Senin, 27 April 2026

Kuliner di Jalan Raya Bandung-Garut, Ada Kupat Tahu Teh Lusi di Cipacing

Kuliner di Jalan Raya Bandung-Garut, Ada Kupat Tahu Teh Lusi di Cipacing yang patut dicoba sebagai menu sarapan

Penulis: Kiki Andriana | Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/kiki andriana
Kuliner di Jalan Raya Bandung-Garut, Ada Kupat Tahu Teh Lusi di Cipacing 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com, Kiki Andriana 

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Jika anda terlalu pagi haru melintas ke Jalan Bandung-Sumedang, jangan takut tak menemukan sarapan enak. 

Pada jarak 1 kilometer dari exit tol Cileunyi ke arah Garut, tepatnya di kawasan Cipeundeuy, Desa Cipacing, Jatinangor, Sumedang, ada Kupat Tahu Teh Lusi. Tempat sarapan yang nyaman dan apa yang disajikan, nikmat.

Di tempat tersebut, kupat tahu menjadi andalan. Kupat Tahu adalah lontong dicampur potongan tahu goreng dan tauge rebus. 

Pada piring yang tersusun bahan-bahan itu, disiramkan saus kacang yang kental lalu dibubuhi kecap. 

Tak lengkap rasanya kupat tahu tanpa kerupuk ikan. Kerupuk disajikan pada mangkuk terpisah. 

Saat disantap, saus kacangnya terasa sangat wangi dan lontongnya juga segar saat digigit. Wajar saja, beras yang digunakan kualitas satu. 

"Berasnya makin mahal. Tapi saya tidak bisa menaikkan harga dan mengurangi porsi. Jadi ya begini saja," kata Lusi Hartati (41), pemilik kedai kupat tahu itu, Senin (5/1/2024). 

Selain kupat tahu, ada lontong sayur dan bubur ayam. Semua menu sarapan itu dibuat dadakan pada dini hari sebelum Lusi membuka lapak pada pukul 06.00 setiap harinya. 

Memang kenaikan harga sembako membuat Lusi kerepotan. Dia harus mengurangi kapasitas memasak. Bubur misalnya, dari semula memasak berbahan 5 kg beras, kini hanya mampu 3 kg. 

Satu porsi bubur, kupat tahu, atau lontong sayur harganya Rp10 ribu. Jika ditambah tekur, harganya Rp14 ribu. 

"Lanjut saja berdagang, meski penurunan omzet sekitar 10 persen," katanya, seraya menyebut omzet per hari Rp700 ribu. 

Lusi beruntung, ada dua lokasi jualan kupat tahu yang terintegrasi dalam lini usahanya. Satu tempat lagi di sekitar Masjid Al-Masoem, Mekargalih, Jatinangor.

Penikmat sarapan buatan Lusi datang dari berbagai tempat. Terutama, orang-orang yang bepergian dari Bandung ke Garut.

Elin (47) misalnya, dia warga Cimahi yang akan pergi ke Garut.

"Sudah dua kali sarapan di sini, rasanya enak," katanya.(*)

 

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved