur dan kedahsyatan hari kiamat. Allah ta’ala berfirman:

اَلَآ اِنَّ اَوْلِيَآءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ (يونس: 62)

Maknanya: “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS Yunus : 62)

Dari sini diketahui bahwa tidaklah shahih hadits yang maknanya:

“Jika ada seseorang yang selamat dari himpitan kubur, niscaya Sa’d bin Mu’adz selamat darinya.”

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 26 Juli 2024, Bahasa Sunda: Nyaimbangkeun Kahirupan Dunya jeung Akherat

Berdasarkan hadits yang tidak shahih ini, sebagian orang menduga bahwa himpitan kubur mengenai semua orang, mukmin dan kafir. Hadits ini telah dinilai lemah oleh al-Hafizh Ibnul Jauzi. Kemudian zhahir hadits ini menyalahi sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang maknanya:

“Dunia adalah penjara bagi orang mukmin (yang sempurna imannya) dan tempatnya kelaparan, maka jika ia meninggalkan dunia ini dia meninggalkan penjara dan kelaparan” (HR Ahmad, al-Hakim dan lainnya).

Sudah maklum bahwa Sa’d bin Mu’adz termasuk salah seorang wali besar di kalangan para sahabat. Beliau meninggal syahid karena luka yang mengenainya di perang Khandaq. Nabi juga bersabda tentang keutamaannya dalam sabdanya:

“’Arsy tergoncang karena kematian Sa’d bin Mu’adz” (HR al- Bukhari). Jadi tidaklah layak bagi orang yang keadaannya mulia seperti ini akan terkena himpitan kubur.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Demikian khutbah singkat pada siang hari yang penuh keberkahan ini. Semoga bermanfaat dan membawa barakah bagi kita semua. Amin.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

(*)

Baca artikel lainnya di Google News

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved