Kamis, 16 April 2026

Warga Keluhkan Jalan Penghubung Dusun Wanasigra-Cikoneng Ciamis yang Ambles

Warga Keluhkan Jalan Penghubung Dusun Wanasigra-Cikoneng Ciamis yang Ambles

|
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/ai sani nuraini
Warga Keluhkan Jalan Penghubung Dusun Wanasigra-Cikoneng Ciamis yang Ambles 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Warga Dusun Wanasigra, RT 04/02, Desa Wanasigra, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis mengeluhkan kondisi jalan penghubung dari Dusun Wanasigra menuju Cikoneng Ciamis yang ambles sejak lama dan belum ada perbaikan.

Hal itu diungkapkan Ketua RT 04, Esih (55) kepada Tribun saat ditemui di lokasi jalan ambles tersebut, Jumat (12/1/2024).

Menurut penuturan Esih, jalan tersebut ambles sejak tahun 2022 yang lalu sekitar bulan April tepatnya saat bulan puasa.

"Kejadian amblesnya jalan ini saya ingat pas bulan puasa hari keempat, sekitar jam enam sore pas ramai orang-orang lewat pada mau buka puasa," kata Esih.

Mulanya, ada pohon Benda yang tumbang ke badan jalan, lalu dievakuasi oleh masyarakat setempat dibantu TNI/ POLRI, lalu tak lama setelah itu sebgaian badan jalan ambles karena guyuran hujan yang turun di wilayah tersebut.

Setelah kejadian itu, sekitar bulan Juli tahun 2023 sempat ada perbaikan, namun satu hari sebelum jalan tersebut diaspal, badan jalan kembali ambles dan bertambah luas.

Sejak saat itu, hingga hari ini akses jalan penguhubung Dusun Wanasigra- Cikoneng itu terputus dan sama sekali tidak bisa dilalui oleh kendaraan.

"Sebelum ambles seluas ini awalnya masih bisa dilewati motor, cuma sejak bulan Juli itu udah gak bisa sama sekali, bahkan pejalan kaki juga tidak dianjurkan untuk melewati jalan ini karena berbahaya," tambahnya.

Akibatnya, mobilitas warga terganggu dan perekonomian penduduk sekitar juga lumpuh, Esih yang memiliki warung itu biasanya ramai pembeli, sekarang sangat sepi karena kebetulan rumahnya berada tepat di ujung jalan yang terputus itu.

"Biasanya rame neng, sekarang malah lumpuh total, warung saya biasanya rame terus, lalu lalang kendaraan juga banyak, setelah ambles makin luas langsung sepi," imbuhnya.

Tak hanya mobilitas dan perekonomian saja yang terganggu, bahkan jalanan tersebut juga pernah memakan korban, ada pengendara motor yang jatuh saat melewati jalanan itu hingga mengakibatkan korban dievakuasi ke rumah sakit.

Hal itu terjadi karena diperparah dengan tidak adanya penerangan jalan di lokasi tersebut.

"Pernah ada pengendara motor yang jatuh, kalau gak salah sekitar bulan November 2023 yang lalu, langsung dibawa ke RS. Mungkin dia gak tahu bahwa jalannya terputus, karena bambu penghalang ini baru saya pasang belum lama ini," jelas Esih sambil menunjuk beberapa bambu yang melintang di jalan dan digunakan sebagai penanda tidak boleh dilewati.

Apalagi di musim penghujan seperti sekarang ini yang sangat rawan longsor, karena amblesnya jalan tersebut kurang lebih setinggi 25 meter.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved