Senin, 27 April 2026

Cegah Perundungan, Para Guru di Ciamis Diminta Utamakan Mendidik Selain Transfer Ilmu Pelajaran

Terdapat beragam faktor yang menyebabkan terjadinya perundungan, bullying, bahkan kekerasan seksual.

Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Gelar Aldi Sugiara
Tribun Priangan/Ai Sani Nuraini
Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis menggelar kegiatan Bimtek dan sosialisasi soal perundungan atau bully hingga kekerasan seksual di lingkungan sekolah, Kamis (13/6/2024). 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis menggelar kegiatan Bimtek dan sosialisasi soal perundungan atau bully hingga kekerasan seksual di lingkungan sekolah, Kamis (13/6/2024).

Acara yang dihadiri oleh 200 guru dari berbagai sekolah itu digelar di Aula Keraton Selagangga, Jalan KH. Ahmad Dahlan, Ciamis.

Kepala Dinas Pendidikan Ciamis, Erwan Darmawan mengatakan tujuan dari diadakannya kegiatan tersebut untuk mencegah atau meminimalisir kasus perundungan dan kekerasan seksual di lingkungan sekolah.

Kemudian, disampaikan juga pada kegiatan tersebut soal penguatan profil pelajar pancasila.

"Jadi ini salah satu upaya kita untuk meminimalisir kejadian-kejadian perundungan kemudian bully dan kekerasan seksual terhadap siswa, mudah-mudahan dengan sosialisasi ini guru dapat memahami dan mengerti mengenai perundang-undangan kemudian kita juga minta semua pihak yang ada di lingkungan sekolah memahami apa itu perundungan dan kekerasan dalam pembelajaran," paparnya.

Baca juga: 26 UPZ KUA Baznas Ciamis Dilantik, Jadi yang Pertama di Indonesia

Menurut Erwan, terdapat beragam faktor yang menyebabkan terjadinya perundungan, bullying, bahkan kekerasan seksual.

Faktor-faktor itu antara lain perkembangan globalisasi, kemudian lingkungan yang tidak kondusif, dan salah ajar di dunia pendidikan.

Dia berpesan, jangan sampai karena ketidaktahuan dan keragu-raguan dari pihak sekolah sehingga anak menjadi tidak terkontrol.

"Kita kembalikan lagi bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak, kemudian guru-guru juga kembali lagi bukan hanya pengajaran yang kami minta dari seorang guru, tetapi pendidikan juga jangan ditinggalkan. Kalau saya melihat pengajaran itu hal yang relatif lebih mudah artinya transfer ilmu dari guru ke siswa, tapi pendidikan anak yang lebih sulit. Saya ingin menyadarkan guru-guru lebih meningkatkan lagi sektor pendidikannya bukan hanya pengajarannya saja," jelasnya.

Baca juga: Pilkada Ciamis, Herdiat Sunarya-Yana Makin Kuat, Kantongi Surat Rekomendasi PAN dan Nasdem

Diakui Erwan, kondisi di Ciamis sendiri pernah terjadi beberapa kejadian serupa, tapi pihaknya tidak bisa mengeneralisir bahwa itu terjadi di lingkungan sekolah.

Maka dari itu, pihaknya telah membentuk tim pencegahan dan penanganan perundungan dengan harapan tim tersebut dapat gerak cepat dalam melakukan tugasnya.

Erwan juga akan lebih banyak melakukan tindakan preventif, jadi pendekatan terhadap anak kemudian identifikasi masalah sedini mungkin, lalu pojok-pojok mana yang berbahaya di satuan pendidikan.

"Kemudian kami berharap apa yang kami lakukan bisa dilakukan juga di lingkungan pengajian, lingkungan RT/RW bahkan di lingkungan terkecil keluarga," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved