Sabtu, 2 Mei 2026

Seorang Kakek Pikun di Pangandaran Nyaris Terpanggang Api yang Membakar Rumahnya hingga Ludes

Karena memang usia kakek Nasa yang sudah tua dan pikun sehingga dia tidak merasakan bahwa api semakin membesar dan membakar semua bagian rumahnya

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Padna | Editor: Dedy Herdiana
Istimewa
Situasi besarnya api pada peristiwa kebakaran di rumah milik Kakek Nasa di Pangandaran, Senin (8/7/2024). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Seorang kakek yang sudah pikun, Nasa (69) nyaris terpanggang api yang membakar rumahnya hingga ludes semua menjadi arang.

Kakek Nasa saat kebakaran terjadi, diduga tidak merasakan adanya api yang sudah membesar, membakar rumahnya.

Beruntung segera diketahui warga tetangganya yang langsung memboyong kakek Nasa untuk keluar dari rumahnya yang terbakar.

Baca juga: 2 Lansia Terpanggang Dalam Kebakaran Tiga Rumah di Cileutik Sumedang Ternyata Ibu dan Anak

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Senin (8/7/2024) sekitar pukul 10.00 WIB dan menimpa Kakek Nasa (69) warga Dusun Cijaha RT 07/02 Desa Bojongkondang Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, hanya rumah yang dihuni seorang Kakek ini ludes terbakar dan mengalami kerugian secara materil.

Anggota Tagana Langkaplancar Kabupaten Pangandaran, Ali Murdani mengatakan, api yang melahap rumah kakek Nasa berasal dari puntung roko yang membakar kasur di kamarnya.

"Penyebab kebakaran itu diakibatkan puntung roko yang lupa tidak dimatikan di kamarnya," ujar Nana kepada Tribun Jabar melalui WhatsApp, Selasa (9/7/2024) pagi.

Sehingga, puntung rokok tersebut membakar kasur milik kakek Nasa dan kemudian melebar ke material yang mudah terbakar.

"Waktu itu, korban sedang berada ditengah rumah tapi tidak sadar ada kebakaran," katanya.

Karena memang usia kakek Nasa yang sudah tua dan pikun sehingga dia tidak merasakan bahwa api semakin membesar dan membakar semua bagian rumah.

"Untungnya korban bisa diselamatkan oleh tetangganya dan itupun harus diboyong ke luar rumah oleh tetangga. 

"Karena kondisi api semakin membesar. Awalnya, korban tidak percaya bahwa rumahnya itu hangus terbakar," ucap Nana.

Saat kejadian, karena lokasi rumah yang terbakar jauh dari sumber ai akhirnya rumah tersebut tidak bisa diselamatkan. 

"Ya, akhirnya rumah tersebut ludes terbakar dan pemilik mengalami kerugian sekitar Rp 25 juta," ujarnya. 

Baca juga: 531 Kasus Kebakaran Ditangani Damkar Kota Tasikmalaya Selama 8 Tahun, Tapi Belum Punya Kantor

 

 

 

 

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved